Dandim 0823 Situbondo Dampingi Bupati Panen Padi di Talkandang, Target Produksi Gabah 500 Ribu Ton pada 2026
SITUBONDO, GUBUKINSPIRASI.id – Komitmen memperkuat ketahanan pangan daerah terus ditunjukkan Pemerintah Kabupaten Situbondo bersama TNI. Hal itu terlihat dalam kegiatan Panen Padi Bersama yang dihadiri Dandim 0823/Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian, S.Kom., M.Han., bersama Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo, S.Sos., M.S.M., di areal persawahan milik Kadir, Jalan KH Mawardi, Desa Talkandang, Kecamatan Situbondo, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang dikemas melalui program Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Pertanian Produktif Berkelanjutan tersebut diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur. Hadir dalam kesempatan itu Wakil Bupati Situbondo Ulfiyah, S.Pd.I., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), organisasi perangkat daerah (OPD), penyuluh pertanian, kelompok tani, kepala desa, serta tokoh masyarakat.
Panen padi bersama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian sebagai fondasi utama ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional. Selain memanen hasil pertanian, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi mengenai penerapan pertanian ramah lingkungan melalui pemanfaatan limbah rumah tangga.
Praktisi pengelolaan sampah rumah tangga, Purwanto, menjelaskan bahwa limbah organik seperti sisa sayur dan buah memiliki potensi besar untuk diolah menjadi unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman. Menurutnya, pemanfaatan limbah rumah tangga dapat menjadi solusi pertanian berkelanjutan karena mampu mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia sekaligus menekan biaya produksi.
Program tersebut telah diterapkan di sejumlah wilayah di Kabupaten Situbondo, di antaranya Desa Talkandang, Desa Juglangan di Kecamatan Panji, serta Desa Curah Cottok di Kecamatan Kapongan. Dari pengolahan limbah organik tersebut, masyarakat berhasil menghasilkan berbagai produk seperti mikroba, pupuk vegetatif, pupuk generatif, hingga pestisida alami yang mendukung produktivitas pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Situbondo bersama Wakil Bupati juga menyerahkan bantuan alat pertanian berupa power thresher kepada tiga kelompok tani, yakni Kelompok Tani Nusa Indah Bandungan Desa Kalibagor, Karangasem Indah 2 Kelurahan Patokan, serta Kelompok Tani Sumber Rejeki Kandang Barat Desa Olean.
Dalam sambutannya, Bupati Situbondo mengungkapkan bahwa produksi gabah Kabupaten Situbondo saat ini mencapai sekitar 321 ribu ton per tahun dengan luas tanam mencapai 36 ribu hektare. Pemerintah daerah menargetkan peningkatan produksi hingga 500 ribu ton pada tahun 2026 guna mendukung program swasembada pangan nasional.
Selain itu, Pemkab Situbondo juga telah membentuk Akademi Tani Muda yang melibatkan petani milenial. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mengubah pandangan generasi muda bahwa sektor pertanian merupakan profesi yang menjanjikan dan memiliki peran strategis bagi masa depan bangsa.
Dandim 0823/Situbondo Letkol Inf Ferry Ardian menegaskan bahwa TNI akan terus mendukung berbagai program yang berkaitan dengan penguatan sektor pertanian.
“Ketahanan pangan merupakan bagian dari ketahanan nasional. Kodim 0823/Situbondo akan terus mendukung berbagai program pertanian yang bertujuan meningkatkan produktivitas petani, memperkuat kemandirian pangan, serta mendorong pemanfaatan teknologi dan inovasi yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, TNI, petani, dan seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menjaga ketersediaan pangan yang cukup dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi tersebut, Kabupaten Situbondo diharapkan semakin tangguh dalam mewujudkan kemandirian pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sektor pertanian.
0 Komentar