
Pembukaan Rute Penerbangan Langsung Scoot Airlines Singapura–Pontianak
Pembukaan rute penerbangan langsung antara Scoot Airlines Singapura dan Pontianak menjadi langkah strategis dalam memperkuat konektivitas internasional Kalimantan Barat. Rute yang beroperasi tiga kali seminggu ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, bisnis, serta logistik.
General Manager PT Angkasa Pura Indonesia KC Bandara Internasional Supadio, Maya Damayanti, menyebut bahwa rute baru ini membuka akses Kalbar ke jaringan penerbangan global Bandara Changi, Singapura. Ia menjelaskan bahwa Bandara Changi merupakan salah satu pusat (hub) penerbangan internasional terbesar di Asia, sehingga memiliki peran penting dalam menghubungkan berbagai negara.
"Ini menjadi momentum penting untuk membuka konektivitas Kalimantan Barat dengan dunia internasional. Bandara Changi merupakan hub internasional yang menghubungkan berbagai negara di Asia maupun dunia," ujarnya di Bandara Internasional Supadio, Senin (29/6/2026).
Dampak Positif pada Pertumbuhan Ekonomi Daerah
Menurut Maya, kemudahan akses penerbangan internasional akan berdampak positif terhadap peningkatan aktivitas ekonomi di Kalimantan Barat. Konektivitas yang semakin luas diharapkan mendukung perkembangan sektor pariwisata, perdagangan, investasi, hingga dunia usaha yang membutuhkan akses penerbangan internasional.
"Kami berharap pembukaan rute ini dapat membantu meningkatkan konektivitas internasional Kalimantan Barat sehingga mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi daerah, baik dari sektor pariwisata, bisnis maupun perdagangan," katanya.
Tren Penumpang Internasional yang Meningkat
Optimisme tersebut didukung oleh tren positif jumlah penumpang internasional sejak penerbangan luar negeri kembali dibuka pada September 2025. Hingga saat ini, Bandara Internasional Supadio mencatat:
- 1.289 pergerakan pesawat internasional.
- 155.560 penumpang internasional.
- Tingkat keterisian kursi (load factor) rata-rata mencapai 70 persen.
Menurut Maya, angka tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap penerbangan internasional, baik untuk wisata, bisnis, pendidikan maupun layanan kesehatan. "Data ini mencerminkan stabilnya permintaan masyarakat terhadap layanan penerbangan internasional dari dan menuju Kalimantan Barat. Kami optimistis rute Singapura ini akan mendapatkan respons yang sama baiknya dengan rute internasional sebelumnya," ujarnya.
Persiapan untuk Pengembangan Kargo Internasional
Selain melayani penumpang, Bandara Supadio juga menyiapkan dukungan bagi pengembangan kargo internasional. Saat ini terminal kargo memiliki kapasitas sekitar 40 ribu ton per tahun, yang dinilai masih mampu menampung peningkatan volume angkutan barang.
Maya menyebut pertumbuhan kargo di Bandara Supadio termasuk salah satu yang tertinggi di Indonesia. Fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat aktivitas ekspor dan impor Kalimantan Barat. "Dengan adanya potensi kargo internasional ini, kami siap mendukung melalui fasilitas yang telah tersedia sehingga dapat dimanfaatkan untuk mendorong aktivitas ekspor dan impor dari Kalimantan Barat," katanya.
Kini Layani Tiga Rute Internasional
Dengan beroperasinya Scoot Airlines, Bandara Internasional Supadio kini melayani tiga rute internasional, yakni:
- Kuala Lumpur
- Kuching
- Singapura
Maya berharap bertambahnya rute internasional akan semakin memperluas akses Kalimantan Barat ke berbagai negara dan meningkatkan daya saing daerah. "Harapan kami, rute ini menjadi momen semakin terbukanya akses Kalimantan Barat ke berbagai destinasi internasional lainnya, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Kalimantan Barat," tutupnya.
0 Komentar