Sapi Kurban Presiden Prabowo Asal Ciamis Berat 1,15 Ton, "Si Bison" Diperlakukan Khusus Jelang Iduladha

Sapi Kurban Presiden Prabowo Asal Ciamis Berat 1,15 Ton, "Si Bison" Diperlakukan Khusus Jelang Iduladha

Sapi Kurban Presiden Prabowo Subianto dari Ciamis Dijuluki “Si Bison”

Sapi kurban yang dipilih oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, berasal dari peternakan di Kabupaten Ciamis. Sapi tersebut memiliki bobot mencapai 1,15 ton dan diberi nama "Si Bison" karena postur tubuhnya yang besar dan berbeda dibandingkan sapi lainnya.

Perawatan Khusus untuk Sapi Jumbo

Sapi yang dijuluki "Si Bison" ini dirawat secara khusus oleh dua petugas yang ditugaskan hanya untuk merawatnya. Tidak seperti sapi pada umumnya, perawatan untuk "Si Bison" dilakukan dengan pola makan teratur dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Pakan diberikan dua kali sehari, yaitu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dan sore pukul 15.00 WIB. Makanan yang diberikan berupa ampas jerami, konsentrat, dan singkong. Tujuannya adalah agar pertumbuhan sapi bisa maksimal.

Keberhasilan Peternak Lokal

Sapi yang dipilih sebagai kurban Presiden merupakan kebanggaan bagi pemiliknya, H. Endang Sulaiman alias A Rapik. Ia mengatakan bahwa keberhasilan ini menjadi motivasi bagi peternak lokal di Ciamis.

"Ya tentu buat saya sebagai peternak ini menjadi kebanggaan yang luar biasa. Alhamdulillah pak Presiden bisa mengambil atau membeli dari peternak lokal di kandang saya. Kebetulan yang dipilih juga sapi terbaik dan terbesar yang ada di kandang saat ini," ujarnya saat ditemui di kandangnya.

Endang berharap, keberhasilan ini bisa menjadi contoh bagi peternak lain di Ciamis. Ia berharap, nantinya peternak lain juga bisa mendapatkan kesempatan yang sama, yaitu sapinya dipilih untuk kebutuhan Presiden.

Jenis Sapi dan Bobot yang Mengesankan

"Si Bison" merupakan jenis Simmental silang Limousin dengan usia hampir empat setengah tahun. Saat ini bobotnya sudah mencapai sekitar 1 ton 50 kilogram dan diperkirakan masih akan bertambah hingga hari H Iduladha.

"Bobotnya sampai hari ini sekitar 1 ton 50 kilogram. Insyaallah sampai hari H masih bisa bertambah lagi jadi sekitar 1 ton 150 kilogram," katanya.

Nama "Bison" disematkan karena postur tubuh sapi tersebut dinilai berbeda dibanding sapi lain yang ada di kandangnya. Postur tubuhnya besar, panjang, dan bobotnya juga beda dibanding yang lain.

Peningkatan Permintaan Sapi Kurban

Menjelang Iduladha tahun ini, Endang mengaku permintaan sapi kurban mengalami peningkatan cukup signifikan. Jika pada tahun lalu jumlah pesanan sekitar 120 ekor, kini mencapai hampir 180 ekor.

"Alhamdulillah tahun ini meningkat. Tahun kemarin sekitar 120 ekor, sekarang hampir 180 ekor sapi terpesan, termasuk sapi Presiden. Mungkin karena sekarang kondisi peternakan juga lagi bagus dan penyakit alhamdulillah enggak ada," katanya.

Ia menambahkan bahwa kondisi peternakan sapi tahun ini relatif aman karena tidak ditemukan penyakit seperti PMK maupun LSD.

Rencana Penyaluran Sapi Kurban

Rencananya, sapi kurban Presiden tersebut akan disalurkan ke wilayah Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis pada hari pelaksanaan Iduladha nanti.

Harga sapi yang dijual di kandang milik Endang berkisar mulai dari Rp21-145 juta rupiah tergantung bobot sapi. Untuk pemasarannya sendiri, selain di Ciamis, Endang kerap mendapatkan pesanan dari luar daerah seperti Tasikmalaya, Bandung, dan Majalengka.


0 Komentar