Dari 1.000 Mangrove ke Ribuan Suara Muda, Kolaborasi Reswara dan DLH Kalsel Berlanjut

Kegiatan Penanaman Mangrove di Desa Takisung, Kalimantan Selatan

Di tengah upaya menjaga keberlanjutan lingkungan, kawasan pesisir Desa Takisung, Kabupaten Tanah Laut, menjadi pusat perhatian dalam memperingati Hari Mangrove Sedunia. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan bersama berbagai pemangku kepentingan mengadakan aksi penanaman 1.000 bibit mangrove di lahan seluas satu hektare. Kegiatan ini tidak hanya sekadar seremoni tahunan, tetapi juga bagian dari gerakan kolektif untuk melindungi ekosistem pesisir yang memiliki peran penting sebagai benteng alami terhadap abrasi, habitat keanekaragaman hayati, serta penyerap karbon.

Kepala DLH Provinsi Kalimantan Selatan, Rahmat Prapto Udoyo, menekankan bahwa keberhasilan menjaga mangrove hanya bisa dicapai melalui kolaborasi lintas sektor. Ia menyebutkan bahwa DLH bekerja sama dengan PT Tunas Inti Abadi, instansi vertikal, SKPD terkait, komunitas, dan masyarakat dalam penanaman serentak sebanyak 1.000 batang mangrove di Desa Takisung.

Rahmat berharap semangat kolaborasi tersebut terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk penanaman, tetapi juga melalui upaya pemeliharaan, edukasi, dan peningkatan kesadaran masyarakat agar manfaat mangrove dapat dirasakan oleh generasi mendatang.

Kolaborasi Internal Pilar Pertambangan Terintegrasi Grup ABM

Semangat kolaborasi juga diwujudkan secara internal oleh perusahaan-perusahaan yang berada dalam pilar bisnis pertambangan terintegrasi grup ABM. Melalui koordinasi PT Reswara Minergi Hartama, kegiatan ini melibatkan dua entitas operasional di Kabupaten Tanah Bumbu, yaitu PT Tunas Inti Abadi (TIA) sebagai pemegang IUP Operasi Produksi Batubara dan PT Pelabuhan Buana Reja (PBR) sebagai Badan Usaha Pelabuhan (BUP).

Selain berpartisipasi dalam penanaman mangrove bersama DLH Provinsi Kalimantan Selatan di Takisung, kedua perusahaan juga melaksanakan kegiatan penanaman mangrove di kawasan operasional pelabuhan PBR pada Sabtu (25/7) sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung rehabilitasi kawasan pesisir.

Kolaborasi tersebut tidak berhenti pada kegiatan penanaman. Sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran lingkungan sejak dini, karyawan PT Tunas Inti Abadi dan PT Pelabuhan Buana Reja turut menjadi fasilitator dalam kegiatan edukasi lingkungan di SMPN 3 Satap Angsana, Desa Bunati, Kabupaten Tanah Bumbu.

Melalui pendekatan pembelajaran yang sederhana dan interaktif, para siswa diajak memahami pentingnya ekosistem mangrove melalui alur materi yang disusun secara bertahap, yaitu: * Kenal Mangrove
Paham Manfaat
Paham Ancaman
* Melihat Aksi Nyata Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan

Pendekatan tersebut diharapkan tidak hanya memperkenalkan fungsi ekologis mangrove, tetapi juga memberikan gambaran bahwa dunia usaha memiliki tanggung jawab sekaligus peran aktif dalam menjaga keberlanjutan lingkungan.

Dari Menanam Mangrove Menjadi Menumbuhkan Kepedulian

Direktur PT Reswara Minergi Hartama, Iwan Hermawan, mengatakan bahwa pengalaman di lapangan menunjukkan keberhasilan konservasi tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam. Menurutnya, investasi terbesar justru terletak pada upaya membangun kesadaran generasi muda agar tumbuh menjadi pelaku utama pelestarian lingkungan.

"Menanam mangrove adalah langkah awal. Namun yang lebih penting adalah menanam kepedulian. Ketika anak-anak memahami fungsi mangrove, mengenali ancamannya, lalu melihat langsung bagaimana pemerintah, masyarakat, dan perusahaan bekerja sama menjaganya, mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman yang membentuk karakter peduli lingkungan," ujar Iwan.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut menjadi inspirasi lahirnya SWARA (Suara Generasi Muda untuk Indonesia), sebuah program kolaboratif yang dirancang PT Reswara Minergi Hartama bersama DLH Provinsi Kalimantan Selatan.

"SWARA merupakan kelanjutan dari gerakan yang sudah dimulai di lapangan. Jika hari ini kita menanam 1.000 mangrove, maka melalui SWARA kami ingin menumbuhkan ribuan ide, karya, dan aksi nyata dari generasi muda. Kami percaya perubahan yang berkelanjutan akan lahir ketika konservasi lingkungan dibarengi dengan pendidikan dan partisipasi aktif masyarakat, khususnya pelajar," katanya.

SWARA, Ruang Bagi Generasi Muda

Melalui SWARA, pelajar di Kalimantan Selatan akan diajak berpartisipasi melalui dua kategori kegiatan, yaitu Wadai Gasan Banua (Wadah ide untuk Banua berupa esai, infografik, desain komunikasi visual) dan Bahana Banua (video kampanye lingkungan) yang menggabungkan gagasan, kreativitas, serta aksi nyata dalam menjaga lingkungan.

Program tersebut akan berlangsung mulai 28 Juli hingga 17 Agustus 2026, dengan pengumuman pemenang pada 18 Agustus 2026, sehingga menjadi rangkaian yang menghubungkan tiga momentum besar, yaitu Hari Mangrove Sedunia, International Youth Day 2026, dan HUT ke-81 Republik Indonesia.

Bagi PT Reswara Minergi Hartama, SWARA bukan sekadar kompetisi, melainkan investasi sosial jangka panjang untuk melahirkan generasi muda yang memiliki literasi lingkungan, keberanian menyampaikan gagasan, serta kemauan untuk mengambil peran dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam Indonesia.

Dengan demikian, bibit mangrove yang ditanam hari ini tidak hanya akan tumbuh menjadi pelindung pesisir, tetapi juga diharapkan sejalan dengan tumbuhnya generasi baru yang memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, dimulai dari langkah kecil di sekolah, di rumah, hingga di tengah masyarakat.

0 Komentar