
Penolakan Terhadap Rencana Kedatangan Agam Rinjani
Ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, menyampaikan bahwa penolakan terhadap rencana kedatangan Agam Rinjani bukan hanya terkait dengan pembuatan konten. Menurut Royal, masih ada beberapa persoalan yang belum terselesaikan terkait donasi yang dihimpun selama proses penyelamatan Juliana Marins pada 2025. Ia menegaskan bahwa dana tersebut seharusnya digunakan untuk mendukung kebutuhan operasi penyelamatan, termasuk membantu relawan, porter, serta biaya peralatan yang digunakan selama evakuasi.
"Ada banyak janji dan utang yang belum diselesaikan, terutama yang berkaitan dengan donasi Juliana. Jangan sampai kedatangannya ke Rinjani justru menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas," ujar Royal.
Selain itu, Forum Wisata Lingkar Rinjani juga menolak penyematan julukan "Pawang Rinjani" kepada Agam. Mereka berpendapat bahwa gelar tersebut memiliki makna budaya dan tidak bisa diberikan secara sembarangan karena berkaitan dengan nilai adat dan kearifan lokal masyarakat di sekitar Gunung Rinjani.
Tokoh Adat Angkat Bicara
Tokoh adat Sembalun, Mertawi, memberikan penjelasan mengenai ramainya penyematan gelar "Pawang Rinjani" kepada Agam. Ia menegaskan bahwa gelar tersebut bukan sekadar julukan, melainkan bagian dari tradisi yang hanya bisa diberikan melalui musyawarah masyarakat adat di lingkar Gunung Rinjani.
"Menurut tradisi kita, khususnya yang tinggal di lingkar Rinjani, tidak semudah itu untuk menyebut diri sebagai Pawang Rinjani," ujar Mertawi. Ia menjelaskan bahwa sejak dahulu gelar tersebut diberikan kepada sosok yang memiliki tanggung jawab adat, moral, dan spiritual terhadap Gunung Rinjani serta masyarakat di sekitarnya.
Karena itu, Mertawi berharap siapa pun tidak sembarangan menggunakan atau menyematkan gelar tersebut tanpa melalui mekanisme adat yang berlaku.
Sosok Agam Rinjani
Agam Rinjani dikenal luas setelah ikut membantu proses evakuasi Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang terjatuh ke jurang sedalam sekitar 600 meter di kawasan Cemara Nunggal, Gunung Rinjani, pada Juni 2025. Berdasarkan hasil autopsi, Juliana meninggal dunia akibat trauma berat setelah mengalami benturan keras yang menyebabkan patah tulang belakang, dada, dan paha serta kerusakan organ dalam.
Agam Rinjani merupakan seorang relawan pencarian dan penyelamatan (rescuer) yang terlibat dalam misi evakuasi Juliana Marins. Juliana merupakan WNA asal Brasil yang jatuh saat pendakian pada 21 Juni 2025 lalu dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Agam memiliki nama asli Abdul Haris Agam.
Agam dinilai warganet Brasil sebagai seorang pahlawan evakuasi jenazah Juliana Marins. Pada saat itu, ia membuka donasi untuk evakuasi Juliana Marins meski awalnya sempat menolak. Menurut Agam, apa yang ia lakukan terhadap Juliana Marins adalah bentuk kemanusiaan. Ia melakukan misi evakuasi bersama Tim SAR dengan niat tulus. Namun, pada akhirnya Agam mau menerima sumbangan.
Meski begitu, ia akan membagi uang tersebut dengan rekan-rekan yang terlibat dalam penyelamatan. Agam juga akan menggunakan dana tersebut untuk melakukan reboisasi terhadap gunung-gunung yang dilaluinya di Indonesia.
Penggalangan Dana yang Menggelegar
Awal mula Agam membuka donasi yakni saat ia melakukan live atau siaran langsung di media sosial. Kemudian beberapa orang berinisiatif menggalang dana untuk disalurkan kepada Agam. Sejak Kamis (26/6/2025), beredar gerakan open donasi di kalangan warganet Brasil sebagai bentuk penghargaan terhadap Agam Rinjani.
Donasi yang terkumpul telah melampaui target. Target awal: 350.000 real Brasil
Terkumpul: 451.226 real Brasil
Setara: ± Rp1.335.196.685 (kurs saat ini)
Penggalangan dana dilakukan melalui situs resmi voaa.me/agam, platform donasi yang banyak digunakan di Brasil. Dalam sejumlah unggahan yang beredar di media sosial, open donasi ini disebut sebagai bentuk apresiasi dari warga Brasil terhadap keberanian dan dedikasi Agam dalam misi penyelamatan yang menyita perhatian publik Brasil.
Beberapa postingan bahkan mencantumkan nomor rekening pribadi Agam, lengkap dengan SWIFT code dan email atas namanya, sebagai alternatif donasi langsung. Hal ini makin memperkuat validitas kampanye dan keterlibatan langsung sang rescuer.
Hingga artikel ini dipublikasikan, belum ada pernyataan resmi terkait mekanisme penyaluran dan penggunaan dana yang telah terkumpul. Namun donasi terus mengalir, menunjukkan antusiasme dan solidaritas warga Brasil terhadap aksi kemanusiaan yang dilakukan Agam.
Sosok Agam dielu-elukan usai melakukan evakuasi terhadap Juliana Marins.
0 Komentar