
Semesta Buku 2026 Hadir di Bandung, Ajang Literasi yang Menarik Minat Masyarakat
Semesta Buku 2026 kembali hadir di Kota Bandung dengan penyelenggaraan yang berlangsung mulai dari tanggal 14 Mei hingga 1 Juni. Acara ini digelar di Gramedia Merdeka Bandung dan menawarkan pengalaman unik bagi para pencinta buku. Dalam gelaran tahun ini, terdapat sebanyak 12.000 judul buku yang tersedia, mencakup berbagai genre seperti novel, buku anak-anak, pengembangan diri, religi, serta ilmu sosial.
Store Manager Gramedia, Deni Jackson, menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya sekadar ajang jual beli buku, tetapi juga menjadi ruang untuk bertemunya ide, kreativitas, dan kolaborasi antar komunitas. Ia menekankan bahwa minat baca masyarakat Bandung masih tinggi, terbukti dengan adanya delapan toko Gramedia yang aktif di kota tersebut.
- Deni menjelaskan bahwa tren minat membaca buku fisik di Bandung menunjukkan peningkatan dalam beberapa tahun terakhir.
- Ia menegaskan bahwa jumlah toko Gramedia yang banyak menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap buku.
- Dalam gelaran tahun ini, 12.000 judul buku akan tersedia di tiga lantai area pameran.
Selain itu, Semesta Buku 2026 juga dimeriahkan oleh berbagai kegiatan seperti talkshow, workshop penulisan, diskusi dan bedah buku, lomba, hingga editors clinic. Beberapa nama ternama di dunia literasi dan industri kreatif akan hadir dalam acara ini, termasuk Brian Khrisna, Kang Jeffman, dan para penulis Gramedia Writing Project.
Peran Literasi dalam Ekonomi Kreatif
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, turut menghadiri pembukaan acara dan menekankan pentingnya literasi sebagai bagian dari ekonomi kreatif. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat budaya literasi di Kota Bandung.
- Farhan menyebutkan bahwa kegiatan ini melibatkan Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah serta berbagai komunitas.
- Ada lomba mewarnai, book talk, launching buku, hingga wisata literasi ke sekolah-sekolah.
- Ia melihat potensi besar sektor literasi dalam mendukung ekonomi kreatif, khususnya dengan menghubungkan karya tulis ke industri film.
Menurut Farhan, klaster penulisan harus diarahkan ke klaster film karena saat ini banyak film Indonesia yang terinspirasi dari buku. Ini menjadi peluang besar bagi para penulis.
Pengalaman Pembaca di Tengah Gempuran Hiburan Digital
Di tengah gempuran hiburan digital, buku masih menjadi pilihan utama bagi sebagian masyarakat. Gya, siswi SMA Negeri 8 Bandung, mengaku tetap menyempatkan diri membeli buku secara rutin.
- Gya menyenangi membaca buku, terutama genre romance atau karya Tere Liye.
- Ia biasanya menyisihkan uang jajan untuk membeli buku.
- Menurutnya, membaca buku memberikan pengalaman berbeda dibandingkan menonton film, terutama dalam mengeksplorasi imajinasi dan cerita.
Rangkaian Nasional dan Gerakan Nusa Membaca
Penyelenggaraan Semesta Buku di Bandung merupakan bagian dari rangkaian nasional yang juga akan hadir di sejumlah kota lain seperti Padang, Bogor, Surabaya, hingga Makassar. Program ini sejalan dengan gerakan Nusa Membaca yang diinisiasi Gramedia untuk memperluas akses bacaan berkualitas dan mendorong ekosistem literasi yang inklusif.
- Melalui rangkaian acara yang berlangsung hampir tiga minggu, Semesta Buku 2026 di Bandung tidak hanya menjadi ruang berburu buku, tetapi juga wadah bertumbuhnya ide, kreativitas, dan semangat literasi di tengah masyarakat.
- Acara ini menawarkan pengalaman literasi sekaligus hiburan, menjadi alternatif destinasi selama long weekend.
0 Komentar