
SDN Manukan Kulon II/499 B Jadi Tim Paling Produktif di Fase Gugur
SDN Manukan Kulon II/499 B menunjukkan performa luar biasa dalam MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 2025–2026. Mereka menjadi tim paling produktif sepanjang turnamen dengan mencetak total 56 gol di fase gugur. Tim ini berhasil menyingkirkan juara Seri 1, SDN Kalirungkut I/264, pada babak perempat final setelah kalah 1-3.
Turnamen sepak bola putri yang berlangsung dari 12 hingga 17 Mei 2026 digelar di Lapangan Bola Krida Mandala dan Lapangan Bogowonto, Surabaya. Ajang yang diselenggarakan oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife ini diikuti oleh 1.620 siswi dari 78 SD dan MI di Surabaya dan sekitarnya. Sebanyak 73 tim berlaga di kategori KU 10, sementara 77 tim bertanding di kategori KU 12.
Juara Bertahan Tersingkir di Perempat Final
SDN Kalirungkut I/264, yang sebelumnya menjadi juara MilkLife Soccer Challenge Surabaya Seri 1 2025–2026, harus menghentikan langkahnya di babak perempat final. Mereka kalah 1-3 dari SDN Manukan Kulon II/499 B pada pertandingan yang berlangsung di Lapangan Bola Jala Krida Mandala, Sabtu (16/5/2026).
Performa SDN Manukan Kulon II/499 B terbilang dominan sejak fase gugur. Mereka mencatat kemenangan besar 16-0 pada babak 32 besar dan menang 12-0 atas SDN Gubeng 1 di babak 16 besar. Sementara pada fase grup, tim ini juga berhasil mengoleksi 25 gol.
Pelatih SDN Manukan Kulon II/499 B, Hamka Dwi Subekti, mengatakan konsistensi timnya tidak lepas dari persiapan matang dan latihan rutin yang dijalani para pemain. "Untuk performa para pemain pastinya harus selalu siap. Kami sudah melakukan persiapan dari awal dengan intensitas latihan konsisten. Saya selalu tekankan kepada para pemain bahwa latihan itu tidak hanya di lapangan. Untuk menambah skill memang harus menambah porsi latihan di rumah. Jadi untuk pembiasaan sentuhan kaki dengan bola," ucap Hamka Dwi Subekti.
Anindita Nadia Lesmana Pimpin Daftar Top Skor
Pemain SDN Manukan Kulon II/499 B, Anindita Nadia Lesmana, menjadi pemain paling subur sejauh turnamen dengan torehan 28 gol. Anindita mengungkapkan kedisiplinan latihan mandiri menjadi salah satu faktor yang membuat performanya terus meningkat. "Latihan secara disiplin di rumah, terus ditambah sendiri latihannya dan jaga konsistensi. Biasanya latihan jogging, squad, terus ball mastery. Biasanya kalau nggak ada kompetisi saya latihan seminggu tiga kali, tapi kalau dekat turnamen begini saya latihan setiap hari. Target saya di turnamen ini memang ingin menjadi top skorer dan semoga bisa jadi juara supaya nanti bisa ikut All Star," kata Anindita.
Selain pertandingan 7 vs 7, MLSC Seri 2 2025–2026 juga menghadirkan Festival SenengSoccer kategori KU 8 yang diikuti 93 atlet dari 15 SD dan MI. Festival tersebut bertujuan meningkatkan minat anak-anak usia 6 hingga 8 tahun terhadap sepak bola putri sejak dini. Penyelenggara juga menggelar Skill Challenge dengan lima materi uji ketangkasan, yakni 1 on 1, penalty shoot, dribbling, passing control, dan shoot on target.
MLSC All Stars Digelar Juni 2026 di Kudus
Setelah seluruh seri di 12 kota selesai digelar, program ini akan ditutup dengan MilkLife Soccer Challenge All Stars pada Juni 2026 di Supersoccer Arena, Kudus. Ajang tersebut akan mempertemukan pemain-pemain terbaik hasil kurasi dari seluruh kota penyelenggara. Para peserta juga akan mendapatkan pelatihan intensif melalui program MilkLife Soccer Extra Training.
Pada edisi tahun ini, format pertandingan All Stars berubah dari 7 vs 7 menjadi 9 vs 9. MilkLife Soccer Challenge 2025–2026 sendiri berlangsung di 12 kota, yakni Semarang, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Solo, Jakarta, Samarinda, Banjarmasin, Bekasi, Surabaya, Kudus, dan Malang. Dua kota baru, Samarinda dan Banjarmasin, ditambahkan untuk menjaring lebih banyak talenta pesepak bola putri potensial di Indonesia.
0 Komentar