Agam Rinjani Ditolak Masuk, Ini Bantahan yang Menggemparkan

Polemik Kedatangan Agam Rinjani ke Gunung Rinjani

Agam Rinjani, sosok yang dikenal sebagai pahlawan evakuasi pendaki asal Brasil, Juliana Marins, kembali menjadi perbincangan setelah rencana kedatangannya ke Gunung Rinjani menuai penolakan. Dalam polemik ini, banyak pihak memberikan tanggapan, baik dukungan maupun kritik terhadap tindakan Agam.

Penolakan dari Forum Wisata Lingkar Rinjani

Forum Wisata Lingkar Rinjani menolak kedatangan Agam Rinjani bersama konten kreator Panji Petualang untuk memperingati satu tahun proses evakuasi Juliana. Penolakan tersebut dipicu oleh beberapa isu, termasuk adanya dugaan belum selesainya masalah pengelolaan donasi evakuasi Juliana dan penyematan gelar "Pawang Rinjani" kepada Agam.

Menurut ketua Forum Wisata Lingkar Rinjani, Royal Sembahulun, penolakan ini dilakukan karena masih ada janji dan utang yang belum diselesaikan terkait donasi Juliana. Ia mengkhawatirkan bahwa kedatangan Agam justru akan menjadi ajang pencitraan di tengah masalah yang belum tuntas.

Selain itu, forum juga mempersoalkan penyematan julukan "Pawang Rinjani" kepada Agam. Menurut tokoh adat Sembalun, Mertawi, gelar tersebut merupakan bagian dari tradisi masyarakat adat dan tidak bisa disematkan secara sembarangan tanpa melalui musyawarah komunitas adat di lingkar Gunung Rinjani.

Dukungan dari Mustiadi

Di tengah polemik tersebut, Mustiadi dari Edelweis Medical Help Center membela Agam Rinjani. Ia mengakui bahwa Agam viral di media sosial saat mengevakuasi Juliana Marins. Mustiadi menyebutkan bahwa Agam telah berkomitmen untuk melakukan penghijauan pada tahun ini, meskipun ia tidak bisa melaksanakan kegiatan tersebut di musim hujan lalu karena banyaknya kegiatan.

Mustiadi juga mengungkit aktivitas Agam Rinjani yang telah cukup lama melakukan evakuasi sejak 2016. Ia menyampaikan bahwa Agam dianggap sebagai saudara masyarakat Sembalun dan bahwa masyarakat setempat menerima kedatangannya.

Aktivitas Agam Rinjani

Meski belum berbicara mengenai polemik tersebut, aktivitas Agam Rinjani terlihat melalui akun Instagram pribadinya yang terverifikasi @agam_rinjani. Unggahan terakhir Agam menunjukkan produk dengan nuansa pegunungan. Selain itu, ia juga memperlihatkan aktivitasnya yang diunggah pada dua hari yang lalu.

Agam mengunggah foto saat dirinya menerima penghargaan dari Kemenhut untuk tim evakuasi tahun 2025. Ia juga ikut dalam koordinasi perencanaan sistem tata kelola pendakian bersama Kementerian Tahun 2025. Terlihat, Agam bersalaman dengan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia juga mengunggah foto pelatihan Skyger 2025 pasca-kejadian Juliana di Bandung tahun 2025.

Tak hanya itu, ia juga mengikuti pelatihan sertifikasi Porter dan Suide Sembalun oleh Skyger tahun 2025. Agam juga menghadiri pelepasan Tim Ekspedisi Pelayaran Akademis Makassar-Thailand bersama Korpala Unhas pada tahun 2025. Ada pula, ia mengunggah saat mengikuti kegiatan budaya ngasuh gunung di Sajang-Sembalun tahun 2025.

Bahkan, ia sempat terbang ke Brasil menghadiri Conference Of The Parties 30. Agam juga terjun dalam bencana Aceh pada 11 Desember-22 Januari tahun 2026.


Aktivitas Agam Rinjani

Permintaan Dukungan

Dalam captionnya, Agam Rinjani menulis daftar perjalanan yang ia lakukan. Ia pun meminta dukungan agar bisa kembali ke Sembalun.

"Doakan segera kesembalun ya! Terimakasih atas dukungan nya selama ini, semoga kedepan kegiatan-kegiatan bisa bermanfaat bagi orang -orang di sekitar kita, Aamiin," katanya.

Tanggapan dari Panji Petualang

Panji Petualang, yang bersama Agam Rinjani merencanakan kedatangan ke Gunung Rinjani, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Lombok. Ia mengaku tidak mengetahui adanya persoalan lama yang melatarbelakangi penolakan terhadap rencana kedatangan Agam dan mengaku salah telah memakai istilah "Pawang Rinjani" dalam unggahan di media sosialnya.

0 Komentar