
Profil Gregoria Mariska, Atlet yang Mundur dari Pelatnas PBSI
Gregoria Mariska, atlet bulu tangkis Indonesia, resmi mengundurkan diri dari pemusatan latihan nasional (pelatnas) PBSI setelah 12 tahun berkontribusi untuk skuad Merah Putih. Keputusan ini diumumkan oleh PBSI melalui keterangan resmi. Dalam pernyataannya, PBSI menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi dan dedikasi yang telah diberikan oleh Gregoria selama masa keanggotaannya.
Alasan Pengunduran Diri
Dalam surat pengunduran dirinya, Gregoria menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pengurus dan pelatih PBSI atas kesempatan dan pengalaman yang telah didapatkannya. Ia mengaku bahwa kondisi kesehatannya belum pulih sepenuhnya akibat penyakit vertigo yang ia alami sejak Maret 2026. Hal ini membuatnya beberapa kali absen dari sejumlah turnamen internasional penting sepanjang musim.
Pengunduran diri ini juga telah dikomunikasikan kepada pelatih tunggal putri utama, Imam Tohari. Menurut informasi dari PBSI, Gregoria masih merasa belum memiliki kepercayaan diri untuk kembali bertanding dalam kondisi saat ini.
Kontribusi dan Prestasi Gregoria
Sebagai salah satu andalan sektor tunggal putri Indonesia, Gregoria telah menorehkan berbagai prestasi selama berlaga. Ia tampil di berbagai turnamen internasional dan menjadi bagian penting dalam regenerasi bulu tangkis putri Indonesia. PBSI menyampaikan apresiasi terhadap dedikasi dan perjuangan Gregoria selama membela Merah Putih di berbagai ajang internasional.
Beberapa prestasi terbaik Gregoria termasuk medali perunggu di Olimpiade Paris 2024 dan menjadi bagian dari tim Piala Uber yang memperoleh medali perak pada 2024. Selain itu, ia juga menjadi bagian dari tim Kejuaraan Asia yang menjadi juara di Selangor pada tahun 2011.
Perjalanan Karier Gregoria
Gregoria Mariska Tanjung, yang biasa dipanggil Jorji, lahir di Wonogiri pada 11 Agustus 1999. Kecintaannya pada bulu tangkis mulai tumbuh sejak usia 7 tahun ketika ia bergabung dengan PB. Mutiara Cardinal Bandung. Pada tahun 2013, ia ditarik oleh PBSI untuk masuk pelatnas Cipayung.
Di tahun 2014, Gregoria resmi bergabung dengan Pelatnas PBSI melalui kelompok atlet muda potensial. Pada 2017, ia berhasil menembus final turnamen Grand Prix Gold dan meraih gelar Juara Dunia Junior serta medali perunggu di SEA Games 2017.
Performa Gregoria terus meningkat hingga mencapai perunggu dalam Asian Games 2018 untuk tim beregu putri Indonesia. Meski sempat mengalami masa sulit antara 2019 hingga 2022, ia berhasil bangkit dan mencatat pencapaian penting pada 2023, seperti juara Spain Masters 2023 dan Kumamoto Masters Japan 2023.
Catatan Prestasi
Hingga kini, Gregoria telah mengoleksi total 23 medali yang terdiri dari perunggu, perak, dan emas. Capaian ini menunjukkan konsistensinya dalam meraih prestasi di berbagai ajang. Di turnamen India Open 2025, ia mencatat persentase kemenangan tertinggi sebesar 55 persen dengan tiga kemenangan dari empat pertandingan. Secara rinci, Gregoria memenangkan enam dari sepuluh gim dan menempati posisi ketiga setelah kalah dari atlet bulu tangkis Korea Selatan, An Se Young.
0 Komentar