Setelah Supercross, Sirkuit BMX Banyuwangi Dorong Perekonomian Warga

Setelah Supercross, Sirkuit BMX Banyuwangi Dorong Perekonomian Warga

Kegiatan Bunga Desaku dan Program PETA CINTA di Jember

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus berupaya mempercekan pemerataan layanan publik hingga ke pelosok desa. Salah satu inisiatif yang dilakukan adalah program PETA CINTA, yang memungkinkan pencetakan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik di tingkat kecamatan. Hal ini memastikan seluruh layanan administrasi kependudukan tersedia secara gratis tanpa pungutan biaya.

Program ini juga menjadi sarana untuk mengakomodasi aspirasi masyarakat. Berbagai masukan yang disampaikan dalam acara Bunga Desaku akan menjadi bahan penyusunan kebijakan dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Acara Bunga Desaku digelar di Kecamatan Sukorambi dan Sumberjambe pada akhir Juni 2026.

Dampak Ekonomi dari Kejuaraan BMX di Banyuwangi

Sirkuit BMX Banyuwangi tidak hanya menjadi ajang olahraga tetapi juga membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi warga setempat. Setelah gelaran Banyuwangi BMX Supercross yang berlangsung pada 27-28 Juni, Indonesia Cycling Federation (ICF) menjadikan Banyuwangi sebagai tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) BMX pada 4-5 Juli.

Kejuaraan ini menarik para atlet BMX dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk peserta internasional. Banyak pembalap yang mengikuti Supercross memilih untuk tinggal lebih lama di Banyuwangi sambil menunggu Kejurnas. Hal ini memberikan perputaran ekonomi yang berkelanjutan bagi warga lokal.

"Kebanyakan pembalap yang ikut Supercross tinggal di Banyuwangi untuk mengikuti Kejurnas. Ini menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal," ujar Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat ICF, Jadi Rajagukguk.

Sebelumnya, Banyuwangi BMX Supercross diikuti oleh 343 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia serta mancanegara. Mereka semua datang dengan rombongan tim official dan keluarga yang mendampingi selama acara. Beberapa bahkan tiba jauh hari sebelum kompetisi dimulai untuk berlatih intensif. Warga sekitar turut merasakan manfaat ekonomi dari kehadiran mereka.

"Kejurnas juga akan diikuti oleh ratusan pembalap dari berbagai daerah di Indonesia. Ini juga akan menjadi perputaran ekonomi bagi warga lokal," tambah Jadi.

Usaha Warga Lokal yang Berkembang

Salah satu warga, Yuli (50), pemilik warung makanan dan minuman yang berada di pinggir jalan masuk menuju sirkuit, bersyukur kembali digelarnya kejuaraan. Ia menceritakan bahwa sebelum ada sirkuit BMX, area tempat tinggalnya merupakan tanah persil perkebunan yang sangat sepi. Namun sejak ada sirkuit dan sering digelar kompetisi, wilayahnya menjadi ramai.

"Warga disini semuanya bersyukur ada sirkuit karena mereka jadi bisa buka usaha. Apalagi kalau ada lomba seperti sekarang warung saya tambah ramai, omset naik drastis," ujarnya.

Yuli tidak hanya membuka warung makanan dan minuman, tetapi juga membangun rumah untuk disewakan sebagai tempat tinggal peserta kompetisi BMX. Banyak permintaan dari tim luar daerah membuat rumahnya disewa selama sepuluh hari.

"Alhamdulillah penghasilannya jadi double kalau ada lomba di sirkuit dari warung dan penyewaan rumah. Harapan saya bisa sering diadakan lomba disini," ujar Yuli.

Perubahan Ekonomi di Sekitar Sirkuit

Warga lainnya, Tumini, yang rumahnya berada persis di samping sirkuit, membuka usaha warung, penyewaan kendaraan, dan toilet umum. Dia bersyukur di desanya dibangun sirkuit BMX berstandar internasional, yang kerap dijadikan venue kompetisi bergengsi yang diikuti ratusan atlet dari berbagai daerah, bahkan mancanegara.

"Sirkuit BMX ini sangat menguntungkan. Karena sering ada lomba, kami ikut kecipratan rezeki dengan berjualan makanan, menyewakan kendaraan, dan toilet umum," ujarnya.

Dewi, pedagang makanan dadakan setiap kali ada kegiatan lomba di Sirkuit BMX Muncar Banyuwangi, juga merasakan manfaat ekonomi dari keberadaan sirkuit tersebut. Ia mengaku bisa berjualan sejak seminggu sebelum lomba digelar karena biasanya para atlet sudah banyak yang berdatangan untuk berlatih di sirkuit.

"Senang banget. Setiap ada lomba, kami bisa berjualan. Bisa menambah penghasilan keluarga. Kami inginnya sering-sering ada lomba," ujarnya.


0 Komentar