
UCMAS National Competition 2026 Berlangsung Meriah di Makassar
Ballroom B-C Four Points by Sheraton Makassar, Minggu (28/6/2026), menjadi tempat berlangsungnya UCMAS National Competition 2026. Acara ini menarik antusiasme ratusan anak yang mengikuti kompetisi tersebut. UCMAS (Universal Concept of Mental Arithmetic System) adalah program pendidikan yang mengajarkan mental aritmatika menggunakan sempoa (abacus) untuk anak-anak usia 4–13 tahun.
Para peserta tampak serius menyelesaikan soal-soal aritmatika mental. Sementara itu, orang tua dan guru memberikan dukungan dari luar arena lomba. Kompetisi nasional tersebut resmi ditutup oleh Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham. Ia juga menyerahkan Piala Juara Umum kepada para pemenang.
Direktur UCMAS Indonesia, Irwan Sugiarto, menyatakan bahwa jumlah peserta tahun ini menjadi yang terbanyak dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya. "Terkait tahun ini kurang lebih 800 anak yang ikut dalam acara lomba ini," ujarnya. Peserta berasal dari berbagai kota seperti Ambon, Kupang, Wonosobo, Toraja, Parepare, Jakarta, Bengkulu, hingga daerah lainnya.
Irwan menjelaskan bahwa peserta yang mengikuti kompetisi berasal dari berbagai kelompok usia. Mulai dari anak usia 4 hingga 5 tahun, pelajar SMP, hingga peserta yang sudah duduk di bangku kuliah. Namun, mayoritas peserta berada pada rentang usia 4 sampai 12 tahun. Perlombaan dibagi berdasarkan kategori usia maupun tingkatan kemampuan, mulai dari basic, intermediate, higher hingga grand level yang menjadi level tertinggi.
Melihat tingginya antusiasme peserta, Irwan menilai Makassar memiliki potensi besar dalam pengembangan kemampuan aritmatika mental. "Saya rasa positif sekali. Antusiasnya tinggi sekali Makassar ini dan banyak murid-murid dari Makassar yang hebat-hebat," katanya. Menurutnya, UCMAS merupakan jaringan pendidikan yang telah berkembang di sekitar 80 negara.
Menurut Irwan, kemampuan peserta tidak ditentukan oleh asal daerah, melainkan konsistensi latihan yang dilakukan masing-masing anak. "Kalau kemampuan itu tergantung dari anaknya. Mau latihan atau tidak," ujarnya. Ia menambahkan bahwa penyelenggaraan UCMAS National Competition selalu berpindah-pindah kota setiap tahun. Setelah Makassar, rencananya kompetisi tahun depan akan digelar di Kupang.
Irwan mengaku penyelenggaraan di Makassar menjadi salah satu yang paling berkesan karena berhasil mencatat jumlah peserta terbanyak. Bahkan, menurutnya, dukungan dari Pemerintah Kota Makassar juga sangat besar. "Sangat support. Bahkan tadi Ibu Wakil Wali Kota berharap kalau bisa dua tahun sekali di Makassar," ungkapnya.
Ketua Panitia UCMAS National Competition 2026, Ludiati Bumbungan, mengaku sempat khawatir jumlah peserta tidak sesuai harapan mengingat tingginya biaya perjalanan dari berbagai daerah menuju Makassar. "Alhamdulillah, dari target yang kami harapkan akhirnya tercapai. Peserta datang dari Sabang sampai Merauke, sehingga tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit," katanya.
Ludiati mengatakan UCMAS Bawakaraeng selama ini dikenal konsisten melahirkan prestasi karena menerapkan latihan secara intensif menjelang kompetisi. "Kalau mau menang ya harus latihan. Kami berikan latihan yang ketat karena memang datang untuk bertanding, bukan sekadar ikut," ujarnya. Meski menjadi tuan rumah dengan jumlah peserta terbanyak, UCMAS Bawakaraeng memilih tidak mengambil penghargaan sebagai peserta terbanyak dan memberikan apresiasi tersebut kepada daerah lain.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada Makassar sebagai tuan rumah kompetisi pendidikan tingkat nasional. "Kompetisi seperti ini bukan hanya menguji kemampuan akademik anak-anak, tetapi juga melatih konsentrasi, kedisiplinan, ketelitian, serta semangat berkompetisi secara sehat. Inilah investasi terbaik bagi masa depan bangsa," kata Aliyah. Ia juga mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan tidak takut menghadapi kegagalan. Menurutnya, kemenangan sejati adalah ketika setiap anak mampu menjadi pribadi yang lebih baik dari hari sebelumnya.
Aliyah menegaskan Pemerintah Kota Makassar akan terus mendukung berbagai kegiatan pendidikan yang mendorong lahirnya generasi unggul melalui kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, guru, dan orang tua menuju Indonesia Emas 2045.
0 Komentar