Satu Tahun Xpeng di Indonesia: Membangun Kepercayaan, Mendengar, dan Berinovasi

Pendekatan Xpeng di Pasar Kendaraan Listrik Indonesia

Xpeng, sebuah perusahaan mobilitas dan teknologi pintar asal Tiongkok yang fokus pada pengembangan kendaraan listrik pintar (Smart EV) berbasis kecerdasan buatan (AI), memiliki slogan "We Listen, we learn, and we anticipate". Slogan ini bukan sekadar janji kosong, melainkan komitmen nyata dari perusahaan dalam menjalani bisnisnya di pasar Indonesia.

Di tengah persaingan ketat merek otomotif Tiongkok yang ingin merebut pasar kendaraan listrik Indonesia, Xpeng memilih pendekatan berbeda. Mereka tidak mengandalkan strategi perang harga atau mengejar penjualan dalam waktu singkat. Sebaliknya, Xpeng lebih dulu membangun fondasi kepercayaan melalui teknologi, layanan, serta kesediaan untuk mendengarkan apa yang diinginkan konsumen Indonesia.

Pemilihan strategi ini tidak tanpa alasan. Indonesia dipandang sebagai salah satu pasar kendaraan listrik paling menjanjikan di Asia Tenggara. Dengan populasi besar, pertumbuhan kelas menengah yang terus meningkat, serta adopsi kendaraan listrik yang masih berada pada tahap awal, Xpeng melihat ruang pertumbuhan yang jauh lebih besar dibanding sekadar persaingan penjualan hari ini.

Momen Perayaan Satu Tahun Kehadiran Xpeng di Indonesia

Perayaan satu tahun kehadiran Xpeng di Indonesia yang berlangsung di Istora, Senayan, Jakarta pada Ahad (29/6/2026) malam, bukan sekadar momentum untuk merayakan perjalanan bisnis atau memperkenalkan produk baru. Momen tersebut justru menjadi ikrar bahwa perusahaan asal Guangzhou itu akan mengayunkan langkah jangka panjang di Tanah Air, menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar strategis dalam ekspansi globalnya.

Bersama Erajaya Active Lifestyle sebagai ATPM sekaligus mitra strategis lokal, Xpeng terus membangun jaringan penjualan, memperkuat layanan purnajual, serta meningkatkan pengenalan merek melalui berbagai aktivitas pemasaran dan kolaborasi dengan berbagai pihak.

Wakil Presiden Xpeng James Wu dalam sesi wawancara eksklusif mengatakan, langkah-langkah ini merupakan awal dari rencana perjalanan panjang Xpeng di Indonesia. Menurutnya, pasar Indonesia masih berada pada fase awal transisi menuju kendaraan energi baru. Di sinilah Xpeng berkomitmen menghadirkan produk dan layanan berdasarkan teknologi cerdas yang dibutuhkan masyarakat Indonesia.

"Kami melihat Indonesia memiliki potensi yang sangat besar untuk kendaraan energi baru. Dalam tiga hingga lima tahun ke depan akan ada peluang besar menggantikan kendaraan bermesin pembakaran internal," ujar James.

Bermain di Segmen Premium

Berbeda dengan banyak pemain lain, Xpeng sejak awal tidak menempatkan dirinya sebagai merek mass market. Mereka memilih masuk melalui segmen premium, menawarkan kendaraan yang menggabungkan kenyamanan, keselamatan, kecerdasan buatan (AI), serta teknologi digital yang menjadi DNA perusahaan sejak pertama kali berdiri.

CEO Erajaya Active Lifestyle Djohan Sutanto mengatakan, strategi tersebut memang dipilih secara sadar. Menurut dia, kompetisi di segmen premium Indonesia relatif lebih sedikit dibandingkan persaingan kendaraan listrik di level menengah. Dari sini, Xpeng kemudian berusaha menghadirkan diferensiasi yang sulit ditiru pesaing di kelas premium.

"Kami memang sejak awal menargetkan pasar premium. Yang kami bawa bukan hanya kendaraan listrik, tetapi teknologi, AI, kenyamanan, dan keselamatan. Kami juga mengembangkan teknologi dan chip sendiri," katanya.

Memperluas Jaringan dan Layanan Purnajual

Pilihan untuk bermain di kelas premium juga membuat perusahaan tidak terburu-buru mengejar angka penjualan. Fokus utama saat ini justru membangun kepercayaan konsumen di Indonesia. Bagi Djohan, pembeli kendaraan premium tidak hanya mempertimbangkan desain atau spesifikasi. Mereka juga ingin mengetahui seberapa serius sebuah merek menyiapkan layanan purnajual, jaringan servis, hingga kepastian investasi jangka panjang.

"Yang ingin kami bangun lebih dulu adalah kepercayaan. Setelah orang percaya terhadap merek kami, barulah kami berbicara mengenai target yang lebih besar," ujarnya.

Kepercayaan itu pula yang mendorong Xpeng mempercepat perluasan jaringan. Setelah memulai bisnis di Jakarta, perusahaan menyiapkan ekspansi ke berbagai kota di luar ibu kota, termasuk memperluas fasilitas layanan purnajual dan membangun pusat perbaikan baterai di sejumlah wilayah Indonesia.

Mendengarkan Masukan untuk Perbaikan

Xpeng juga mendengarkan masukan dari seluruh konsumennya, termasuk Indonesia, kepada tim pengembangan produk di China. Menurut James, Xpeng memiliki mekanisme voice of customer yang secara rutin mengumpulkan pengalaman pengguna lokal, kemudian mengirimkan seluruh masukan tersebut kepada tim produk dan rekayasa di kantor pusat.

Hasilnya bahkan terlihat pada hal-hal sederhana yang dekat dengan kebutuhan masyarakat Indonesia. James mencontohkan, ketika pertama kali dipasarkan di Asia Tenggara, pendingin udara mobil Xpeng hanya mampu diatur hingga suhu 18 derajat Celsius. Setelah menerima banyak masukan yang menginginkan kabin lebih dingin, perusahaan memperbarui perangkat lunaknya sehingga suhu minimum menjadi 16 derajat Celsius.

Menghadirkan Produk yang Sesuai dengan Karakter Pasar

Pada perayaan anniversary pertama di Indonesia yang dikemas dalam acara bertajuk Xpeng V1sion Night, Xpeng meluncurkan secara resmi X9 Facelift dan G6 Pro AWD. Dua model ini menjadi contoh lain betapa Xpeng mendengarkan masukan dari konsumen-konsumen mereka untuk pembaharuan berikutnya. Dalam X9 facelift, mode berkendara tak perlu lagi diakses melalui head unit. Pengemudi bisa langsung mengubah mode berkendara melalui tombol fisik di sisi kanan bawah kemudi.

Bagi Xpeng, mobil tidak berhenti berkembang ketika keluar dari pabrik. Kendaraan akan terus berevolusi mengikuti kebutuhan penggunanya. Komitmen mendengarkan konsumen itu juga memengaruhi strategi produk mereka di Indonesia.

0 Komentar