
Dana BOS 2026 untuk Sekolah Dasar di Kabupaten Mojokerto
Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, mendapatkan suntikan dana yang cukup besar dalam bentuk Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun 2026. Sebanyak 422 Sekolah Dasar (SD) di wilayah ini menerima alokasi dana sebesar Rp 54,7 miliar. Dana tersebut bertujuan untuk memastikan operasional sekolah tetap berjalan optimal tanpa memberatkan orang tua siswa.
Dari total 422 SD tersebut, SDN Canggu menjadi penerima alokasi terbesar dengan nilai mencapai Rp 601 juta. Anggaran yang diterima oleh SDN Canggu bukan tanpa alasan. Besaran Dana BOS berbanding lurus dengan jumlah siswa suatu sekolah yang terdaftar dalam Daftar Pokok Pendidikan atau Dapodik. Oleh karena itu, semakin besar jumlah siswa maka besaran dana BOS yang dikelola akan semakin besar.
Berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1/P/2026, satuan biaya Dana BOS SD di Mojokerto adalah Rp 920.000 per siswa. SDN Canggu tercatat memiliki 654 siswa, sehingga menjadi sekolah dengan jumlah siswa terbanyak di Mojokerto.
Berikut adalah rincian alokasi Dana BOS 2026 untuk SD di Kabupaten Mojokerto:
Rincian Alokasi Dana BOS SD di Mojokerto
- Total Sekolah: 422 SD (Negeri & Swasta)
- Total Anggaran: Rp 54.725.280.000
- Total Siswa: 59.484 peserta didik
Daftar Alokasi Dana BOS 2026 SD di Mojokerto
| No | Nama Satuan Pendidikan | Jumlah Peserta Didik | Satuan Biaya (Rupiah) | Besaran Alokasi Dana Satu Tahun (Rupiah) |
|---|---|---|---|---|
| 1 | SDN CANGGU | 654 | 920.000 | 601.680.000 |
| 2 | SDN MOJOSARI | 648 | 920.000 | 596.160.000 |
| 3 | SDIT FIRDAUS | 553 | 920.000 | 508.760.000 |
| 4 | SDI AL-AKBAR | 506 | 920.000 | 465.520.000 |
| 5 | SDIT AL ANWAR | 500 | 920.000 | 460.000.000 |
| 6 | SDN WONOKUSUMO | 411 | 920.000 | 378.120.000 |
| 7 | SDN TROWULAN | 400 | 920.000 | 368.000.000 |
| 8 | SDN SOOKO 2 | 391 | 920.000 | 359.720.000 |
| 9 | SDN KEBONAGUNG | 390 | 920.000 | 358.800.000 |
| 10 | SDN JABON 1 | 386 | 920.000 | 355.120.000 |
Perbandingan Dana BOS antara Mojokerto dan Batam
Dibandingkan dengan Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Batam, Dana BOS 2026 untuk SD di Kabupaten Mojokerto lebih kecil. Pemerintah mengalokasikan Dana BOS 2026 sebesar Rp 151.717.440.000 untuk 366 SD di Batam dengan satuan biaya Rp 1.120.000 per siswa.
Dengan alokasi dana yang cukup besar, pemerintah kabupaten Mojokerto berkomitmen untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerahnya. Dana BOS tersebut juga digunakan untuk memperbaiki fasilitas dan sarana belajar di sekolah-sekolah dasar.
Faktor Penentu Alokasi Dana BOS
Selain jumlah siswa, beberapa faktor lain juga turut memengaruhi alokasi Dana BOS. Misalnya, kondisi infrastruktur sekolah, kebutuhan pengadaan buku dan alat pelajaran, serta program-program khusus yang dilaksanakan oleh masing-masing sekolah.
Pemerintah juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan dana BOS agar dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh siswa dan guru.
Strategi Pengelolaan Dana BOS
Sekolah-sekolah yang menerima Dana BOS diwajibkan menyusun rencana anggaran dan laporan penggunaan dana secara berkala. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa dana tersebut digunakan sesuai dengan tujuan utamanya, yaitu meningkatkan mutu pendidikan.
Beberapa sekolah juga melakukan kerja sama dengan komite sekolah dan pihak swasta untuk memperluas sumber dana tambahan. Dengan begitu, dana BOS bisa digunakan secara optimal dan efisien.
Manfaat Dana BOS bagi Sekolah
Dana BOS tidak hanya digunakan untuk kebutuhan operasional harian, seperti pembelian buku, alat tulis, dan biaya listrik, tetapi juga untuk pengembangan kualitas guru dan peningkatan kapasitas sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan yang lebih baik.
Selain itu, dana BOS juga membantu dalam pengadaan peralatan teknologi pendidikan, seperti komputer dan proyektor, yang sangat penting dalam proses belajar mengajar modern.
Kesimpulan
Dana BOS 2026 yang dialokasikan kepada 422 SD di Kabupaten Mojokerto merupakan langkah strategis pemerintah dalam mendukung sistem pendidikan yang lebih baik. Dengan alokasi yang cukup besar, sekolah-sekolah dapat menjalankan operasionalnya secara optimal dan memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada siswa-siswi.
SDN Canggu, sebagai penerima dana terbesar, menjadi contoh bagaimana jumlah siswa memengaruhi alokasi dana BOS. Dengan jumlah siswa yang terbanyak, sekolah ini memiliki tanggung jawab besar dalam memanfaatkan dana tersebut secara efektif dan efisien.
Melalui pengelolaan yang baik, dana BOS diharapkan dapat menjadi fondasi kuat dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mojokerto.
0 Komentar