
Penyebab Kegagalan Keberangkatan Peserta Pesparawi Nasional
Ketua Lembaga Pengembangan Pesparawi Daerah (LPPD) Provinsi Kepulauan Riau, Jumaga Nadeak, mengakui adanya kesalahan dalam pengawasan terhadap tiket peserta yang akan berangkat ke Manokwari, Papua Barat. Ia menyatakan siap bertanggung jawab atas gagalnya keberangkatan sejumlah peserta Pesparawi Nasional.
Kesalahan dalam Pengawasan Tiket
Jumaga Nadeak mengakui bahwa kegagalan ini disebabkan oleh dugaan penipuan dari pihak agen perjalanan (travel) yang ditunjuk untuk mengurus tiket. Menurutnya, panitia terlalu mempercayai pihak travel tanpa melakukan pemeriksaan lebih detail terhadap tiket yang diberikan.
"Kami sebagai panitia sangat dirugikan. Saya akan mempertanggungjawabkan penggunaan dana hibah dari Pemerintah Provinsi Kepri yang telah dicairkan untuk kegiatan Pesparawi ini," ujarnya.
Ia menegaskan bahwa seluruh penggunaan dana yang benar-benar dibelanjakan dapat dipertanggungjawabkan. Namun, dana yang telah diserahkan kepada pihak travel tetapi tidak digunakan sebagaimana mestinya akan diproses sesuai ketentuan hukum.
Proses Penyelesaian Masalah
Jumaga menjelaskan bahwa kasus ini akan dilaporkan ke jalur hukum jika musyawarah dengan pihak travel tidak mencapai titik temu. Meski demikian, ia tetap mengedepankan penyelesaian secara musyawarah terlebih dahulu.
"Kalau yang sudah digunakan untuk kebutuhan peserta, itu bisa saya pertanggungjawabkan. Tetapi Jika tidak ada titik temu, kami akan menempuh jalur hukum," tegasnya.
Pengajuan Laporan Dana Hibah
Menurut Jumaga, laporan pertanggungjawaban dana hibah kepada Pemerintah Provinsi Kepri baru akan disampaikan pada akhir tahun anggaran, yakni 24 Desember 2026. Ia menjelaskan bahwa semua penggunaan dana hibah nantinya akan diperiksa oleh BPK dan Inspektorat.
Saat ini kata Jumaga, yang menjadi persoalan adalah panitia gagal melaksanakan program dengan baik menggunakan anggaran pemerintah daerah. Oleh karena itu, ia menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh ketua kontingen, peserta, jemaat gereja, serta semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Pesparawi.
Penjelasan Terkait Pembayaran Tiket
Jumaga juga meluruskan informasi yang berkembang bahwa panitia tidak membayar tiket peserta. Adapun pembayaran kepada pihak travel telah dilakukan, namun travel gagal menyediakan tiket yang sah.
"Kalau saya salah, saya akui salah. Saya terima itu. Tetapi faktanya, uang tiket sudah kami bayarkan. Yang terjadi adalah kami ditipu oleh pihak travel," katanya.
Komunikasi dengan Pihak Travel
Menjawab pertanyaan mengenai pengawasan terhadap proses pemesanan tiket, Jumaga mengaku hampir setiap hari berkomunikasi dengan pihak travel. Namun, ia terus mendapat kepastian bahwa seluruh tiket dalam kondisi aman.
"Hampir setiap hari saya komunikasi. Dua atau tiga hari sekali selalu saya hubungi. Jawaban mereka selalu sama, semua aman," katanya.
Jumaga mengakui kelemahannya adalah tidak melakukan pengecekan lebih rinci terhadap tiket yang diserahkan travel. "Mungkin itu kesalahan saya. Saya berpikir selama ada uang dan travel menyatakan tiket sudah aman, berarti tidak ada masalah. Saya tidak terlalu detail mengecek karena percaya dengan mereka," ungkapnya.
Peristiwa Sehari Sebelum Keberangkatan
Menurut Jumaga, bahkan kode booking yang berada di dalam amplop cokelat langsung diserahkan kepada peserta tanpa dilakukan pengecekan ulang. Jumaga juga mengungkapkan bahwa sehari sebelum keberangkatan, tepatnya 23 Juni 2026, dirinya sempat melakukan video call dengan pihak travel yang berada di bandara.
Saat itu, pihak travel memperlihatkan bukti booking tiket sehingga membuat dirinya yakin seluruh dokumen keberangkatan sudah beres. "Sehari sebelumnya kami video call. Mereka menunjukkan bukti booking dari bandara. Saya tidak mengecek lagi secara detail, saya langsung bilang bungkus saja. Karena saya pikir semuanya sudah beres," katanya.
Keyakinan itu membuat panitia tidak lagi melakukan verifikasi terhadap tiket yang kemudian dibagikan kepada peserta. Namun, saat proses keberangkatan, baru diketahui tiket yang diterima peserta tidak dapat digunakan sehingga menyebabkan kontingen PSW gagal berangkat ke Manokwari.
0 Komentar