
Jamaah Haji Aceh Kloter 8 Menerima Dana Wakaf Baitul Asyi
Jamaah haji Aceh yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 8 menerima dana wakaf Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal atau setara dengan Rp 9,2 juta di Mekkah. Dana tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan dan bantuan dari wakaf yang telah berlangsung selama lebih dari 220 tahun.
Sebagai bentuk kebersamaan dan hubungan kekeluargaan, jamaah Kloter 8 menyerahkan ‘bungong jaroe’ kepada Nazhir wakaf Baitul Asyi, yaitu Syaikh Baltu. Oleh-oleh ini berupa kopi Aceh, ija krong, dan makanan khas Tanah Rencong. Penyerahan ini dilakukan usai para jamaah menerima dana wakaf tersebut.
Pada Jumat (15/5/2026) sore, penyerahan dana wakaf dilakukan di Pemondokan Burj Al Wahda Al Mutamayiz Hotel di Jarwal Mekkah. Keberadaan dana ini memberikan rasa syukur dan kegembiraan bagi para jamaah haji Aceh yang hadir.
Usai penerimaan dana, jamaah Kloter 8 Aceh yang diwakili oleh Ketua Kloter 8 BTJ Aceh, H Khalid Wardana, SAg, MSi, langsung menyerahkan kopi dan makanan kepada Syaikh Baltu. Hal ini menjadi simbol kebersamaan antara jamaah haji Aceh dan pengelola wakaf Baitul Asyi.
Jamaah Kloter 8 BTJ Aceh yang berasal dari Aceh Besar, Bireuen, dan Gayo Lues tiba di Mekkah pada Rabu (13/5/2026) pukul 17.30 Waktu Arab Saudi. Total jamaah yang tergabung dalam Kloter 8 adalah 393 orang, terdiri dari 142 laki-laki dan 251 perempuan.
Ketua Kloter 8 BTJ Aceh, H Khalid Wardana, SAg, MSi menjelaskan bahwa seluruh jamaah telah melaksanakan thawaf, sai, dan tahallul sebagai rangkaian ibadah haji tamattu. Dua hari setelah kedatangan, seluruh jamaah mendapat undangan dari Nazhir Wakaf Baitul Asyi untuk menerima dana wakaf tersebut.
Dana wakaf Baitul Asyi diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh jamaah haji dan masyarakat Aceh tentang pentingnya gerakan wakaf serta pemanfaatan potensi wakaf secara berkelanjutan. Tujuannya adalah untuk pemberdayaan ekonomi dan kemaslahatan umat, terutama meningkatkan peran dan tanggung jawab nazhir.
“Potensi wakaf di Aceh sangat besar, tetapi belum diberdayakan dan dikelola secara profesional,” ujar Khalid Wardana yang juga merupakan Wakil Ketua Badan Wakaf Indonesia (BWI) Aceh Besar.
Penyerahan dana wakaf Baitul Asyi untuk Kloter 8 dihadiri oleh Imam Besar Masjid Raya Baiturrahman, Tgk H Muhammad Ali/Abu Paya Pasi, Tgk Jamaluddin Affan, petugas Kloter 8 seperti Khalid Wardana, Tgk Mustafa, Nazaruddin Yahya, dr Farah Maulida, Syafruddin Rahu, dan Inong Sofiarini.
Dana wakaf Baitul Asyi berasal dari aset peninggalan Habib Abdurrahman bin Alwi al Habsyi atau Habib Bugak al Asyi, ulama asal Aceh yang mewakafkan hartanya untuk kepentingan masyarakat Aceh yang menunaikan ibadah haji.
Wakaf ini telah berlangsung selama 220 tahun, sejak pertama kali diikrarkan oleh Habib Bugak Asyi dan terus dikelola oleh nazhir yang diberi amanah untuk menjaga dan menyerahkannya kepada yang berhak.
Pada musim haji tahun 2026, pengelola wakaf Baitul Asyi menyalurkan sekitar 11,2 juta riyal kepada 5.426 jamaah haji asal Aceh. Nilai aset Wakaf Baitul Asyi diperkirakan lebih dari 200 juta riyal atau sekitar Rp 5,2 triliun. Aset berkembang menjadi bangunan strategis di Mekkah.
Di antaranya adalah Hotel Ajyad 25 lantai dan Menara Ajyad 28 lantai yang berlokasi dekat Masjidil Haram. Kedua bangunan tersebut mampu menampung lebih dari 7.000 orang.
0 Komentar