Bersih-Bersih Besar-Besaran: 883 Dapur MBG Tutup Permanen dari Sumatera ke Jawa

Bersih-Bersih Besar-Besaran: 883 Dapur MBG Tutup Permanen dari Sumatera ke Jawa

Perubahan Besar di Program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini memasuki fase perubahan besar yang signifikan. Dengan pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN), serta berbagai masalah yang muncul terkait sanitasi, keracunan makanan, dan tata kelola, pemerintah mengambil langkah-langkah drastis untuk melakukan pembenahan dari hulu ke hilir.

Pemutusan Hubungan Kerja Terhadap Ratusan Pegawai

Penataan internal BGN langsung menargetkan jajaran pegawai yang dinilai tidak mematuhi regulasi dan kedisiplinan kerja. Sebanyak 261 pegawai non-ASN resmi diberhentikan dari posisinya, termasuk 224 pegawai operasional dan 37 tenaga ahli. Sudaryono, Kepala BGN yang baru dilantik, menjelaskan bahwa alasan utama adalah adanya dugaan pelanggaran disiplin.

"Per hari ini kami telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN, yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN dan 37 tenaga ahli. Pegawai non-ASN ini diberhentikan salah satu dan paling besar adalah karena adanya diduga pelanggaran tidak disiplin," ujarnya.

Selain itu, penertiban juga menjangkau Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Beberapa temuan pelanggaran tergolong serius, mulai dari dugaan keterlibatan dalam praktik judi online hingga penyalahgunaan anggaran. "Selanjutnya, kami telah memproses ada temuan melakukan pelanggaran berat atau disiplin berat, ini adalah ASN dan P3K, dan besar kemungkinan yang bersangkutan akan kami proses pemecatan."

Penutupan Permanen 883 Dapur SPPG

Di lini pelayanan, BGN secara resmi menghentikan operasional 883 dapur MBG yang dianggap gagal memenuhi kriteria standar operasional, terutama menyangkut aspek higienitas, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), variasi menu, serta catatan insiden keracunan.

Rincian dapur yang ditutup permanen meliputi: * Wilayah I (Sumatera): 98 dapur * Wilayah II (Jawa & Madura): 311 dapur * Wilayah III (Luar Jawa / Indonesia Timur): 424 dapur

Sudaryono menjelaskan bahwa penutupan kali ini menerapkan aturan main yang jauh lebih ketat dibanding sebelumnya. Dapur yang bermasalah tidak lagi menerima anggaran sama sekali.

"Dapur yang disuspen secara permanen ini itu bukan kayak yang lalu. Misalnya dulu disuspen tapi tetap dibayar, kalau ini sudah suspen tutup, enggak dibayar. Ini betul-betul adalah suspen karena pelanggaran," kata Sudaryono.

Distribusi Makanan Tetap Aman

Meski ratusan dapur ditutup seketika, BGN menjamin anak-anak sekolah dan kelompok penerima manfaat lainnya tidak akan kehilangan hak makan siang gratis mereka. Porsi dari dapur yang dinonaktifkan akan dialihkan ke dapur terdekat yang memenuhi standar.

"Kami memastikan kalau ada dapur yang disuspen, yang tadinya menerima manfaat jangan sampai tidak menerima. Begitu disuspen, secara otomatis kami akan membagi porsi layanan yang tadinya disediakan oleh dapur yang disuspen itu kepada dapur-dapur lain," tuturnya.

Selain itu, BGN mengeluarkan instruksi keras bagi seluruh pengelola SPPG agar tidak memakai barang-barang bersubsidi seperti Minyakita, LPG 3 kg, maupun beras SPHP. Pengelola juga diwanti-wanti untuk tidak melakukan pengelebungan harga (mark-up), meminta komisi (fee), atau menerima gratifikasi dalam bentuk apa pun.

Nakhoda Baru BGN dan Respon Positif dari Daerah

Langkah pembersihan masif ini diresmikan setelah Presiden Prabowo Subianto melantik Sudaryono sebagai Kepala BGN pada Rabu (22/7/2026), menggantikan Nanik S Deyang yang mengundurkan diri. Pengangkatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 78B Tahun 2026.

Sumpah jabatan di Istana Negara dipandu langsung oleh Presiden Prabowo: "Demi Allah saya bersumpah bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, serta akan menjalankan segara peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi dharma bakti saya kepada bangsa dan negara," ujar Prabowo diikuti oleh Sudaryono di Istana.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan, bekerja sebaik-baiknya, dengan penuh rasa tanggung jawab," sambungnya.

Langkah tegas BGN dalam memperbaiki tata kelola program ini mendapat respons hangat dari daerah. Wakil Bupati Karanganyar sekaligus Ketua Satgas MBG Kabupaten Karanganyar, Adhe Eliana, menyambut positif pergantian kepemimpinan ini.

“Kami mengapresiasi keputusan pemerintah melakukan pergantian pimpinan BGN. Harapannya, pelaksanaan program MBG ke depan semakin baik, baik dari sisi penerima manfaat maupun dampak positif yang dirasakan masyarakat secara luas,” kata Adhe.

Ia menekankan bahwa keberhasilan MBG tidak sebatas membagi porsi makanan, tetapi juga menciptakan rantai ekonomi lokal yang melibatkan UMKM, peternak, dan petani.

“Program ini tidak hanya soal pemberian makanan bergizi, tetapi juga harus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Keterlibatan petani, peternak, dan UMKM menjadi bagian penting dari keberhasilan program MBG,” ujarnya.

“Secara umum program MBG berjalan baik. Kami juga terus melakukan evaluasi agar setiap kendala yang muncul bisa segera ditangani,” tambah Adhe sembari memastikan bahwa kasus keracunan makanan di wilayahnya sudah dapat ditekan penuh.

0 Komentar