Dua Remaja Hilang di Air Terjun Tujuh Bidadari, Satu Ditemukan Meninggal

Pencarian Muhammad Ilham Memasuki Hari Kedelapan

Pencarian terhadap Muhammad Ilham (17), seorang remaja asal Gampong Meunasah Rayeuk LB, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, memasuki hari kedelapan. Operasi pencarian dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Basarnas, BPBD, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat setempat. Korban dilaporkan hilang di kawasan wisata Air Terjun Tujuh Bidadari, Kecamatan Geureudong Pase.

Tim gabungan melakukan penyisiran pada aliran sungai Krueng Suak, kawasan hutan, serta jalur menuju Air Terjun Tujuh Bidadari. Meski begitu, proses pencarian menghadapi tantangan medan yang berat dan kondisi cuaca yang tidak menentu. Hingga Minggu (28/6/2026), korban masih belum berhasil ditemukan meskipun operasi telah berlangsung selama delapan hari.

Fokus Pencarian dan Metode yang Digunakan

Kepala Bidang Darurat dan Logistik BPBD Aceh Utara, Saifullah, menjelaskan bahwa pencarian difokuskan pada titik-titik yang dinilai memiliki potensi keberadaan korban. Berbagai metode pencarian terus dilakukan, meskipun medan cukup sulit untuk dijangkau. Tim gabungan terus menyisir aliran sungai dan kawasan hutan di sekitar lokasi kejadian.

Sebelumnya, pada Jumat (26/6/2026), tim gabungan berhasil menemukan Muhammad Dzuhdi (19), rekan Muhammad Ilham, dalam kondisi meninggal dunia. Jenazah ditemukan di aliran Krueng Suak, sekitar 200 meter dari jalur menuju Air Terjun Tujuh Bidadari. Setelah ditemukan, jenazah langsung dievakuasi menggunakan ambulans Puskesmas Geureudong Pase dan diserahkan kepada keluarga.

Perjalanan dan Kejadian Awal

Muhammad Dzuhdi dan Muhammad Ilham berangkat menuju Air Terjun Tujuh Bidadari pada Sabtu (20/6/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya merupakan santri yang menimba ilmu di dua dayah berbeda di Kabupaten Aceh Utara. Sebelum berangkat, Muhammad Ilham sempat berpamitan kepada ibunya dan menyampaikan akan kembali ke rumah pada hari yang sama tanpa rencana menginap di kawasan wisata tersebut. Ia hanya membawa uang saku sebesar Rp50 ribu untuk perjalanan.

Namun hingga Senin (22/6/2026), kedua remaja tersebut tidak kunjung pulang. Upaya keluarga menghubungi telepon seluler keduanya juga tidak membuahkan hasil karena tidak ada respons. Merasa khawatir, pihak keluarga kemudian mendatangi kawasan Air Terjun Tujuh Bidadari untuk melakukan pencarian secara mandiri. Setelah tidak menemukan keberadaan kedua remaja tersebut, keluarga melaporkan peristiwa itu kepada aparat berwenang sehingga operasi pencarian resmi melibatkan tim gabungan.

Kendala Selama Proses Pencarian

Selama proses pencarian berlangsung, petugas menghadapi berbagai kendala di lapangan. Medan yang didominasi hutan lebat, jurang, serta aliran sungai yang deras membuat proses penyisiran harus dilakukan dengan sangat hati-hati. Selain itu, kondisi cuaca yang berubah-ubah juga menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang bertugas.

Berdasarkan dugaan sementara, kedua remaja tersebut diduga terseret arus Krueng Suak saat melintasi sungai menuju lokasi wisata. Meski demikian, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Imbauan dan Harapan

Pelda Rahmat, Batuud Koramil 27 Geureudong Pase, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati ketika mengunjungi objek wisata alam yang memiliki medan ekstrem. Ia menyarankan pengunjung tidak melakukan perjalanan tanpa didampingi warga yang mengenal kondisi lokasi. "Jangan memaksakan perjalanan tanpa didampingi warga yang mengenal lokasi. Langkah itu penting untuk mengurangi risiko kecelakaan di kawasan wisata alam," ujarnya.

Sementara itu, ayah Muhammad Dzuhdi, Syahbuddin, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh tim gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah membantu proses pencarian hingga putranya berhasil ditemukan. "Dari hati yang paling dalam, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim gabungan dan masyarakat yang telah membantu mencari, mendoakan, serta mengevakuasi anak saya. Kami juga berharap Muhammad Ilham segera ditemukan," ungkapnya.

Hingga kini, operasi pencarian terhadap Muhammad Ilham masih terus dilanjutkan dengan harapan korban dapat segera ditemukan.

0 Komentar