Peringatan Kudus dan Pelindung 30 Juni 2026

Peringatan Kudus dan Pelindung 30 Juni 2026

Santo Bertrandus, Uskup dan Pengaku Iman

Santo Bertrandus adalah seorang imam yang hidup pada abad ke enam. Ia lahir pada tahun 553. Keluarganya berasal dari kalangan kaya raya. Sebagai seorang imam yang pemurah, ia memberikan beberapa bidang tanah warisannya kepada Gereja dan juga kepada orang-orang miskin.

Ia ditahbiskan sebagai imam di Paris dan kemudian dipilih menjadi pemimpin sebuah sekolah. Pada tahun 587, ia diangkat menjadi uskup di Le Mans, sebuah kota kecil yang dihuni oleh orang-orang Perancis. Ketika terjadi perselisihan politik antara kaum Neustria (Perancis Barat) dan Austrasia (Perancis Timur), Bertrandus diusir dari jabatannya selama beberapa tahun. Namun, raja Clotaire II dari kelompok Neustria memanggilnya kembali untuk memimpin keuskupan tersebut.

Dari para tuan tanah yang kaya, Bertrandus menerima sejumlah besar tanah untuk kepentingan Gereja. Tanah-tanah ini digunakan untuk membangun gereja dan biara serta rumah penginapan bagi para peziarah. Santo Bertrandus meninggal pada tahun 625, saat berusia 70 tahun.

Santo Theobaldus, Pertapa

Theobaldus lahir pada tahun 1017 di Provins, Prancis, dari keluarga bangsawan. Semasa muda, ia sering membaca buku-buku tentang kehidupan Santo Yohanes Pemandi dan riwayat hidup orang-orang kudus lainnya. Bacaan ini menumbuhkan dalam hatinya panggilan untuk menjalani hidup seperti para kudus tersebut. Ia sangat mengagumi cara hidup dan perjuangan mereka dalam meraih kesempurnaan hidup Kristiani.

Kemudian, pada tahun 1054, ia meninggalkan rumah orang tuanya tanpa sepengetahuan mereka. Ia pergi ke Luxemburg, tempat ia bekerja sebagai pembakar arang di hutan Petingen untuk tetangganya yang bekerja sebagai tukang besi. Sementara itu, ia menjalani hidup tapa dan doa secara diam-diam.

Ketika kehidupan suci Theobaldus diketahui oleh banyak orang, banyak orang datang untuk menjadi muridnya. Ia lalu pindah ke Salanigo untuk menjalani hidup tapa. Namun, ia diikuti oleh orang-orang yang ingin mendapatkan bimbingannya. Akhirnya, ia ditahbiskan sebagai imam agar lebih layak menjalankan tugas-tugas misioner.

Pada tanggal 30 Juni 1066, Theobaldus meninggal dunia karena penyakit yang berbahaya. Ia dianugerahi gelar ‘kudus’ oleh Paus Alexander II pada tahun 1073.

Santa Giacinta Marescotti, Pengaku Iman

Giacinta lahir di Vignarello, Italia, pada tahun 1585 dari keluarga bangsawan. Ia dididik di biara suster-suster Fransiskan. Salah satu kakaknya sudah menjadi suster di biara tersebut. Sejak kecil, Giacinta dikenal sebagai anak yang baik, namun perilakunya berubah setelah adik bungsunya menikah lebih cepat dengan Marquis Cassizuchi. Ia merasa tersinggung dan mulai menjadi pendendam dalam keluarganya.

Ia memutuskan masuk biara secara tidak serius. Ia bergabung dengan Ordo Ketiga Santo Fransiskus di Viterbo dengan nama Giacinta. Meskipun telah menjadi suster, ia tetap mempertahankan gaya hidup yang tidak sesuai dengan semangat ordonya selama 10 tahun, sehingga menjadi gangguan bagi rekan-rekannya.

Suatu hari, ia jatuh sakit parah. Seorang imam Fransiskan datang mendengarkan pengakuannya dan memberikan peringatan keras tentang cara hidupnya. Ia bertobat, tetapi kembali ke kebiasaan lama. Tuhan mencoba lagi dengan penyakit yang lebih berat. Mulai saat itu, ia mulai tekun berdoa, bermatiraga, dan mengubah perilaku hidupnya.

Lama kelamaan, ia menjadi seorang suster yang saleh dan menjadi pembimbing rohani bagi rekan-rekannya. Nasehat-nasehatnya sangat praktis berdasarkan pengalaman rohaninya sendiri. Ia menekankan pentingnya kerendahan hati, menghilangkan sifat cinta diri, kesabaran dalam menjalani penderitaan sehari-hari, serta cinta dan perhatian terhadap sesama.

Ia turut serta mendirikan dua biara di Viterbo yang fokus pada pelayanan kepada orang-orang sakit, jompo, dan miskin. Ia sendiri mencari dana dengan minta-minta. Santa Giacinta wafat pada tanggal 30 Januari 1640, pada usia 55 tahun. Ia dinyatakan sebagai “santa” pada tahun 1807.



0 Komentar