Satu Langkah Lagi Aisyah Saputri, Putri Petani Bangka Selatan, Berkibar Merah Putih di Istana

Satu Langkah Lagi Aisyah Saputri, Putri Petani Bangka Selatan, Berkibar Merah Putih di Istana

Kehidupan Sederhana yang Menghasilkan Mimpi Besar

Mata Aisyah Saputri (15) tampak memerah. Isak tangisnya pecah, tak lama setelah namanya diumumkan sebagai calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat pusat. Suasana haru menyelimuti ruangan, sementara Aisyah berusaha menenangkan diri, mengusap air mata yang terus mengalir di pipinya.

Siswi kelas 10 SMAN 1 Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung itu tak kuasa menahan emosi. Bibirnya bergetar, menahan rasa bahagia yang seolah tak terbendung. Ia seperti tak percaya perjalanan panjangnya berujung pada titik ini.

“Saya merasa terharu, tidak menyangka bisa sampai di titik ini. Saya sangat bahagia,” ujar Aisyah dengan suara lirih seusai pengumuman di Gedung BKPSDMD Bangka Belitung, Jumat (15/5/2026).

Aisyah bukan berasal dari keluarga berada. Ia adalah anak ketiga dari empat bersaudara, putri pasangan Siti Maysaroh dan Abu Satar. Sang ayah sehari-hari bekerja sebagai buruh tani semangka di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar. Sementara ibunya sesekali membantu di kebun semangka maupun karet. Di tengah keterbatasan, Aisyah tumbuh dengan semangat dan tekad kuat.

Ia bahkan kerap membantu orang tuanya di kebun sepulang sekolah. Kehidupan sederhana itu justru menempa mentalnya menjadi pribadi yang tangguh.

“Ayah kerja di kebun semangka. Ibu juga kadang ikut ke kebun. Saya juga sering bantu orang tua,” tuturnya.

Di balik kesehariannya, Aisyah menyimpan mimpi besar. Ia bercita-cita menjadi polisi wanita. Baginya, kesempatan lolos seleksi Paskibraka menjadi langkah awal untuk membuktikan bahwa ia mampu meraih impian tersebut.

Perjalanan menuju seleksi tingkat pusat bukan perkara mudah. Berbagai tahapan harus dilalui, mulai dari tes jasmani, kesamaptaan fisik, hingga penilaian sikap dan kepribadian. Dalam setiap proses, Aisyah selalu mengingat pesan orang tuanya untuk tidak mudah menyerah.

“Kamu harus lebih dari kakak-kakakmu. Kamu harus lebih hebat dari mereka,” kata Aisyah menirukan pesan yang selalu ia pegang teguh. Motivasi itulah yang terus mendorongnya bertahan, bahkan saat rasa lelah datang. Ia menanamkan keyakinan dalam dirinya bahwa kerja keras akan membuahkan hasil.

“Saya selalu yakin dengan diri sendiri. Persiapan itu harus percaya diri, melatih fisik, serta menjaga sikap dan attitude,” ujarnya.

Enam Perwakilan dari Bangka Belitung

Aisyah menjadi satu dari enam perwakilan Bangka Belitung yang lolos ke tahap seleksi berikutnya. Lima peserta lain yakni Azam Fakhriansyah (SMAN 2 Tanjungpandan), Ervidianto (SMAN 1 Belinyu), M Furqoen Nul Hakim (SMAN 1 Manggar), Ayu Lisa Putri (SMAN 1 Tanjungpandan), dan Fira Haniyah (SMAN 2 Pangkalpinang). Mereka akan melanjutkan perjuangan di tingkat pusat, bersaing dengan perwakilan dari seluruh provinsi di Indonesia.

Koordinator Tata Kelola Kepaskibrakaan BPIP, Devi Vijayanti Octavia, menjelaskan bahwa keenam peserta tersebut merupakan tiga pasang calon Paskibraka yang akan mengikuti tahapan verifikasi di tingkat pusat. Proses tersebut mencakup pemeriksaan administrasi serta hasil medical check up.

“Data administrasi akan kami verifikasi kembali, termasuk hasil pemeriksaan kesehatan. Semua harus sesuai sebelum masuk tahap berikutnya,” ujar Devi.

Peserta yang lolos tahap verifikasi akan dipanggil bersama perwakilan dari 38 provinsi lainnya untuk mengikuti seleksi lanjutan. Dari proses tersebut, nantinya hanya satu pasang yang akan dipilih untuk mewakili masing-masing provinsi di tingkat nasional.

“Dari tiga pasang, akan disaring menjadi satu pasang. Pengumuman direncanakan pertengahan Juni, dan pemusatan pendidikan serta pelatihan dimulai Juli,” katanya.

Bagi Aisyah, perjalanan ini belum selesai. Namun, langkahnya sejauh ini sudah menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga daerah asalnya.

0 Komentar