Festival Seni dan Tradisi Ramah Anak 2026: Mengajak Anak Kembali Mencintai Budaya
Festival Seni dan Tradisi Ramah Anak (Festika) 2026 menjadi momen penting dalam upaya mengurangi ketergantungan anak terhadap gawai sekaligus memperkuat cinta terhadap seni dan budaya. Acara ini digelar di Gedung Pancasila Universitas Sumatera Utara (USU) sebagai puncak peringatan Hari Anak Nasional.
Dengan tema ‘Anak Terjaga, Gawai Secukupnya, Budaya Selamanya’, Festika 2026 menarik lebih dari 800 peserta yang terdiri dari anak-anak, orangtua, pendidik, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan. Direktur Eksekutif Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA), Keumala Dewi, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital membuka akses luas terhadap informasi dan pembelajaran. Namun, di sisi lain, anak juga semakin rentan terhadap ancaman di ruang digital seperti cyberbullying, grooming, paparan konten tidak sesuai usia, dan kekerasan lainnya.
“Festika 2026 dengan tema tersebut ingin mengajak semua pihak untuk mendampingi anak-anak membangun kebiasaan berteknologi yang sehat tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya,” ujar Keumala. Ia menekankan bahwa acara ini bukan sekadar perayaan, tetapi momentum penting untuk memberikan kontribusi dalam memenuhi hak-hak anak Indonesia.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas hadir dalam acara tersebut dan menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Festika 2026. Menurutnya, peringatan Hari Anak Nasional harus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memastikan setiap anak tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Kami mengapresiasi Yayasan PKPA yang terus menghadirkan ruang-ruang positif bagi anak melalui Festika 2026. Kegiatan ini menunjukkan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menguatkan komitmen bersama,” katanya.
Rico menilai keluarga tetap menjadi elemen utama dalam perlindungan anak. Oleh karena itu, ia berharap orangtua terus mendapat pendampingan agar mampu menciptakan lingkungan rumah yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Berbagai Aktivitas Menarik untuk Anak
Festika 2026 tidak hanya menampilkan pertunjukan seni tradisional, tetapi juga menyediakan berbagai kelas paralel bagi anak. Beberapa aktivitas yang tersedia antara lain:
- Membaca nyaring
- Membatik ecopounding pada tote bag
- Membuat jurnal kreatif
- Permainan tradisional gasing origami
Seluruh kegiatan dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada anak-anak. Hal ini bertujuan untuk memperkuat identitas budaya sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
Talkshow Parenting: Tantangan Pengasuhan di Era Digital
Acara ini juga menghadirkan talkshow parenting yang membahas tantangan pengasuhan di era digital. Psikolog Fadhilla Fajrah menjelaskan bahwa ketergantungan anak terhadap gawai umumnya terbentuk sejak usia dini ketika perangkat digital dijadikan cara tercepat untuk menenangkan anak.
“Kebiasaan itu sering kali dimulai sejak usia dini, ketika gawai dijadikan sebagai cara tercepat untuk mengalihkan perhatian anak agar tenang atau lebih mudah diatur. Tanpa disadari, kondisi ini dapat menjadi awal terbentuknya ketergantungan anak terhadap gawai,” ujarnya.
Menurut Fadhilla, orangtua perlu menyediakan lebih banyak aktivitas alternatif yang sesuai dengan usia anak agar kebutuhan mereka terhadap gawai berkurang secara alami. “Ketika anak memiliki banyak kesempatan untuk bereksplorasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya, kebutuhan mereka terhadap gawai akan berkurang secara alami,” tambahnya.
Peserta Berkesan dan Apresiasi kepada Donor
Salah satu peserta, Rajab, perwakilan Forum Anak Kelurahan Lalang, mengaku senang dapat tampil sekaligus belajar menggunakan gawai secara bijak. “Saya senang sekali bisa ikut merayakan Hari Anak Nasional melalui Festika 2026. Di sini kami tidak hanya bisa tampil dan menunjukkan bakat, tetapi juga belajar tentang pentingnya menggunakan gawai dengan bijak serta tetap mencintai budaya Indonesia,” ujarnya.
Pada puncak acara, PKPA juga menyerahkan penghargaan kepada pemenang lomba kreasi anak serta memberikan apresiasi kepada para donor dan mitra yang mendukung program perlindungan anak. Festika 2026 terselenggara melalui kolaborasi Pemerintah Kota Medan, berbagai organisasi perangkat daerah, satuan pendidikan, komunitas, serta didukung Kementerian Kebudayaan RI melalui Dana Indonesiana, Kindernothilfe (KNH), Terre des Hommes (TdH), dan sejumlah mitra lainnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ruang partisipasi anak sekaligus mendorong pelestarian budaya di tengah perkembangan era digital.
0 Komentar