Danantara Pantau Pembangunan IKN, Ini Hasilnya!


gubukinspirasi.id.CO.ID, JAKARTA

Peninjauan Proyek IKN oleh Dewan Komisaris DAM

PT Hutama Karya (Persero) menerima kunjungan dari Dewan Komisaris PT Danantara Asset Management (DAM) untuk meninjau langsung proses pembangunan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Komisaris Utama DAM, Rabin Indrajad Hattari, menjelaskan bahwa peninjauan ini merupakan bagian dari pengawalan agenda strategis nasional yang lebih luas.

"Pembangunan IKN tidak berdiri sendiri, tetapi terhubung dengan agenda besar penguatan sektor energi dan hilirisasi yang sedang kami kawal. Infrastruktur yang andal menjadi penopang bagi tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru," ujar Rabin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin (29/6/2026).

Direktur Operasi I Hutama Karya, Gunadi, menyambut baik kedatangan delegasi DAM dan memaparkan perkembangan proyek yang dikerjakan perusahaan di kawasan IKN. Menurutnya, beberapa proyek yang masih dalam tahap pengerjaan mencatatkan progres di atas rencana.

"Hingga Mei 2026, Proyek Jalan Tol IKN Segmen 5B ruas Jembatan Pulau Balang-Simpang Riko telah mencapai 96,24 persen, sementara Segmen 3A-2 Karangjoang-KKT Kariangau mencapai 88,35 persen. Adapun pembangunan Jalan Kawasan Yudikatif IKN telah mencapai 22,20 persen," ucap Gunadi.

Gunadi menambahkan bahwa capaian tersebut menunjukkan pelaksanaan pekerjaan berjalan sesuai target pada sejumlah paket proyek. Di kawasan gedung lembaga tinggi negara, lanjutnya, pembangunan Gedung Mahkamah Agung dan Plaza Keadilan serta Gedung MPR masih berada pada tahap awal konstruksi dengan progres masing-masing 7,26 persen dan 6,01 persen per 24 Juni 2026.

Hutama Karya, kata Gunadi, menjalankan sejumlah penugasan pembangunan infrastruktur di IKN yang menjadi Proyek Strategis Nasional. Ia menegaskan komitmen perusahaan dalam menjalankan setiap penugasan dengan disiplin pelaksanaan dan tata kelola yang baik, sejalan dengan dukungan terhadap Asta Cita Pemerintah.

"Kami berterima kasih atas kehadiran Dewan Komisaris Danantara yang meninjau langsung perkembangan proyek di IKN," kata Gunadi.

Pembangunan IKN untuk Transformasi Ekonomi

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyebut pembangunan IKN, ibu kota baru Indonesia yang berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, diarahkan menuju transformasi ekonomi.

"Kajian mengenai dampak ekonomi pembangunan ibu kota baru Indonesia terhadap wilayah sekitar terus dilakukan," ujar Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN Mia Amalia, saat ditanya mengenai dampak positif pembangunan di Sepaku, Penajam.

Menurut Mia, hasil kajian dan pemahaman berbasis data sangat diperlukan agar pembangunan IKN dapat terus diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi. Dengan demikian, dampak ekonomi pembangunan IKN terhadap berbagai wilayah di sekitarnya, termasuk Kalimantan Timur, Pulau Kalimantan, hingga tingkat nasional, dapat diketahui secara lebih komprehensif.

Analisis dampak ekonomi dilakukan tidak hanya di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN, tetapi juga mencakup wilayah Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan. Analisis dampak pembangunan tahap awal selanjutnya diperbarui secara berkala untuk memahami dampak pembangunan IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) dalam mendukung transformasi ekonomi nasional, jelas Mia.

Hasil analisis tersebut menunjukkan perekonomian Kalimantan Timur mengalami pertumbuhan sekitar 3,7 persen dibandingkan sebelum pembangunan IKN atau tumbuh lebih tinggi dibandingkan dengan provinsi lainnya. Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara sebagai daerah terdekat IKN juga meningkat sekitar 19,9 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur.

Konsep Greater Nusantara untuk Pertumbuhan Ekonomi

Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Ibnu Yahya mengatakan pembangunan IKN berperan dalam mendorong transformasi ekonomi Kalimantan Timur agar tidak hanya bertumpu pada sektor ekstraktif.

Transformasi tersebut perlu diarahkan melalui penguatan hilirisasi, pengembangan sektor bernilai tambah, serta peningkatan kompleksitas produksi agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih berkelanjutan.

Konsep tiga kota (tri-city) yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2022 tentang Ibu Kota Negara berkembang menjadi Greater Nusantara, yang mencakup IKN, Kota Balikpapan, Kota Samarinda, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Menurut Ibnu, konsep tersebut menunjukkan hasil yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi sebagaimana tergambar dalam analisis dampak ekonomi yang disampaikan Otorita IKN. Ia berharap IKN dan SEN mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur sesuai target yang telah ditetapkan.

0 Komentar