
Kemenangan Bersama Thailand dan Indonesia di Banyuwangi BMX Supercross 2026
Pada hari pertama penyelenggaraan Banyuwangi BMX Supercross 2026, pembalap dari Thailand dan Indonesia berhasil berbagi gelar juara. Komet Sukprasert dari Thailand menjadi yang tercepat di kelas men elite, sedangkan Amellya Nur Sifa dari Indonesia tampil sebagai yang terbaik di nomor women elite.
Lomba yang digelar di Sirkuit BMX Banyuwangi ini berlangsung dengan persaingan yang sangat ketat. Lintasan supercross sepanjang 465 meter menguji kecepatan, teknik, serta daya tahan para pembalap. Atmosfer kompetisi semakin memanas ketika beberapa rider terjatuh akibat sengitnya perebutan posisi di setiap tikungan dan rintangan.
Komet Sukprasert Dominasi Kelas Men Elite
Komet Sukprasert berhasil mencatatkan waktu tercepat dalam final kelas men elite dengan waktu 43 detik. Ia berhasil mengalahkan dua pembalap Indonesia, yaitu Muhammad Fattahillah dan Firman Chandra Alim, yang finis di posisi kedua dan ketiga. Sementara posisi keempat dan kelima ditempati oleh Yosi Saputro dan Rio Akbar.
Komet mengaku senang bisa kembali berlaga di Banyuwangi setelah sekian lama tidak datang. Ia menyebutkan bahwa lintasan BMX Banyuwangi kini jauh lebih menantang karena telah berstandar supercross. “Saya sudah dua kali datang ke Banyuwangi. Terakhir sekitar tujuh tahun lalu. Sekarang lintasannya sudah menjadi supercross. Track-nya sangat panjang dan sangat bagus. Orang-orang di Banyuwangi juga sangat baik,” ujar Komet usai menerima gelar juara dari Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.
Ia menjelaskan bahwa persaingan berlangsung sangat ketat karena sebagian besar lawannya adalah pembalap yang sering bertemu di berbagai kejuaraan internasional. “Saya datang ke Banyuwangi tujuannya ingin menang. Semua orang datang ke sini untuk menang. Kami juga datang untuk mengejar poin UCI sebagai bagian dari persiapan menuju Olimpiade BMX berikutnya,” tambahnya.
Muhammad Fattahillah Puji Kualitas Lintasan Banyuwangi
Muhammad Fattahillah mengaku bersyukur mampu memperbaiki pencapaiannya dibandingkan tahun lalu. Setelah sebelumnya finis di posisi keempat dan ketiga, kali ini ia berhasil naik ke podium kedua. Ia berharap Banyuwangi terus menjadi tuan rumah kejuaraan karena memiliki satu-satunya lintasan BMX supercross di Indonesia yang memenuhi standar internasional.
“Hanya di Banyuwangi satu-satunya track supercross di Indonesia. Track-nya bagus dan memiliki ciri khas sendiri yakni sangat panjang. Jadi butuh endurance yang ekstra, tenaga yang kuat, dan skill yang memadai,” ucap dia.
Amellya Nur Sifa Juara di Nomor Women Elite
Di nomor women elite, pembalap Tim Nasional Indonesia, Amellya Nur Sifa, berhasil menjadi juara setelah tampil tercepat pada babak final. Posisi runner-up ditempati oleh pembalap Thailand, Chutikan Kitwanitsathian.
Bagi Amellya, kejuaraan di Banyuwangi memiliki arti penting karena menjadi bagian dari evaluasi performa menjelang tampil di ajang dunia. “Saya tidak pernah absen ikut kejuaraan BMX di Banyuwangi. Karena bagian dari evaluasi performa, sebelum tampil pada UCI BMX Racing World Championships di Brisbane, Australia mendatang,” kata peraih medali emas Asian Games 2023 dan ASEAN BMX Racing Cup 2026 itu.
Sepanjang hari pertama perlombaan, lintasan supercross Banyuwangi kembali menunjukkan tingkat kesulitannya. Dengan karakter trek yang panjang, obstacle 4 height jump, serta dua start gate setinggi lima dan delapan meter, sejumlah pembalap mengalami insiden terjatuh akibat tingginya intensitas persaingan di setiap heat balapan.
Hasil Lengkap Banyuwangi BMX Supercross 2026
Berikut hasil lengkap dari Banyuwangi BMX Supercross 2026:
Men Elite 1. Komet Sukprasert (Thailand) 2. Muhammad Fattahillah (Indonesia) 3. Firman Chandra Alim (Indonesia) 4. Yosi Saputro (Indonesia) 5. Rio Akbar (Indonesia)
Women Elite 1. Amellya Nur Sifa (Indonesia) 2. Chutikan Kitwanitsathian (Thailand)
Men Junior 1. Muhammad Bagus Refansha (Indonesia) 2. Muhammad Firmandhika Alhamzah (Indonesia) 3. Muhammad Fernando Van Persie Augusta (Indonesia)
0 Komentar