TULOLA Perkenalkan 48 Koleksi Perhiasan Berbasis Evolusi Warisan Budaya Nusantara

TULOLA Perkenalkan 48 Koleksi Perhiasan Berbasis Evolusi Warisan Budaya Nusantara

Pameran EVOLUSI: Evolusi Warisan Budaya Nusantara dalam Bentuk Karya Seni

Pameran "EVOLUSI: Heritage and Craft as a Vessel of Light and Wisdom" yang digelar dalam ajang Kawan Nusantara 2026 di Nusantara Ballroom, The Dharmawangsa, Jakarta, pada 23–24 Juli 2026 lalu, menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan seni dan budaya Nusantara. Jenama perhiasan TULOLA sukses menciptakan instalasi artistik yang menggambarkan bagaimana warisan budaya dapat terus berkembang tanpa kehilangan jiwanya.

Instalasi ini menampilkan perjalanan subeng, ornamen telinga tradisional Bali, sebagai simbol evolusi warisan budaya Nusantara. Melalui karya ini, TULOLA ingin menunjukkan bahwa tradisi tidak berhenti berkembang selama terus dimaknai oleh setiap generasi. Dalam pameran tersebut, pengunjung diajak untuk menelusuri transformasi subeng dari sebuah benda bernilai spiritual menjadi karya kriya yang memiliki nilai seni, budaya, hingga ekonomi tanpa kehilangan identitas aslinya.

Perjalanan Subeng dalam Empat Fase

Instalasi artistik TULOLA dibagi ke dalam empat fase yang menggambarkan evolusi subeng:

  • Persembahan
    Tahap pertama ini menampilkan inspirasi arsitektur padma, yang merepresentasikan fungsi awal subeng sebagai bagian dari tradisi dan ritual keagamaan di Bali. Fase ini memberikan gambaran tentang makna spiritual dari subeng sejak dulu.

  • Ekspresi
    Di tahap kedua, bentuk subeng dengan motif bunga lotus dipadukan dengan tanaman rambat sebagai simbol berkembangnya kreativitas dan estetika dalam seni kriya Bali. Ini menunjukkan bagaimana seni kriya terus berkembang seiring waktu.

  • Nilai
    Pada fase Nilai, subeng ditampilkan sebagai produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi. Motif keranjang dan bunga lili dipilih untuk menggambarkan aktivitas perdagangan sekaligus hubungan sosial yang tumbuh seiring berkembangnya karya kriya Nusantara.

  • Transformasi
    Tahap terakhir menampilkan interpretasi modern melalui elemen tipografi bertuliskan "Evolusi", sebagai penanda bahwa warisan budaya akan terus bergerak mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budayanya.

Koleksi Artwear EVOLUSI

Selain instalasi, TULOLA juga meluncurkan koleksi Artwear EVOLUSI yang terdiri dari 48 karya berupa anting, subeng, bros, sirkam, kalung, dan gelang. Seluruh koleksi mengadaptasi motif Canang, Macan, Sinar, Bunga, dan Kupu-kupu sebagai representasi perjalanan transformasi budaya ke dalam karya perhiasan kontemporer.

Melalui Kawan Nusantara 2026, TULOLA ingin menunjukkan bahwa budaya tidak hanya layak dilestarikan sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat terus berkembang menjadi sumber inspirasi bagi desain modern, industri kreatif, dan generasi muda.

Kolaborasi dengan Perajin Lokal

Pameran juga menghadirkan Heroes of Heritage, yakni karya kolaborasi TULOLA bersama perajin perak Desa Wisata Taro, Bali, I Made Suama dan Ketut Daging. Selain itu, pameran juga menampilkan Keris Wibawa Gunung Raung karya empu Bali I Komang Sudena yang merepresentasikan kekayaan tradisi kerajinan Nusantara.




0 Komentar