Prancis Menghadapi Tantangan Berat di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026
Prancis, yang merupakan salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026, menghadapi tantangan serius di babak 32 besar. Tim asuhan Didier Deschamps ini akan melawan Swedia dalam pertandingan yang digelar di Stadion New Jersey, Amerika Serikat, pada Rabu, 1 Juni 2026, pukul 4.00. Bagi Prancis, laga ini bukanlah pekerjaan mudah karena Swedia tampil sebagai kuda hitam yang datang tanpa beban.
Prancis melaju ke babak knockout dengan status juara Grup I setelah memenangkan tiga pertandingan secara berurutan. Mereka mengalahkan Senegal 3-1, Irak 3-0, dan Norwegia 4-1. Sementara itu, Swedia berhasil melenggang ke babak 32 besar melalui jalur peringkat ketiga terbaik. Tim asuhan Graham Potter memperoleh tiket tersebut setelah finis dengan empat poin, termasuk hasil imbang 1-1 kontra Jepang pada laga terakhir Grup F.
Kembalinya Pelatih Deschamps
Salah satu kabar positif bagi Prancis adalah kembalinya pelatih utama mereka, Didier Deschamps, yang sempat absen karena meninggalnya sang ibu. Kembalinya Deschamps menjadi suntikan moral penting bagi tim. Meskipun tidak hadir saat menaklukkan Norwegia, Les Bleus tetap tampil luar biasa. Ousmane Dembele mencuri perhatian dengan hattrick spektakuler di babak pertama, sebelum Desire Doue menutup kemenangan dengan gol keempat.
Asisten pelatih Prancis, Guy Stephan, menegaskan bahwa seluruh skuad sangat antusias menyambut kembalinya Deschamps. "Kami semua sangat senang karena dia akan segera kembali bersama tim. Dia sudah akan memimpin sesi latihan," ujarnya.
Kondisi Skuad Prancis
Selain kehadiran Deschamps, Prancis juga datang dengan modal skuad yang cukup bugar. Meski beberapa pemain seperti Marcus Thuram masih menjalani pemulihan cedera betis dan William Saliba mendapat manajemen beban latihan, mayoritas pemain inti siap tampil. Untuk melanjutkan tren kemenangan, Prancis kemungkinan besar akan mengandalkan dominasi lini tengah melalui kombinasi Adrien Rabiot, Warren Zaire-Emery, dan N'Golo Kante.
Dengan kualitas individu, kedalaman skuad, serta pengalaman bermain di fase gugur, Prancis masih jauh lebih diunggulkan dalam pertandingan ini.
Swedia Siap Ciptakan Kejutan
Meski tidak diunggulkan, Swedia justru melihat laga melawan Prancis sebagai kesempatan besar untuk menciptakan kejutan. Pelatih Swedia, Graham Potter, menegaskan bahwa timnya sangat antusias menghadapi tantangan besar melawan Prancis. Menurutnya, pertandingan seperti inilah yang menjadi impian setiap pemain dan pelatih.
Potter menyadari bahwa Swedia memang bukan favorit, tetapi mereka telah membuktikan diri sebagai tim yang tidak mudah ditaklukan. Meskipun sempat dibantai Belanda 1-5 di fase grup, Swedia menunjukkan karakter kuat dengan bangkit dan mengamankan tiket ke fase gugur.
Ia mengakui kualitas individu dan kolektif yang dimiliki Prancis. Namun, ia menyebut bahwa pertandingan seperti inilah yang harus dihadapi siapa pun jika ingin melangkah jauh di turnamen. "Mereka memiliki pemain kelas dunia di setiap lini. Mereka pernah menjuarai Piala Dunia dan memiliki pelatih yang tahu bagaimana cara memenangkan pertandingan. Ini tentu menjadi tantangan yang sangat besar, tetapi memang seperti inilah yang harus dihadapi pada fase gugur Piala Dunia," kata Potter.
Harapan pada Alexander Isak
Dalam pertandingan ini, Swedia berharap banyak kepada Alexander Isak sebagai ujung tombak. Striker yang memiliki mobilitas tinggi ini diharapkan mampu memanfaatkan celah dari lini belakang Prancis. Selain Isak, kreativitas lini tengah Swedia juga akan bertumpu pada Dejan Kulusevski dan Emil Forsberg. Dengan materi pemain yang sebenarnya tak kalah mentereng, Swedia berpotensi menghadirkan kejutan bagi Prancis.
0 Komentar