
Kabar Bahagia: Jemaah Haji Riau Diberangkatkan ke Tanah Suci
Sebuah kabar gembira kembali datang dari pelaksanaan ibadah haji di Provinsi Riau Tahun 1447 H/2026 M. Setelah melalui berbagai pemeriksaan kesehatan dan administrasi yang memenuhi syarat, jemaah haji asal Kota Pekanbaru atas nama Fakhriadi Syamsuddin Karanin bersama pendampingnya, Jermi Yurnalis Sudin, diberangkatkan menuju Jeddah pada Sabtu (16/05/26). Mereka akan menjalani ibadah umrah dan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
Jemaah tersebut menggunakan kain ihram dari asrama haji Embarkasi Batam. Mereka diberangkatkan dalam Kloter BTH 21 dan bergabung dengan jemaah haji dari Provinsi Jambi. Proses keberangkatan berjalan lancar, sesuai dengan penjelasan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau, Defizon.
“Alhamdulillah, jemaah atas nama Fakhriadi Syamsuddin Karanin bersama pendamping Jermi Yurnalis Sudin telah dinyatakan layak terbang dan hari ini diberangkatkan menuju Arab Saudi untuk menunaikan ibadah haji,” ujar Defizon.
Jumlah Jemaah Haji yang Telah Diberangkatkan
Hingga tanggal 16 Mei 2026, jumlah jemaah haji Provinsi Riau yang telah diberangkatkan ke Tanah Suci mencapai 4.694 orang. Angka tersebut terdiri dari:
- 4.625 jemaah haji
- 21 Petugas Haji Daerah (PHD)
- 5 pembimbing KBIHU
- 43 petugas haji kloter
Terdapat beberapa jemaah yang mengalami tunda atau batal berangkat karena alasan tertentu, seperti dirawat di Batam (1 orang), dipulangkan ke daerah (12 orang), sakit di daerah (2 orang), dan wafat di daerah (1 orang).
Pesan Penting untuk Jemaah Haji
Defizon mengingatkan seluruh jemaah haji Provinsi Riau yang saat ini berada di Arab Saudi agar memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan pentingnya fokus dalam menjalankan ibadah haji dan tidak menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah agar tidak menyia-nyiakan waktu berharganya di Tanah Suci hanya untuk sibuk berswafoto. Jangan sampai melakukan larangan yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi, terutama saat menjalani rangkaian ibadah inti seperti thawaf. Fokuskan diri untuk beribadah, memperbanyak doa, dzikir, dan menjaga kekhusyukan agar memperoleh haji yang mabrur,” pesannya.
Selain itu, Defizon juga menekankan pentingnya menjaga Kartu Nusuk selama berada di Arab Saudi. Menurutnya, kartu ini merupakan identitas sekaligus dokumen penting yang sangat dibutuhkan dalam mendukung aktivitas dan mobilitas jemaah.
“Kartu NUSUK adalah aset penting dan krusial untuk mendukung kelancaran aktivitas dan mobilitas jemaah sehari-hari selama ibadah haji. Oleh karena itu, menjaga kondisi fisik kartu agar terhindar dari kehilangan, kerusakan, atau patah sangatlah penting demi memastikan fungsionalitasnya tetap optimal saat digunakan,” jelasnya.
Tips untuk Menjaga Kondisi Fisik
Defizon juga mengimbau jemaah untuk mulai mengatur aktivitas, menjaga stamina, serta membatasi kegiatan yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima menjelang pelaksanaan puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Terakhir, ia berpesan kepada seluruh jemaah haji Provinsi Riau agar selalu menjaga kondisi fisik di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.
“Jemaah haji diimbau untuk menjaga pola makan, memperbanyak konsumsi air putih, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak terlalu penting. Selalu gunakan payung, masker, dan alas kaki saat beraktivitas di luar hotel maupun saat menjalankan ibadah,” imbaunya.
Peringatan Khusus untuk Jemaah Risiko Tinggi
Bagi jemaah risiko tinggi (risti) dan lanjut usia (lansia), Defizon meminta agar tetap berada dalam pengawasan petugas kloter dan pendamping guna memastikan kondisi kesehatan tetap terpantau dengan baik selama menjalankan ibadah haji.
Ia berharap seluruh jemaah haji Provinsi Riau senantiasa diberikan kesehatan, kemudahan, dan kelancaran selama menjalankan ibadah hingga kembali ke tanah air dengan selamat.
Jemaah Haji yang Wafat di Arab Saudi
Sementara itu, tercatat dua jemaah haji Provinsi Riau yang wafat di Arab Saudi:
- Dawanus Mahmud Muhammad (52), Kloter BTH 05 asal Kabupaten Kampar, wafat di Madinah
- Marati Kasmuri Usman (66), Kloter BTH 09 asal Kabupaten Bengkalis, wafat di Makkah
0 Komentar