Presiden Prabowo Panen Jagung di Tuban, 100 Ton Ekspor ke Malaysia

Presiden Prabowo Hadiri Panen Raya Jagung di Tuban

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto hadir dalam kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II di Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur (Jatim), pada Sabtu (16/5/2026). Acara ini dihadiri oleh jajaran Polri dan pejabat negara lainnya. Presiden tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB menggunakan kendaraan Maung MV3 Garuda bersama rombongan.

Selain menghadiri panen raya, Presiden juga turut serta dalam seremoni groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri dan peluncuran operasional 166 SPPG Polri. Kehadiran Presiden menunjukkan dukungan penuh terhadap program ketahanan pangan nasional yang digelar oleh institusi kepolisian.

Klaim Produksi Jagung dari Polri

Dalam sambutannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa Polri telah berkomitmen mendukung program ketahanan pangan nasional melalui penanaman jagung di berbagai wilayah Indonesia. Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini, Polri telah merealisasikan penanaman jagung pada lahan seluas 661.112 ribu hektare dengan estimasi hasil panen mencapai 3,9 juta ton.

“Kami terus bekerja keras untuk meningkatkan produksi jagung nasional. Tahun 2025 lalu, produksi jagung naik sebesar 6,7 persen atau sekitar 1,8 juta ton,” ujar Kapolri.

Ia juga menambahkan bahwa pada tahun 2026 terdapat potensi lahan seluas 1,37 juta hektare yang akan dilanjutkan pengelolaannya di seluruh Indonesia. Pada 8 Januari 2026 lalu, Polri telah melaksanakan panen raya kuartal pertama di lahan seluas 91 ribu hektare dengan hasil panen mencapai 884.129 ton jagung.

Sementara itu, hari ini, dipimpin langsung oleh Bapak Presiden, dilaksanakan panen raya jagung serentak kuartal II pada lahan seluas 189.760 hektare dengan potensi hasil panen mencapai sekitar 1,23 juta ton.

Ekspor Jagung ke Malaysia

Dari total hasil panen tersebut, sebanyak 100 ton jagung disebut akan diekspor ke Malaysia. Jagung dibeli dari petani dengan harga Rp6.500 per kilogram, dan dijual ke Malaysia seharga Rp7.000 per kilogram. Dengan demikian, terdapat nilai keuntungan sebesar Rp500 per kilogram.

Khusus di Kabupaten Tuban, Polri melakukan panen raya di lahan perhutanan sosial seluas 101,5 hektare dengan potensi hasil panen mencapai 690 ton jagung.

Pengembangan Produk Turunan Pertanian

Selain fokus pada sektor pertanian, Polri juga menggandeng UMKM lokal untuk mengembangkan produk turunan pertanian berupa briket arang dari bonggol jagung bernama Miracle Carbon.

“Kami telah mengembangkan produk briket bonggol jagung yang bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif rumah tangga, pendukung UMKM, penghangat kandang ayam hingga pengganti kayu bakar,” jelas Kapolri.

Fakta Penting tentang Panen Raya Jagung di Tuban

Beberapa fakta penting terkait acara panen raya jagung di Tuban adalah sebagai berikut:

  • Polri mengklaim telah menanam jagung di lebih dari 661 ribu hektare lahan.
  • Potensi hasil panen kuartal II disebut mencapai 1,23 juta ton jagung.
  • Sebanyak 100 ton jagung akan diekspor ke Malaysia.
  • Polri juga meluncurkan produk briket bonggol jagung bernama Miracle Carbon.
  • Groundbreaking 10 gudang ketahanan pangan Polri turut dilakukan dalam agenda tersebut.

Apresiasi Presiden atas Kinerja Polri

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengaku gembira dapat hadir langsung di kegiatan panen raya tersebut. Ia memberikan apresiasi terhadap kinerja Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Saya hari ini sangat gembira diundang di tempat ini. Saya melihat Polri luar biasa,” ujar Prabowo.

Menurut Presiden, keberhasilan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan. “Kalau organisasi baik, berarti pemimpinnya baik,” tandasnya.

0 Komentar