
Timnas voli putra Vietnam kini memiliki harapan baru setelah sukses meraih gelar juara leg kedua SEA V League 2026. Ini menjadi pencapaian pertama mereka dalam ajang antarnegara di Asia Tenggara. Sebelumnya, prestasi terbaik mereka di SEA Games hanya sebatas tiga medali perak pada tahun 2007, 2015, dan 2021.
Kemenangan ini diraih oleh timnas voli putra Vietnam di bawah asuhan pelatih asal Italia, Federico Rampazzo. Bagi pelatih tersebut, ini adalah pertama kalinya ia berhasil membawa tim nasional meraih gelar juara. Performa luar biasa dari para pemain membuat Vietnam mampu mengalahkan Indonesia di semifinal dan Thailand di babak final.
Para pemain dan pelatih tampak sangat bahagia saat tiba di negaranya dengan membawa trofi SEA V Cup pada Senin (27/7/2026). Mereka menunjukkan kebanggaan yang luar biasa atas kemenangan ini.
Sekretaris Jenderal Federasi Bola Voli Vietnam, Le Tri Truong, menyampaikan bahwa para pemain Vietnam sebenarnya mampu mengalahkan dua rival terberat mereka. Ia berharap pemain tidak lagi minder atau rendah hati jika harus bertemu kembali dengan Thailand dan Indonesia di turnamen berikutnya.
Menurut Le Tri Truong, Vietnam masih tertinggal jauh dari Thailand dan Indonesia dalam hal prestasi. Kedua negara ini sering kali menjadi pesaing terberat dalam mendapatkan medali emas di SEA Games.
“Selama pertandingan, pemain voli putra terkadang gagal mengatasi keterbatasan mereka sendiri,” ujar Le Tri Truong. “Tim voli putra Vietnam pernah mengalahkan Indonesia dan Thailand sebelumnya, tetapi mereka belum mampu mempertahankan kesuksesan ini, sehingga sering merasa rendah diri saat menghadapi mereka.”
Namun, setelah mengalahkan dua rival terbesar dalam turnamen yang sama (SEA V Cup), kestabilan mental para pemain semakin terjaga. Kemenangan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri para pemain Vietnam saat menghadapi Indonesia dan Thailand.
Keberhasilan timnas voli Vietnam menjuarai leg kedua SEA V Cup juga didampingi hadiah total sebesar 800 juta VND atau sekitar 549 juta rupiah. Hadiah tersebut diperoleh dengan rincian 300 juta VND setelah mengalahkan Indonesia di semifinal dan 500 juta VND setelah menumbangkan Thailand di babak final.
Le Tri Truong melanjutkan harapannya ketika timnas voli putra Vietnam dipimpin oleh pelatih Italia dan akan berlaga di Asian Games 2026. Tim ini tergabung dalam grup C bersama Qatar, India, dan Hong Kong.
“Pada kenyataannya, baik tim voli putra maupun putri telah beberapa kali menggunakan jasa ahli asing,” katanya. “Setelah dua bulan bekerja sama, sangat sulit bagi kami untuk membuat penilaian komprehensif, dan kami tidak dapat mengharapkan Bapak Federico Rampazzo untuk membawa transformasi lengkap tim dalam setiap aspek.”
Namun, melalui kontak dan pengamatan sesi latihan, kesan pertama yang ditinggalkan oleh ahli Italia tersebut adalah bahwa ia menanamkan semangat ceria dan kepercayaan diri pada para pemain. Para atlet merasa nyaman dan antusias dalam berlatih bersama pelatih, dan ini merupakan pertanda yang sangat baik.
“Tentu saja, ini baru permulaan. Proses membangun gaya bermain dan pendekatan tim sesuai dengan kepribadian pelatih Federico Rampazzo akan membutuhkan lebih banyak waktu,” ujar Le Tri Truong.
0 Komentar