IHCBS 2026 Berikan Penghargaan untuk Talent Berprestasi dan Berdampak

IHCBS Award 2026 Hadirkan Penghargaan Berbasis Integritas dan Objektivitas


Dalam acara Run to Indonesia Human Capital and Beyond Summit (IHCBS) 2026, panitia penyelenggara resmi meluncurkan program IHCBS Award 2026 pada Sabtu, 27 Juni 2026 di kawasan Green Belt Zone, Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Banten. Acara ini tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sebagai bentuk apresiasi terhadap insan dan talenta Indonesia yang berkontribusi positif dalam pemberdayaan sumber daya manusia dan perekonomian nasional. Selain itu, IHCBS Award 2026 juga menjadi motivasi bagi generasi muda untuk memberikan aksi nyata dalam pengembangan SDM di masa depan.

Content Director IHCBS Wardoyo menjelaskan bahwa penghargaan ini mengusung prinsip integritas tinggi dan objektivitas. Dalam proses penilaian, IHCBS akan menyeleksi talenta secara ketat dengan pendekatan yang transparan. “Yang membedakan IHCBS Award dengan yang lain adalah talenta direkomendasikan oleh asosiasi dan tidak bisa mendaftarkan diri sendiri,” ujar Wardoyo.

Proses Penjaringan Pemenang IHCBS Award 2026

Sistem penjaringan pemenang IHCBS Award 2026 terdiri dari empat tahapan yang sangat terstruktur. Tahap pertama adalah Referral, di mana kandidat dijaring secara objektif melalui jaringan profesi dan asosiasi industri. Tahap kedua adalah Evidence, yaitu keharusan pengumpulan dokumen data dan bukti konkret. Tahap ketiga adalah Evaluation oleh dewan juri, dan tahap keempat adalah Recognition sebagai puncak pengumuman pemenang pada pertengahan September 2026.

Kategori Penghargaan IHCBS Award 2026

Selain itu, IHCBS Award 2026 memiliki beberapa kategori penghargaan. Salah satunya adalah kategori penghargaan korporasi (Enterprise Award Categories) yang mencakup tiga piala utama, antara lain:

  • National Workforce Employability Multiplier: Fokus pada penguatan kompetensi, reskilling, upskilling, dan sertifikasi.
  • Entrepreneurial Ecosystem Accelerator: Akselerasi wirausaha dan UMKM.
  • Human-Centric Digital Productivity Pioneer: Peningkatan produktivitas lewat AI dan digitalisasi dengan mengutamakan pengalaman karyawan.

Peran Penting IHCBS dalam Pengembangan SDM

Chief People Officer Tiket.com dan ketua Perhimpunan Manajemen Sumberdaya Manusia Indonesia Dudi Arisandi menyampaikan bahwa sistem penilaian kompetensi dan transparan yang digunakan dalam IHCBS Award 2026 diakui langsung oleh para pelaku kebijakan di sektor industri. Validasi independen sangat penting agar IHCBS mampu menjadi role model bagi korporasi nasional.

“Penghargaan ini ibarat mencari berlian dalam lumpur,” kata Dudi. Namun, ia menegaskan bahwa acara IHCBS ke depannya harus memberikan manfaat bagi pengembangan talenta muda Indonesia agar dapat bersaing. Praktisi HR harus memiliki peran agar SDM Indonesia bisa berkembang dan mampu mendorong perekonomian nasional.

“Inilah potensi besar, di mana para praktisi HR dari berbagai asosiasi bisa berkumpul dalam satu program. Rasanya ini menjadi sesuatu yang menjanjikan supaya kita semua bisa mengambil peran masing-masing, tapi tetap jadi satu. Dan memperkuat rencana-rencana ke depan supaya bisa support Indonesia dan sisi sumber daya manusia menjadi lebih baik,” jelas Dudi.

IHCBS Buka Peluang Kolaborasi dengan QuBisa

CEO of One GML & Founder of QuBisa, Suwardi Luis, memaparkan bukti nyata efektivitas IHCBS salah satunya membantu QuBisa dalam mengembangkan lebih dari 300.000 talenta di Indonesia sepanjang setahun terakhir. QuBisa berhasil bermitra dengan Microsoft dalam program satu juta talenta AI Indonesia dan berhasil melatih 10.000 talenta secara gratis.

Tak hanya itu, QuBisa juga ambil peran dalam melatih ribuan aparatur sipil negara (ASN) muda di Lembaga Administrasi Negara untuk meningkatkan produktivitas. “Tim QuBisa bertemu dengan Pak Darma Simorangkir, CEO Microsoft. Dia jadi pembicara di acara IHCBS tahun sebelumnya. Dan setelah itu discuss. QuBisa bersama Gerakan Nasional Indonesia Kompeten (GNIK) akhirnya ikut ambil peran dalam program Microsoft yaitu pengembangan 1 juta talenta AI Indonesia,” jelas Suwardi.

Berdasarkan pengalamannya, IHCBS bukanlah program "omon-omon". Untuk itu, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang performance excellence, QuBisa sangat terbantu dengan penyelenggaraan IHCBS. Relasi di IHCBS tidak hanya semakin banyak, tetapi mampu membuat talenta Indonesia semakin produktif sejalan dengan kebutuhan zaman.

“Tapi yang bisa kita pengaruhi adalah apa yang bisa kita lakukan. Hal-hal ini memang mendorong kita supaya forum IHCBS tidak hanya berkumpul, berdiskusi, tetapi tindakan nyata,” sambung Suwardi.

0 Komentar