
Gubernur Kalimantan Barat Optimis Peningkatan Ekspor Berkat Rute Baru
Gubernur Kalimantan Barat, H. Ria Norsan, menyatakan optimisme terhadap peningkatan ekspor komoditas unggulan seperti udang dan kepiting setelah dibukanya penerbangan langsung Scoot Airlines rute Singapura–Pontianak. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat perdagangan, investasi, dan pariwisata di wilayah tersebut.
Pemerintah Provinsi Kalbar akan memanfaatkan ruang kargo internasional di Bandara Supadio yang memiliki kapasitas hingga 40 ribu ton per tahun. Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan dapat memperkuat aktivitas ekspor-impor serta mempercepat arus logistik barang keluar dan masuk Kalimantan Barat.
PT Angkasa Pura Indonesia menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung aktivitas ekspor-impor melalui fasilitas terminal kargo yang telah tersedia. General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, menjelaskan bahwa kapasitas terminal kargo saat ini masih mampu mengakomodasi peningkatan volume angkutan barang. Ia menilai kehadiran Scoot Airlines akan menjadi katalis baru untuk memperkuat aktivitas ekspor-impor daerah.
Konektivitas Menuju Singapura
Kehadiran rute baru internasional ini juga ditargetkan mampu memicu pertumbuhan investasi dan mempercepat promosi pariwisata Kalbar ke tingkat dunia. Menurut Gubernur Ria Norsan, objek wisata yang ada di Kalimantan Barat perlu disampaikan kepada para pelaku usaha dan wisatawan internasional.
Bandara Changi Singapura merupakan salah satu hub penerbangan global terbesar di Asia yang menghubungkan ratusan destinasi dunia. Dengan adanya koneksi ini, diharapkan bisa menjadi momentum penting untuk membuka konektivitas Kalimantan Barat dengan dunia internasional.
Manfaat Instan dari Rute Langsung
Manfaat instan dari rute langsung ini juga langsung dirasakan oleh para penumpang penerbangan perdana. Kehadiran Scoot Airlines sukses memangkas waktu perjalanan dan biaya secara signifikan. Kong Lie Min, salah satu penumpang, mengaku sangat senang karena tarif penerbangan langsung ini jauh lebih ramah di kantong. "Memang untuk biayanya itu Rp 1,3 juta. Sedangkan dulu kalau transit itu bisa Rp 3 jutaan," ujarnya.
Erick, penumpang lainnya, merasa sangat terbantu karena tidak perlu lagi membuang waktu untuk transit di kota lain. "Ini sangat bermanfaat, karena sebelumnya harus transit ke Kuala Lumpur atau Jakarta," ujarnya. Ia juga berharap agar penerbangan ini terus berjalan baik dan mampu meningkatkan jumlah penumpang untuk tujuan tersebut.
Harga Tiket Domestik Masih Tinggi
Sementara itu, harga tiket pesawat domestik, khususnya rute Pontianak-Jakarta, masih terpantau tinggi setelah pemerintah mengizinkan penyesuaian tarif angkutan udara sebesar 9 hingga 13 persen. Kebijakan yang disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto merupakan respons terhadap kenaikan harga avtur global yang menyumbang sekitar 40 persen dari total biaya operasional maskapai penerbangan.
Berdasarkan hasil pantauan pada salah satu Online Travel Agent (OTA), harga tiket pesawat rute Pontianak-Jakarta untuk beberapa hari ke depan masih berada di kisaran Rp1,6 juta hingga lebih dari Rp2 juta per penumpang. Meski demikian, harga tiket menunjukkan sedikit penurunan untuk keberangkatan Minggu.
Rute Ketapang–Pontianak Stabil
Harga tiket pesawat untuk rute Ketapang-Pontianak hingga pertengahan Juni 2026 masih berada di kisaran Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta per penumpang. Berdasarkan pemantauan pihak Bandar Udara (Bandara) Rahadi Oesman Ketapang, belum terdapat perubahan tarif meski jumlah penumpang dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan tren penurunan.
Kepala Seksi Pelayanan dan Kerja Sama Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Donny Suryana Harris, menjelaskan bahwa harga tiket penerbangan masih stabil dan tidak mengalami kenaikan maupun penurunan. Untuk rute Ketapang-Pontianak saat ini hanya dilayani oleh satu maskapai, yakni Wings Air, dengan jadwal penerbangan yang cukup padat setiap harinya, dengan kisaran harga Rp 1,3 juta hingga Rp 1,4 juta.
Bidik Rute Langsung ke Tiongkok
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) langsung membidik target baru setelah sukses meresmikan rute penerbangan langsung Pontianak–Singapura oleh maskapai Scoot Airlines. Gubernur Kalbar, Ria Norsan, membeberkan agenda besar berikutnya, yakni membuka gerbang penerbangan komersial langsung yang menghubungkan Kalimantan Barat dengan dua kota megapolitan di Tiongkok, yaitu Beijing dan Guangzhou.
Rencana ekspansi ambisius ini tengah dipersiapkan kelayakannya oleh jajaran pemerintah daerah guna menjajaki kerja sama dengan maskapai internasional dalam waktu dekat. "Kita sedang gadang lagi untuk penerbangan dari Pontianak ke China ya, Beijing atau Guangzhou ya," ungkap Ria Norsan usai menghadiri inaugurasi di Bandara Internasional Supadio.
0 Komentar