Jaga Fokus Pemain Borneo FC, Manajemen Bawa Tim ke Jogja

Jaga Fokus Pemain Borneo FC, Manajemen Bawa Tim ke Jogja

Borneo FC Samarinda Siap Hadapi Laga Kunci dengan Fokus Tinggi

Manajemen Borneo FC Samarinda mengambil langkah cepat setelah meraih kemenangan penting 3-2 atas Bali United di kandang mereka. Tim langsung bertolak ke Yogyakarta untuk menjalani pemusatan latihan atau training center (TC) guna menjaga fokus para pemain sebelum menghadapi laga penentu pekan ke-33 BRI Super League melawan Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, Minggu (17/5/2026).

Langkah ini dilakukan demi memastikan para pemain tetap dalam kondisi terbaik dan tidak terganggu oleh euforia kemenangan yang diraih di Bali. Manajer Borneo FC Samarinda, Dandri Dauri, menjelaskan alasan utama di balik keputusan tersebut.

"Motivasi tinggi dari hasil sempurna di Pulau Dewata dinilai menjadi daya tambah yang sangat positif bagi Juan Villa dkk, dalam menatap laga sisa kompetisi," ujarnya.

Selama menjalani program latihan di Yogyakarta, suasana tim dilaporkan sangat kondusif dan para pemain tampak menikmati setiap menu latihan yang diberikan oleh tim pelatih. Dandri menyebutkan bahwa tujuan utama dari TC ini adalah menjaga fokus, situasi tim tetap kondusif, serta mempertahankan kepercayaan diri pemain.

"Ini merupakan hal yang sangat baik untuk menjaga anak-anak tetap fokus, menjaga situasi tim tetap kondusif, mempertahankan kepercayaan diri yang ada, dan yang paling terpenting adalah membuat mereka tidak menganggap enteng kekuatan lawan," tutur Dandri.

Ia juga memberikan peringatan keras kepada anak asuhnya agar tidak cepat puas dengan pencapaian saat ini dan terus menjaga mental bertanding karena kompetisi belum sepenuhnya usai. Borneo FC saat ini tengah membawa asa besar masyarakat Samarinda untuk merengkuh trofi juara.

Oleh karena itu, usaha dan kerja keras wajib kembali ditunjukkan saat berhadapan dengan Persijap Jepara nanti. Mengingat jadwal pertandingan di fase akhir liga yang sangat berdekatan, manajemen tim berjuluk Pesut Etam ini bergerak cepat mengamankan fokus para pemain dengan menjauhkan mereka dari potensi gangguan luar.

Dandri secara blak-blakan menyebutkan bahwa faktor lain menjadi alasan utama mengapa manajemen memilih memisahkan tim dari euforia berlebihan di Bali.

"Kalau kami memilih untuk tetap bertahan di Bali, kami khawatir pikiran anak-anak (skuat Borneo FC) justru ke mana-mana atau keluyuran. Lagi pula, kita semua sudah tahu bahwa fasilitas latihan yang ada di Jogja itu sangat bagus dan memadai."

"Ini bukan hal baru lagi bagi kami, sudah biasa kami lakukan. Insya Allah, seluruh elemen tim siap menghadapi tantangan Persijap," tegas Dandri.

Ia sangat optimistis bahwa Borneo FC memiliki peluang yang sangat besar untuk keluar sebagai juara di akhir kompetisi nanti. Menghadapi dua pertandingan terakhir, fokus tim bukan hanya karena Borneo FC akan mewakili Indonesia menghadapi kompetisi di level Asia musim depan, melainkan ada sebuah sejarah besar yang ingin diukir bersama masyarakat Kalimantan Timur.

Keberhasilan ini nantinya ditegaskan bukan karena andil satu orang saja, melainkan buah dari kerja keras seluruh komponen tim yang hebat mulai dari jajaran pelatih, staf, pemain, hingga rekan-rekan media yang terus memberikan dukungan positif.

Di sisi lain, dukungan spiritual dari kota asal juga terus mengalir deras menuju Yogyakarta. Kelompok suporter setia Pusamania bersama dengan warga Sungai Pinang Luar bahkan sampai menggelar prosesi doa bersama dan ibadah salat hajat khusus yang dipimpin oleh tokoh agama setempat demi mendoakan kejayaan dan keselamatan Pesut Etam.

Menanggapi aksi solidaritas tersebut, Dandri mengaku merasa sangat terharu sekaligus bangga atas totalitas tanpa batas yang ditunjukkan oleh para pendukung fanatik Pesut Etam. Baginya, fakta bahwa rekan-rekan Pusamania sampai meluangkan waktu melaksanakan salat hajat demi tim adalah sesuatu yang sangat luar biasa.

Manajemen berharap Borneo FC bisa tampil sebagai yang terbaik di akhir musim secara mandiri, tanpa harus menggantungkan nasib juara pada hasil pertandingan tim lain. Sinergi positif dan rasa kepemilikan yang tinggi ini juga dirasakan langsung oleh masyarakat akar rumput.

Alus, salah seorang warga Sungai Pinang Luar yang ikut serta dalam jamaah salat hajat tersebut, mengungkapkan rasa bangganya yang mendalam terhadap klub kebanggaan warga Samarinda ini dan berharap penuh agar tahun ini trofi juara bisa mendarat di Kota Tepian.


0 Komentar