
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kembali Muncul di Kabupaten Sanggau
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terjadi di Dusun Mungguk Kemantan, Desa Bagan Asam, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (7/8/2026), setelah sebelumnya kebakaran yang sama sempat terjadi pada Kamis (6/8/2026) dan menghanguskan sekitar 7 hektare lahan perkebunan serta kawasan hutan milik masyarakat.
Petugas gabungan dari Polsek Toba, PT SJAL, PT SAP, dan masyarakat langsung melakukan upaya pemadaman sejak pukul 14.00 WIB hingga 22.00 WIB. Proses pemadaman dilakukan dengan melibatkan dua mobil tangki, tiga mesin Robin, serta mobil patroli yang dilengkapi alat pemadam berkapasitas 1.000 liter air.
Penyebab Kembali Munculnya Titik Api
Menurut informasi yang diperoleh, titik api kembali muncul karena karakteristik tanah gambut di sebagian lokasi. Tanah gambut memungkinkan bara api bertahan di bawah permukaan tanah, sehingga meskipun api di permukaan telah dipadamkan, ada risiko kembali muncul.
Kawil Mungguk Kemantan, Inai, menyampaikan bahwa sejumlah titik api masih berpotensi menyebar, termasuk di area yang sebelumnya sudah dipadamkan. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Upaya Pemadaman yang Dilakukan
Polsek Toba langsung turun ke lokasi setelah menerima laporan adanya titik api. Kapolsek Toba Iptu Arnold Rocky Montolalu, S.H., M.H. bersama tujuh personel segera menuju lokasi untuk koordinasi dengan manajemen PT Sumatera Jaya Agro Lestari (SJAL) dan PT Sumatera Agro Palma (SAP).
Dalam proses pemadaman, dua unit mobil tangki dari PT SJAL dan PT SAP digunakan untuk menyuplai air ke lokasi. Selain itu, tiga unit mesin Robin lengkap dengan selang semprot juga digunakan untuk menjangkau titik api di kawasan rimba dan semak belukar.
Area yang Terdampak
Salah satu lokasi yang kembali memunculkan api adalah lahan milik warga di kawasan Dusun Bagan Asam. Area tersebut terdiri dari rimba dan semak belukar dengan karakter tanah sebagian gambut. Luas area yang menjadi perhatian mencapai sekitar 3 hektare.
Kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh. Petugas melakukan pembasahan secara merata untuk memastikan bara di dalam tanah benar-benar padam.
Kendala dalam Proses Pemadaman
Kapolsek Toba menjelaskan bahwa petugas menghadapi beberapa kendala selama proses pemadaman. Salah satunya adalah sumber air yang berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Selain itu, kondisi beberapa titik yang sulit dijangkau juga menjadi tantangan.
“Situasi di lapangan cukup menantang karena sumber air berada cukup jauh, sementara beberapa titik sulit dijangkau. Namun, personel bersama pihak perusahaan dan masyarakat terus berupaya agar api tidak meluas,” ujarnya.
Hasil Pemadaman
Berkat kerja sama antara Polsek Toba, PT SJAL, PT SAP, serta masyarakat sekitar, titik api yang kembali muncul berhasil dipadamkan. Hingga saat ini, api tidak menyebar ke kawasan lainnya.
Meski demikian, pemantauan tetap dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kembali bara api. Hal ini sangat penting mengingat kondisi cuaca panas dan karakteristik lahan gambut yang rentan terbakar.
Imbauan dari Polsek Toba
Polsek Toba mengimbau masyarakat di Dusun Mungguk Kemantan dan sekitarnya untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api. Laporan sedini mungkin dinilai penting agar potensi Karhutla dapat segera ditangani dan tidak meluas ke lahan masyarakat maupun kawasan lainnya.
0 Komentar