
Perjalanan Pelarian Taufik Hidayat yang Menarik Perhatian
Taufik Hidayat, tersangka kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita Tri Rezeki (YTR), memiliki perjalanan pelarian yang penuh dengan fakta menarik. Selama masa buronannya, ia sempat berupaya untuk bertemu Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan menyampaikan klarifikasi secara langsung. Ia juga berharap dapat memberikan penjelasannya melalui kanal YouTube milik Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Namun, rencana tersebut tidak pernah terwujud karena polisi lebih dulu menangkapnya di kawasan Ciparay, Kabupaten Bandung, pada Selasa (23/6/2026). Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Setiawan mengungkapkan bahwa sebelum ditangkap, Taufik beberapa kali berpindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat. Ia bahkan sempat melarikan diri ke wilayah Tangerang. Namun, pelariannya tidak berlangsung lama karena merasa tidak aman.
"Sempat berpindah ke Tangerang. Di sana bingung dan merasa tidak aman, lalu kembali ke Jawa Barat," jelasnya. Setelah kembali ke Jawa Barat, keberadaan Taufik akhirnya berhasil dilacak hingga polisi menangkapnya di wilayah Ciparay.
Sayembara Rp250 Juta Diduga Bikin Taufik Makin Ketakutan
Di tengah proses pencarian, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi sempat mengumumkan sayembara bagi masyarakat yang berhasil memberikan informasi hingga berujung pada penangkapan Taufik. Hadiah yang ditawarkan mencapai Rp250 juta. Keberadaan sayembara tersebut diduga membuat Taufik semakin tertekan dan merasa ketakutan selama dalam pelarian.
Di sisi lain, sebelum ditangkap, Taufik juga disebut pernah berupaya menemui Dedi Mulyadi untuk memberikan klarifikasi terkait kasus yang dihadapinya, termasuk melalui kanal YouTube KDM. Namun, rencana tersebut tidak sempat terlaksana karena polisi lebih dulu mengamankannya.
[MEDIA-0]
Pengakuan Mantan Atasan Taufik Hidayat
Menurut mantan atasan di kantor, Dadang Ahyar Ismail (53), sebelum menghubungi dirinya, Taufik sempat mengutarakan niat bertemu Dedi Mulyadi. "Lucu ini pak, jadi si Opik ini kan pengen klarifikasi, pokoknya saya mah pengen ketemu pak KDM, pak KDM orang bijaksana," kata Dadang cerita ke Dedi Mulyadi.
Dadang merasa bingung. Dia takut ketika ada orang yang mengenali Taufik, ia pun ikut dihakimi. "Ngajak saya, mau gimana atuh. Saya barengan sama Taufik, oh itu, dua-duanya dikeroyok," katanya. Mendengar itu Dedi Mulyadi menanggapi dengan candaan. "Tinggal datang ke Lembur Pakuan," katanya.
"Oh takut bapak ikut ketangkap. Jadi si Taufik pengen ketemu pak KDM, pengen menjelaskan pengen dimauskin ke Youtube," tambah KDM. Sedangkan Dadang merasa takut jika ada orang yang mengenali ketika sedang bersama Taufik. "Ya gimana, mau diantar saya. Itu si Taufik Rp 250 juta, si Taufik dikeroyok, saya bonyok," katanya.
"Itu salah, kenapa gak dibawa ke saya, podcast," timpal Dedi Mulyadi sambil tertawa. Terlepas dari rencana tersebut, rupanya Taufik berinisiatif untuk datang sendiri ke kantor Dedi, Gedung Pakuan. "Si Taufik itu pernah ke sini, Gedung Pakuan," katanya. Ia bertemu satpam penjaga. "Nanyain ke satpam, saya mau ketemu Pak KDM, darimana ? saya Taufik yang viral," kata Dadang.
Bukannya dibawa ke kantor polisi, satpam justru menyarankan Taufik datang ke Lembur Pakuan. "Ini kata satpam udah aja ke Lembur Pakuan, kata saya teh masa gak tahu Taufik. Berangkat lagi, itu yang lucu mah," kata Dadang. Dedi Mulyadi bercanda harusnya Taufik Hidayat tetap mendatangi dirinya agar mendapat sayembara Rp250 juta. "Ternyata Taufik itu mencari saya, kenapa ga datang ke rumah saya ke Lembur Pakuan, minimal di Bale Pengaduan diterima pengaduan diterima tim, ada Taufik Hidayat, dapat kali kamu Rp 250 juta dari saya," kata KDM.
0 Komentar