Video: Jumadi, Petani Durian Bangka Barat Berangkat Umrah dari Hasil Jualan Buahnya

Video: Jumadi, Petani Durian Bangka Barat Berangkat Umrah dari Hasil Jualan Buahnya

Kisah Inspiratif Petani Durian di Bangka Barat

Di balik rindangnya kebun durian yang terletak di Desa Tuik, Kecamatan Kelapa, Kabupaten Bangka Barat, tersimpan kisah inspiratif seorang petani bernama Jumadi. Pria berusia lebih dari 60 tahun ini berhasil mewujudkan impian keluarganya untuk melakukan ibadah umrah dan haji berkat hasil penjualan durian lokal.

Kebun durian milik Jumadi tidak terlalu besar, hanya terdiri dari sekitar 40 batang pohon yang tersebar di dua lokasi berbeda. Meski begitu, pohon-pohon tersebut sangat besar dan sudah berusia tua, dengan usia antara 10 hingga 40 tahun. Pohon-pohon yang berusia 40 tahun merupakan warisan dari orang tuanya, sementara yang berusia 10 tahun ia tanam sendiri.

Aktivitas Harian Jumadi

Setiap musim durian, Jumadi selalu memanen buah-buah yang jatuh dari pohon. Di bawah teduhnya pepohonan, aroma khas durian yang baru saja jatuh memenuhi udara, menandai musim panen yang kembali tiba. Sabtu (27/6/2026) pagi, Jumadi tampak sibuk menyusuri kebunnya. Meski usianya sudah tidak muda lagi, pria lanjut usia itu tetap bersemangat memungut buah-buah durian yang berserakan di bawah pohon.

Dengan langkah pelan namun pasti, ia mengamati setiap sudut kebun. Buah yang tersembunyi di balik rerumputan lebat maupun tertutup daun-daun kering tak luput dari pengamatannya. Satu per satu durian yang ditemukan kemudian dikumpulkan dan dibawa menuju pondok sederhana yang berdiri di tengah kebun. Di tempat itulah hasil panen disusun sebelum dipilah untuk dijual maupun dinikmati bersama keluarga.

Hasil Penjualan Durian yang Membawa Impian

Bagi Jumadi, musim durian bukan sekadar waktu memanen hasil kebun. Aktivitas itu telah menjadi bagian dari kesehariannya selama puluhan tahun mengelola lahan yang kini dipenuhi pohon-pohon durian produktif. Meski sudah lanjut usia, Jumadi tampak lincah dan jeli melihat buah durian yang terkadang berada di sela-sela rerumputan maupun yang tertutup dedaunan kering.

Lebih dari tiga tahun lalu, Jumadi bersama istri dan salah satu anaknya berangkat umroh dari uang tabungan hasil menjual buah durian. Biaya umroh satu orang sekitar Rp27,5 juta. Dengan begitu, biaya umroh untuk 3 orang mencapai Rp80-an juta. Jumadi mengatakan sebagian besar biaya umroh, dia dapat dari hasil jual durian satu kali masa panen atau musim durian.

Selain itu, Jumadi dan istrinya juga dijadwalkan bakal berangkat haji sekitar tiga tahun lagi dari hasil kebun durian. Sekitar 50 persen biaya untuk haji tersebut berasal dari uang durian, sedangkan 50 persennya dari duit lain seperti kebun sahang, sawit, karet, dan lain-lain.

Jenis Durian dan Potensi Ekonomi

Di tengah musim durian seperti itu, Jumadi mengaku bahwa aktivitas sehari-harinya hanya mencari durian jatuh. “Nyari durian lah sehari-harinya, kadang pagi, terus pulang. Sore kadang-kadang pergi lagi kalau ada yang jatuh,” ujarnya. Sedangkan untuk kebun-kebun lain miliknya seperti sawit, karet, dan lain-lain, dia tunda dulu perawatannya.

Apalagi, di momen-momen saat inilah para tengkulak durian dari berbagai penjuru Bangka sering mendatangi kebunnya dan memborong durian. “Kadang-kadang setiap hari ada yang sekali ngangkut (beli-red) Rp1 juta, kadang Rp1,2 juta,” tambahnya.

Oleh karena itu, menurutnya berkebun durian ini menjadi salah satu sumber cuan yang menjanjikan atau disebutnya sebagai rejeki musiman. Apalagi, jika pohon-pohon durian tersebut sudah berukuran besar, perawatan yang dilakukan seperti pemberian pupuk hanya sesekali saja.

Nama dan Keistimewaan Durian Lokal

Salah satu durian lokal di kebunnya dia beri nama durian siput. Itu diambil dari ciri fisik buah durian yang kecil dan bentuknya yang menyerupai cangkang siput. Namun, sebagian besar durian lokal lainnya saat ini belum ada nama. Kendati demikian, durian-durian tersebut punya kelebihannya tersendiri.

“Memang ada kelebihannya, isinya agak tebal dan manis. Jadi tengkulak-tengkulak ini kepingin belinya,” ucapnya.


0 Komentar