Waktu Mustajab di Hari Jumat yang Perlu Diketahui
Hari Jumat memiliki keistimewaan tersendiri dalam agama Islam. Dikenal sebagai sayyidul ayyam, atau rajanya hari, hari ini penuh dengan keberkahan dan kesempatan untuk memperoleh doa yang dikabulkan oleh Allah SWT. Selain itu, terdapat waktu-waktu khusus di mana doa-doa kita lebih mudah dikabulkan.
Banyak umat Islam penasaran kapan momen terbaik tersebut terjadi. Berdasarkan riwayat sahih dan penjelasan para ulama, ada dua waktu utama yang bisa dimanfaatkan untuk mengetuk pintu langit. Berikut adalah penjelasannya:
1. Di Antara Khotbah Pertama dan Kedua pada Salat Jumat

Bayangkan suasana damai di dalam masjid saat ibadah salat Jumat berlangsung. Ribuan umat Islam duduk tenang, menyimak pesan-pesan kebaikan dari khatib. Namun, tahukah kamu bahwa di tengah rangkaian ibadah yang sakral tersebut, ada jeda emas yang sangat dinantikan?
Waktu mustajab pertama jatuh tepat di antara duduknya khatib setelah khotbah pertama hingga selesainya pelaksanaan salat Jumat. Meskipun durasi waktunya singkat, nilai spiritualnya sangat tinggi.
Dalam sebuah hadis sahih, Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Waktu ijabah adalah waktu di antara duduknya imam sampai selesainya shalat Jumat.”
Mengutip dari NU Online, hadis ini menjadi dasar bagi banyak ulama dalam menjelaskan pentingnya momen ini. Karena waktu tersebut sangat singkat, kamu harus benar-benar fokus dan sudah menyiapkan doa apa yang ingin dipanjatkan jauh sebelum melangkah ke masjid.
Meski diwajibkan diam selama khotbah, kamu tetap bisa berdoa secara diam-diam. Menurut Imam Al-Bulqini, syarat sahnya doa tidak selalu harus diucapkan lewat lisan. Membaca doa dalam hati pun sudah cukup. Jadi, saat khatib duduk sejenak di antara dua khotbah, kamu cukup menundukkan hati, meresapi setiap detik, dan memohonlah dalam diam dengan keyakinan bahwa Allah SWT Maha Mendengar segala bisikan batin hamba-Nya.
2. Setelah Waktu Asar Menjelang Magrib

Waktu sore di hari Jumat sering kali identik dengan rasa lelah setelah sepekan penuh bekerja atau belajar. Banyak orang mungkin sudah membayangkan akhir pekan yang santai atau sedang dalam perjalanan pulang. Padahal, justru di detik-detik menjelang pergantian hari inilah tersimpan waktu mustajab kedua yang sangat istimewa, yakni setelah waktu Asar hingga tenggelamnya matahari.
Anjuran untuk memperbanyak doa di penghujung hari Jumat ini berakar kuat dari sunah Nabi Muhammad SAW. Salah satu riwayat yang paling masyhur bersumber dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhuma. Beliau meriwayatkan sabda Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:
“Hari Jumat itu waktunya ada dua belas jam. Tiada seorang Muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah Azza wa Jalla. Carilah (waktu mustajab itu) pada akhir saat setelah salat 'Asar.”
Gaya hidup modern yang serba cepat sering kali membuat kita abai akan hal ini. Padahal, jika kamu meluangkan waktu sejenak, mungkin sekitar lima belas hingga tiga puluh menit sebelum azan Magrib berkumandang untuk sekadar duduk tenang di atas sajadah, membaca zikir, dan menyuarakan keluh kesahmu kepada Tuhan, efeknya akan menenangkan jiwa.
Pada waktu-waktu yang syahdu ini, kamu bisa memohon kemudahan rezeki, meminta kesehatan bagi kedua orang tua, memohon kelancaran urusan keluarga, atau sekadar meminta keteguhan hati dalam menghadapi rintangan hidup.
Satu hal yang membuat momen setelah Asar ini begitu magis adalah suasananya yang tenang. Cahaya matahari yang perlahan meredup seolah menjadi pengingat bahwa segala hal di dunia ini memiliki batas waktu, kecuali rahmat Allah yang tak terhingga.
Manfaatkanlah waktu mustajab di hari Jumat ini untuk mengadukan segala beban yang tak mampu kamu ceritakan kepada sesama manusia. Percayalah, tidak ada satu pun doa baik yang dipanjatkan dengan penuh keyakinan akan kembali dalam keadaan tangan kosong.
0 Komentar