Program KKN Internasional Thailand 2026 Dimulai dengan Dukungan Lembaga Pendidikan Setempat

Sebanyak 30 mahasiswa dari Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor yang berasal dari Kabupaten Belitung telah memulai program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional Thailand 2026. Mereka tiba di Thailand pada Jumat, 24 Juli 2026, dan diterima secara resmi oleh Office of the Private Education Commission (OPEC) Provinsi Narathiwat sebagai awal dari pelaksanaan program pengabdian internasional tersebut.
Program ini dipimpin langsung oleh Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, M.Si., serta didampingi Wakil Rektor Bidang Pengelolaan Sumber Daya, Dr. Budi Susetyo, Ir., M.Sc., dan Kepala Unit Humas dan Promosi UIKA Bogor, Nurdin Alazies, S.T., M.Sos. Delegasi UIKA Bogor disambut oleh Kepala OPEC Provinsi Narathiwat, Rusman Niheng, Ketua Persatuan Alumni Indonesia-Thailand (PERSAIT) Provinsi Narathiwat, Amina Chuma, S.Pd., M.Ed., M.M., serta para kepala sekolah mitra dari wilayah Narathiwat, Yala, dan Pattani.
Program KKN Internasional Thailand 2026 akan berlangsung selama sekitar 40 hari. Para mahasiswa akan ditempatkan di sejumlah sekolah Islam swasta yang tersebar di tiga provinsi di Thailand Selatan, yaitu Narathiwat, Yala, dan Pattani. OPEC merupakan lembaga di bawah Kementerian Pendidikan Thailand yang bertugas melakukan pembinaan, pengawasan, dan pengembangan sekolah-sekolah swasta. Dalam pelaksanaan program ini, OPEC Narathiwat bersama PERSAIT mendukung proses koordinasi, penempatan, serta pelaksanaan kegiatan mahasiswa di sekolah-sekolah mitra.
Selain itu, program ini juga mendapat dukungan dari Darulhikmah School, Narathiwat. Dalam surat penerimaan resminya, pihak sekolah menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan KKN Internasional UIKA Bogor serta menegaskan bahwa koordinasi peserta dilakukan bersama OPEC Narathiwat dan PERSAIT sebagai mitra strategis.
Kepala OPEC Provinsi Narathiwat, Rusman Niheng, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa UIKA Bogor. Menurutnya, program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan pendidikan antara Thailand dan Indonesia.
"Kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kehadiran para mahasiswa dari Universitas Ibn Khaldun Bogor. Mewakili Kementerian Pendidikan Thailand, kami menyambut baik kerja sama ini untuk memperkuat hubungan pendidikan antara Thailand dan Indonesia serta meningkatkan kolaborasi antara universitas, sekolah, dan masyarakat," ujar Rusman.
Ia juga mengajak para mahasiswa memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar langsung dari masyarakat serta memahami budaya Thailand Selatan.
"Gunakan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat. Pelajari adat dan budaya di sini, kemudian berikan kontribusi terbaik sebagai mahasiswa sekaligus duta-duta muda Indonesia," katanya.
Sementara itu, Rektor UIKA Bogor, Prof. Dr. H. E. Mujahidin, mengatakan penerimaan resmi oleh OPEC merupakan bentuk kepercayaan sekaligus kehormatan bagi universitas.
"Ini merupakan kehormatan bagi UIKA Bogor karena mahasiswa kami diterima secara resmi oleh OPEC, sebuah institusi yang menaungi sekolah-sekolah swasta di Thailand. Kami menyampaikan terima kasih atas kesempatan, kepercayaan, dan dukungan yang telah diberikan kepada Universitas Ibn Khaldun Bogor," ujarnya.
Mujahidin berpesan agar seluruh mahasiswa menjaga nama baik universitas, Kabupaten Belitung, dan Indonesia selama mengikuti program pengabdian internasional tersebut.
"Mahasiswa tidak hanya membawa nama pribadi dan universitas, tetapi juga membawa nama Kabupaten Belitung dan Indonesia. Karena itu, tunjukkan kemampuan akademik, kedisiplinan, akhlak yang baik, serta semangat untuk belajar dan mengabdi," katanya.
Selama menjalankan KKN, para mahasiswa akan terlibat dalam kegiatan pembelajaran di sekolah Islam swasta, pendampingan siswa, pengembangan program pendidikan, serta berbagai kegiatan sosial yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah dan masyarakat setempat. Selain melaksanakan pengabdian, peserta juga akan melakukan penelitian sesuai disiplin ilmu masing-masing.
Hasil penelitian tersebut direncanakan dipresentasikan dalam kolokium internasional di Malaysia sebagai bagian dari penguatan pengalaman akademik dan jejaring internasional mahasiswa.
Sebanyak 30 peserta berasal dari berbagai program studi, antara lain Pendidikan Bahasa Inggris, Pendidikan Masyarakat, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Agama Islam, Ekonomi Syariah, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Lingkungan, serta Rekayasa Pertanian dan Biosistem. Keberagaman latar belakang keilmuan tersebut diharapkan mampu menghasilkan program pengabdian yang memberikan manfaat lebih luas bagi sekolah dan masyarakat di Thailand Selatan.
Salah seorang peserta mengaku antusias mengikuti program tersebut karena memberikan kesempatan memperoleh pengalaman internasional sekaligus memahami kehidupan masyarakat di negara lain.
"Kami sangat antusias mendapatkan kesempatan mengabdi di luar negeri. Kami berharap kehadiran kami di Thailand dapat memberikan kontribusi terbaik serta menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi masyarakat Thailand maupun Indonesia," ujarnya.
Program KKN Internasional Thailand 2026 merupakan bagian dari komitmen UIKA Bogor dalam memperluas pengalaman global mahasiswa melalui pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional. Selain memperkuat hubungan masyarakat Indonesia dan Thailand melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, kerja sama tersebut diharapkan berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam bentuk pertukaran mahasiswa, penelitian bersama, peningkatan kompetensi guru, pengembangan sekolah mitra, serta berbagai program akademik lintas negara.
0 Komentar