Kondisi Ekonomi Indonesia Dinilai Stabil Meski Rupiah Lesu
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan yang menegaskan bahwa kondisi ekonomi dan sosial di Indonesia masih dalam keadaan baik. Meskipun nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penurunan, ia memastikan bahwa stabilitas pangan dan energi tetap terjaga.
Pada Sabtu siang (16/5) pukul 13.23 WIB, satu dolar AS setara dengan Rp 17.596. Nilai tukar ini menunjukkan tekanan terhadap rupiah, namun Prabowo menegaskan bahwa situasi tersebut tidak menyebabkan ketidakstabilan di dalam negeri.
“Banyak negara panik, Indonesia masih oke,” ujar Prabowo saat berbicara dalam sambutan meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur.
Ia juga menyampaikan keheranannya terhadap pihak-pihak yang merasa cemas akibat fluktuasi nilai tukar rupiah. “Sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak mengerti ya. Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps, akan keos, akan apa ya kan? Rupiah begini, rupiah begitu apa? Dolar begini, dolar,” katanya.
Prabowo menekankan bahwa sebagian besar masyarakat Indonesia tidak menggunakan dolar AS dalam aktivitas harian mereka. Oleh karena itu, dampak dari pelemahan rupiah dinilai tidak langsung dirasakan oleh masyarakat luas.
“Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?” tanyanya.
Sapi Kurban Presiden yang Membawa Kebanggaan
Selain isu ekonomi, berita tentang sapi kurban Presiden Prabowo Subianto juga menjadi perhatian publik. Seekor sapi jumbo bernama Abimanyu dipastikan menjadi hewan kurban pada perayaan Iduladha 1447 Hijriah/2026.
Abimanyu merupakan sapi jenis Simental cross dengan bobot mencapai sekitar 900 kilogram. Diperkirakan bobotnya akan terus meningkat hingga mendekati 1 ton saat hari raya tiba. Keistimewaan Abimanyu terletak pada ukuran tubuhnya yang besar serta ciri khas warna putih di bagian kakinya, seperti mengenakan kaos kaki.
Nama Abimanyu dipilih karena tokoh wayang yang gagah dan punya wibawa. Sugeng, pemilik sapi, mengaku tidak menyangka bahwa hewan peliharaannya bisa masuk dalam daftar hewan kurban presiden.
Proses seleksi untuk menentukan hewan kurban dilakukan secara ketat. Mulai dari pemeriksaan fisik, kesehatan, hingga penilaian bobot dan performa tubuh sapi. Menurut Sugeng, sapi dengan ukuran seperti Abimanyu membutuhkan perawatan ekstra, baik dari sisi pakan maupun kesehatan.
Setiap hari, Abimanyu mendapat asupan hijauan berkualitas, konsentrat, serta pengawasan rutin agar kondisinya tetap prima. Proses tawar-menawar antara peternak dan pihak terkait berjalan baik tanpa merugikan peternak.
Kabarnya, harga Abimanyu ditaksir mencapai Rp90 juta hingga Rp100 juta karena memiliki bobot dan performa di atas rata-rata sapi kurban biasanya.
Standar Ketat untuk Hewan Kurban Presiden
Menurut Kepala Bidang Peternakan Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaperta) Kabupaten Batang, M Arief Edyanto, sapi bantuan presiden harus memenuhi sejumlah kriteria ketat. Selain bobot besar, kondisi kesehatan hewan juga menjadi syarat utama.
Administrasi saat ini sedang diselesaikan, dan data visual serta hasil wawancara peternak sudah dikirimkan ke Sekretariat Presiden melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah.
Abimanyu merupakan hasil persilangan Simental dan Limosin, meski karakter genetik Simental masih lebih dominan. Dari sisi fisik, sapi tersebut dinilai memenuhi standar hewan kurban presiden.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Abimanyu sehat, tidak ada cacat fisik, kaki normal, tanduk utuh, ekor lengkap, dan alat reproduksi juga normal.
Pemkab Batang berharap kondisi kesehatan dan bobot Abimanyu tetap terjaga hingga waktu penyerahan hewan kurban menjelang Iduladha mendatang.
Terpilihnya sapi asal Batang sebagai kurban presiden dinilai menjadi kebanggaan sekaligus bukti bahwa kualitas peternakan lokal mampu bersaing di tingkat nasional.
0 Komentar