Kesehatan JCH Aceh Selatan Menurun, 2 Orang Gagal Berangkat ke Asrama Haji

Kloter 9 Aceh Selatan Mengalami Perubahan Jumlah Jamaah Haji

Pada hari Kamis (14/5/2026), sekitar pukul 17.25 WIB, pesawat Garuda Indonesia dengan logo SkyTeam berangkat dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) di Blang Bintang, Aceh Besar, menuju Bandara King Abdulaziz di Jeddah, Arab Saudi. Pesawat tersebut membawa 391 jamaah haji Aceh yang tergabung dalam Kloter 9. Kloter ini berasal dari daerah Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Nagan Raya.

Namun, ada dua jamaah dari kloter tersebut yang ditunda keberangkatannya karena kondisi kesehatan yang menurun. Dalam manifest awal, Kloter 9 seharusnya terdiri dari 393 jamaah. Namun, hanya 391 yang bertolak ke Tanah Suci.

Dua jamaah yang tidak bisa berangkat adalah Muhammad Waita dan Ilyas Nanyek Muhammad. Mereka diketahui mengalami penurunan kondisi kesehatan saat tiba di Asrama Haji Aceh pada Rabu (13/5/2026) malam. Sebelumnya, kedua jamaah tersebut baru saja menempuh perjalanan darat dari Tapaktuan menuju Banda Aceh.

Setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan, keduanya dinyatakan membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Akhirnya, mereka dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin (RSUDZA). Praktis, saat rekan-rekan satu kloternya meninggalkan Aceh, kedua jamaah ini masih menjalani penanganan medis.

Afrizal, Kepala Bidang Dokumen PPIH Embarkasi Banda Aceh, menyampaikan informasi tersebut. Menurutnya, dua jamaah tersebut terpaksa dirujuk ke rumah sakit karena kondisi kesehatannya menurun. Sebelumnya, satu jamaah dari Kloter 4 juga ditunda keberangkatannya dan dirujuk ke RSUDZA karena alasan serupa.

Open Seat dan Peluang Keberangkatan Kembali

Saat ini, secara keseluruhan terdapat delapan open seat dari Embarkasi Aceh. Tiga jamaah dirujuk ke RSUDZA saat masuk asrama haji, sedangkan lima jamaah lainnya ditunda keberangkatannya sebelum masuk asrama karena meninggal dunia dan sakit parah. Hal ini membuat tidak memungkinkan lagi digantikan oleh jamaah lain dalam waktu yang tersisa.

Darwin, Kasubbag Humas PPIH Embarkasi Aceh, menjelaskan bahwa jamaah yang saat ini kondisinya belum membaik masih terus dipantau dan masih berpeluang diberangkatkan bersama Kloter 14 atau kloter terakhir. “Kalau kondisi kesehatan membaik, maka akan diberangkatkan bersama dengan kloter 14 nanti atau kloter terakhir Aceh,” ujar Darwin.

Hingga Kamis, sebanyak 3.529 Jamaah Haji Aceh dari sembilan kloter telah meninggalkan Aceh menuju Tanah Suci. Proses pemberangkatan akan terus berlangsung hingga Rabu, 20 Mei mendatang.

Tips untuk Jamaah Haji

Dalam keterangan kepada wak media, Afrizal juga mengingatkan para jamaah agar menjaga paspor dengan baik selama berada di asrama haji maupun di Tanah Suci agar tidak terjadi kehilangan yang dapat menyulitkan jamaah sendiri. Selain itu, ia meminta jamaah selalu memakai gelang identitas yang diberikan petugas saat beraktivitas.

Gelang tersebut merupakan identitas jamaah, selain paspor dan kartu nusuk yang juga wajib selalu digunakan. Menurutnya, jamaah tidak boleh melepas kartu nusuk. Karena apabila sewaktu-waktu tersesat dan ditemukan oleh petugas haji Arab Saudi, mereka akan lebih mudah dikembalikan ke hotel tempat menginap.

Ia juga mengingatkan agar jamaah yang kehilangan kartu nusuk atau dokumen lainnya segera melapor kepada petugas terkait.

Kloter 1 Menuju Makkah

Pada bagian lain, Afrizal menyampaikan bahwa jamaah haji Kloter 1 Aceh asal Banda Aceh dan Aceh Besar pada Kamis (14/5/2026), sudah bertolak dari Madinah menuju Makkah dengan menempuh perjalanan darat menggunakan bus. Mereka akan bergabung dengan jamaah haji lainnya di Kota Makkah dan bersiap menghadapi puncak ibadah haji.

Kloter 1 Aceh termasuk dalam pemberangkatan gelombang pertama sehingga mendarat di Bandara Madinah. Sementara Kloter 2 dan seterusnya masuk ke gelombang kedua sehingga mendarat di Jeddah dan langsung menuju Makkah.

Sebelumnya, jamaah Kloter 1 telah sekitar delapan hari berada di Madinah. Nantinya mereka tidak kembali lagi ke Madinah dan akan pulang melalui Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Tadi malam sekitar pukul 19.30 WIB, jamaah haji Kloter 10 sudah memasuki Asrama Haji Aceh. Kloter ini hampir seluruh jamaahnya berasal dari Kabupaten Pidie Jaya, hanya satu jamaah asal Aceh Besar yang tergabung di dalamnya.

Setibanya di asrama haji, jamaah langsung menjalani proses administrasi seperti pemeriksaan kesehatan, pembagian kartu nusuk, kartu identitas Aceh, hingga penerimaan living cost. Mereka dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada Jumat (15/5/2026) malam, sekitar pukul 20.00 WIB.


0 Komentar