
Durian Pancasona Jadi Juara 1 Kontes Lokal Desa Tuik
Durian Pancasona berhasil meraih juara pertama dalam kontes durian lokal yang diselenggarakan di Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat tahun 2026. Buah durian ini memiliki bobot maksimal sekitar 2 kilogram dan dinilai unggul berdasarkan empat kriteria utama penilaian dewan juri, yaitu warna, rasa, ketebalan daging, dan tingkat kematangan.
Salah satu juri, Aryanto, menjelaskan bahwa penilaian dimulai dari warna buah saat durian dibuka. “Yang pertama kami lihat dari warnanya dulu, karena itu yang paling terlihat ketika durian tersebut dibuka,” ujarnya kepada gubukinspirasi.id, Senin (29/6/2026).
Dia menambahkan bahwa durian Pancasona memiliki warna kuning oranye yang cerah dan paling terang dibandingkan durian milik peserta lainnya. Selain itu, ketebalan dagingnya lumayan, meskipun tidak terlalu tebal, namun lebih baik dibandingkan yang lain.
Dari segi rasa, durian ini memiliki rasa yang manis dan creamy dengan tingkat kepahitan yang sedikit. “Rasanya dominan manis dan lembut creamy, terus pahitnya dikit,” kata Aryanto, yang juga merupakan Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Holtikultura (THP) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bangka Barat.
Dari sisi tingkat kematangan, durian Pancasona memiliki kematangan yang pas. Menurutnya, durian yang matang sempurna adalah ketika dagingnya tidak lengket di tangan. “Kalau terlalu matang, biasanya benyek dan lengket di tangan. Nah kalau yang pancasona kemarin bagus, karena pas dipegang enggak lengket di tangan,” tambahnya.
Selain itu, daya tarik durian ini adalah setiap satu lundang hanya terdapat satu biji. “Satu lundang itu hanya satu biji, itu juga jadi salah satu faktor penilaian. Kalau yang lain kan satu lundang ada yang isinya 3-4 biji,” jelasnya.
Menurut Aryanto, hal ini menjadi penilaian penting karena memengaruhi bobot buah. “Kayak namlung atau cumasi, itu kan satu lundangnya satu biji. Jadi dia nanti pengaruh ke bobot buah, jadi bobot buah dibanding kulit dan biji, kita berharap banyakan isi. Kalau isinya banyak, terus bijinya banyak kan kurang bagus juga,” ujarnya.
Lebih lanjut, dia berharap durian Pancasona dapat diikutkan kembali pada kontes yang lebih tinggi, terutama kontes durian lokal tingkat Provinsi Babel pada 9 Juli 2026 mendatang di Desa Pelangas, Kecamatan Simpang Teritip. “Nanti yang menilai itu ada yang lebih pakar lagi, ada dari BRIN dan Direktorat Holtikultura Kementan RI,” imbuhnya.
Keistimewaan Durian Pancasona
Durian Pancasona memiliki warna kuning cerah dan aroma harum yang semerbak. Buahnya tidak terlalu besar, namun ketika dibuka, setiap ruang buah terlihat berisi sebiji daging durian dengan tekstur lembut dan creamy. Durian ini merupakan milik Gito, warga Desa Tuik yang terpilih menjadi juara 1 kontes durian lokal Desa Tuik tahun 2026.
Gito memberi nama Pancasona karena durian ini memiliki lima pesona, yaitu warna yang kuning cerah, rasa yang creamy, aroma harum, daging yang tebal, dan tingkat kematangan yang pas. Kelima pesona tersebut membuatnya menjadi pemenang kontes durian pada Sabtu (27/6/2026) kemarin di GSG Desa Tuik.
Uniknya, Gito menyebut bahwa durian Pancasona hanya ada satu pohon di antara pohon-pohon durian miliknya yang tumbuh di dekat kebun sawit. “Enggak banyak, saya cuma punya 5 atau 6 batang pohon durian, cuma satu pohon yang durian Pancasona itu,” katanya.
Lebih lanjut, dia menyebut bahwa durian Pancasona miliknya telah habis buahnya. Bahkan, dua butir durian yang dia bawa untuk kontes tersebut sudah dia persiapkan sejak satu minggu lalu. “Udah habis buahnya, yang untuk kontes aja udah satu minggu dipersiapkan, saya taruh di kulkas,” jelasnya.
Gito berharap dengan kemenangan ini, harga durian lokal tersebut bisa meningkat di pasaran. Sebelumnya, dia menjual durian tersebut dengan harga terjangkau, yakni sekitar Rp20 per butir untuk ukuran sedang karena alasan musim durian yang melimpah saat ini.
“Enggak tau lah nanti kedepannya gimana, tergantung orang lah apakah suka dengan rasanya,” ujarnya. Namun, kata dia, sejauh ini orang-orang yang sudah mencoba durian tersebut mengaku rasanya lemak manis.
“Pernah ada kawan tengkulak bawa untuk dijual ke Pangkalpinang, katanya orang-orang pesan terus,” imbuhnya.
0 Komentar