
Kebahagiaan Peternak Sapi yang Dibeli untuk Kurban Presiden
Sapari, seorang peternak sapi asal Dusun Pluntungan, Desa Wonolelo, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, tengah merasakan kebahagiaan luar biasa. Ia baru saja menjual sapi kesayangannya bernama 'Batu Aji' kepada pemerintah sebagai hewan kurban Presiden RI, Prabowo Subianto, dalam perayaan Iduladha 1447 H/2026 tahun ini.
Sapi jenis Simmental tersebut memiliki bobot mencapai 1 ton 53 kilogram dan dibeli dengan harga Rp126 juta setelah dipelihara selama 17 bulan di kandangnya yang berada di lereng Merapi-Merbabu. Sapari mengungkapkan bahwa awalnya ia membeli sapi tersebut dari Pasar Jelok, Boyolali, saat usianya sekitar dua tahun dengan harga Rp42,65 juta. Sejak saat itu, ia terus memberikan perawatan intensif agar sapi tersebut tumbuh sehat dan kuat.
Nama 'Batu Aji' yang Berarti Berharga
Nama 'Batu Aji' memiliki makna khusus bagi Sapari. Menurutnya, nama tersebut melambangkan nilai penting dari sapi tersebut dalam hidupnya. "Itu sapi saya beri nama Batu Aji karena bagi saya sapi itu sangat berharga. Dari awal masuk kandang sampai sekarang sehat terus dan mudah dirawat," ujarnya.
Sapari tidak menyangka bahwa sapi kesayangannya akan menjadi hewan kurban Presiden. Informasi tersebut pertama kali ia dengar dari temannya, Slamet, yang menjadi penghubung dengan Dinas Peternakan Kabupaten Magelang. "Teman saya bilang ada pencarian sapi satu ton dari dinas. Kalau cocok nanti dibeli. Ternyata benar-benar jadi untuk kurban Presiden," tuturnya.
Pola Perawatan Intensif
Di balik bobot fantastis Batu Aji, Sapari menjelaskan bahwa ada perawatan intensif yang dilakukan setiap hari. Ia menerapkan pola pemberian pakan dan perawatan secara rutin demi menjaga kesehatan sapi. Dalam sehari, Batu Aji mendapat pakan comboran dua kali yang terdiri dari ampas tahu, konsentrat, dan bekatul. Selain itu, sapi juga diberi hijauan serta tambahan singkong.
"Pagi dan sore dicombor. Setelah itu dikasih rumput sama hijauan. Kalau cuaca bagus biasanya dimandikan juga," jelasnya. Menurut Sapari, kondisi lingkungan pegunungan yang sejuk membuat perawatan sapi harus lebih telaten, terutama menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat dan tidak stres.
Bangga dan Terharu
Sapari mengaku bangga dan terharu karena hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun beternak akhirnya mendapat apresiasi besar. Ia merasa usahanya sejak 2011 perlahan membuahkan hasil. "Saya sekeluarga senang sekali. Alhamdulillah bisa merawat sapi sampai sehat dan bobotnya lebih dari satu ton, lalu dibeli untuk kurban Presiden," ungkapnya.
Meski harga jual mencapai Rp126 juta, Sapari mengaku keuntungan yang diperoleh tetap harus diperhitungkan dengan biaya perawatan yang cukup besar, mulai dari pakan hingga menjaga kesehatan ternak. Menurutnya, usaha ternak sapi bukan pekerjaan mudah. Selain membutuhkan modal besar, peternak juga harus menghadapi berbagai tantangan seperti wabah PMK, LSD, hingga naiknya harga pakan.
Rencana Pengiriman Sapi
Rencananya, Batu Aji akan dikirim pada hari pelaksanaan Salat Iduladha menuju lokasi penyerahan di wilayah Sawitan, Magelang. Bagi Sapari, pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri sekaligus motivasi untuk terus mengembangkan usaha ternaknya di lereng Merapi-Merbabu.
Saat ini, Sapari masih memelihara tujuh ekor sapi jantan di kandangnya. Sebagian bahkan sudah dipesan pembeli dari berbagai daerah, termasuk Masjid Jogokariyan dan Kendal. Dengan adanya keberhasilan ini, Sapari berharap dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi industri peternakan di daerahnya.
0 Komentar