
Persiapan PON XXII di NTT: Antara Optimisme dan Realita
Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII akan digelar di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), dan DKI Jakarta sebagai penyangga. Walaupun waktu penyelenggaraan masih dua tahun lagi, tampaknya persiapan belum terlihat secara signifikan. Masih terasa adem, tidak ada gebyar yang menghentak atau semangat masyarakat yang menyambut pesta olahraga terbesar di Indonesia ini.
Sebagian orang mempertanyakan kesiapan NTT dalam menyambut event yang tidak semua provinsi berkesempatan menjadi tuan rumah. Mereka menilai bahwa NTB sudah lebih dulu bergerak dan sangat siap. Namun, apakah NTT benar-benar tidak bergerak?
Dana Cadangan yang Disiapkan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT telah menyiapkan dana cadangan sebesar Rp 200 miliar. Dana tersebut akan dicairkan sedikit demi sedikit sesuai kebutuhan. Meski masih dalam bentuk gelondongan, dana ini akan dialokasikan untuk berbagai kegiatan terkait PON XXII 2028.
Beberapa gebrakan telah dilakukan oleh Dispora NTT. Salah satunya adalah melalui sentra binaan seperti PPLD, PPLP, dan PPLM. Selain itu, SKO NTT juga mulai menyiapkan atlet untuk berkompetisi.
Kesiapan Atlet dan Cabang Olahraga
Dari sisi kesiapan atlet, beberapa cabang olahraga prioritas sudah siap bersaing. Contohnya adalah kempo, pencaksilat, cricket, tinju, wushu, dan lainnya. Namun, cabang olahraga seperti sepakbola, bolavoli, dan olahraga permainan lain belum terlihat perkembangannya.
PON bukan hanya tentang partisipasi, tetapi juga prestasi. Oleh karena itu, tidak boleh ada cabang olahraga yang hanya diikutkan untuk memenuhi kuota. PON adalah puncak prestasi atlet Indonesia. Jika suatu cabang olahraga ingin diakomodir, maka harus dipikirkan dengan matang.
Persiapan Infrastruktur dan Sponsor
Menjadi tuan rumah PON membutuhkan dana yang cukup besar. Bahkan, mempersiapkan atlet saja membutuhkan miliar rupiah. Ini belum termasuk sarana dan prasarana. NTT akan menjadi tuan rumah saat pembukaan. Apakah kita sudah memiliki stadion yang memenuhi syarat? Apakah kita memiliki GOR yang sanggup menampung ribuan penonton?
Belum terlihat baliho atau banner yang dipasang di lokasi-lokasi strategis. Padahal, hal ini sangat penting. Ketika kita terlihat siap, sponsor akan datang dengan sendiri. Sponsor memang penting, karena kita tidak bisa bergerak sendiri.
Dana sebesar Rp 200 miliar mungkin hanya cukup untuk membangun stadion utama. Bagaimana dengan yang lain? Harus ada pihak ketiga yang ikut terlibat. Terlibatnya pihak ketiga ini tidak serta merta, tapi melalui proses yang terencana.
Kiprah Cabang Olahraga yang Sudah Bergerak
Cricket, hoky, kempo, dan pencaksilat sudah bergerak. Atlet mereka diikutkan di berbagai kejuaraan. Peralatan latihan juga dilengkapi. Cricket bahkan sudah membangun lapangan pertandingan, bekerja sama dengan UKAW Kupang.
Pelaku olahraga di NTT tentu ingat saat Kalimantan Timur menjadi tuan rumah PON 2008. Agar bisa mencapai target prestasi, setelah PON Sumut 2004, Pemprov Kaltim dan KONI Kaltim bergerak. Atlet-atlet terbaik dari seluruh Indonesia, termasuk dari NTT, direkrut. Hal ini dilakukan empat tahun sebelum PON Kaltim digelar.
Target Medali dan Kesiapan yang Perlu Diperhatikan
Bagaimana dengan NTT? Kita terlalu bereuforia ingin menjadi tuan rumah. Kita lupa bahwa ada sukses yang mesti diraih saat menjadi tuan rumah. Sebut saja sukses penyelenggaraan dan sukses prestasi.
Apakah atlet-atlet NTT bisa berprestasi? Seharusnya bisa, jika sejak sekarang dipersiapkan dengan benar. Target 37 medali emas terlalu bombastis. Omong kosong, tapi belum tentu tercapai.
Kita memang harus optimis. Tapi setelah optimis jangan diam. Harus ada gerakan. Daerah lain sudah menyiapkan atlet. Mereka punya para juara yang ada di pelatnas dan sentra-sentra pembinaan nasional.
NTT memang ada, tapi hanya terbatas di cabang olahraga tertentu. Tidak semua cabang olahraga bisa meraih medali sesuai target yang sudah ditetapkan. Dan, kalau dihitung dengan jujur, medali emas yang nanti mereka raih, belum tentu mencapai sepuluh keping.
Pesimisme ini bukan karena kita tidak mampu. Harusnya ini menjadi pemicu bagi kita untuk bersiap. Pemerintah jangan terlalu lama diam. Kalau memang ada Rp 200 miliar, cairkan sudah ke cabang olahraga untuk bersiap. Kita harus bisa. Kita pasti bisa dan kita pasti juara.
0 Komentar