
Kondisi Harga Semen di Aceh yang Mengkhawatirkan
Anggota Komite II DPD RI, Azhari Cage, menyampaikan keprihatinannya terhadap situasi harga semen di Aceh yang kini melonjak tajam. Hal ini terjadi saat masyarakat masih berupaya bangkit dari dampak banjir besar yang menimpa wilayah tersebut pada akhir tahun 2025 lalu.
Azhari melakukan kunjungan kerja ke PT Semen Bangun Andalas (SBA) di Lhoknga, Aceh Besar, pada Sabtu (8/8/2026). Tujuannya adalah untuk menelusuri penyebab kelangkaan semen yang terjadi di Aceh. Hasil pertemuan dengan manajemen SBA menunjukkan bahwa tidak ada kendala dalam proses produksi. Bahkan, produksi semen disebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jadi, kalau dilihat pada produksi tidak menurun malah meningkat, seharusnya tidak terjadi kelangkaan di masyarakat terhadap semen,” ujar Azhari.
Dari laporan yang ia terima, harga semen di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar saat ini berada di kisaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu per sak. Sementara di sejumlah daerah lainnya, harga telah mencapai Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per sak. Kondisi ini semakin membebani masyarakat yang sedang berupaya memulihkan rumah dan kehidupan mereka setelah dilanda banjir.
“Aceh ini menderita sekali, kelangkaan semen, BBM antre terus, harga besi naik. Padahal mereka lagi mencoba untuk bangkit dari keterpurukan musibah,” kata Azhari.
Panggil Distributor untuk Memastikan Distribusi Lancar
Azhari menilai persoalan tersebut tidak boleh dibiarkan karena masyarakat Aceh saat ini juga menghadapi sejumlah persoalan lain, seperti antrean BBM dan kenaikan harga besi. Ia meminta manajemen SBA berkoordinasi dengan para distributor untuk memastikan tidak terjadi persoalan dalam distribusi semen hingga ke masyarakat.
“Maka dalam hal ini kita meminta kepada manajemen Semen Andalas agar dapat berkoordinasi dan memanggil distributor-distributor tersebut agar tidak ada yang bermain,” tegasnya.
Azhari juga meminta agar koordinasi tidak sebatas penyampaian informasi, tetapi benar-benar memastikan ketersediaan semen dan harga yang wajar di tengah masyarakat. “Kalau hanya sekadar koordinasi kan bisa saja mereka menjelaskan begini-begini. Tapi kita ingin memastikan agar masyarakat Aceh ini benar-benar tidak merasakan lagi kelangkaan semen yang terjadi seperti saat ini.”
Tidak Tahu Penyebab Kelangkaan Semen
Sementara itu, GM PT SBA, R Adi Sentosa, mengaku bahwa pihaknya tidak mengetahui secara pasti faktor yang mengakibatkan kelangkaan semen di pasar-pasar yang ada di Aceh. “Itu yang terus terang kami tidak bisa menjawab. Karena kewenangan dan kewajiban kami memastikan bahwa kita berproduksi.”
Adi menduga kelangkaan dan kenaikan harga semen ini diakibatkan oleh banyaknya proyek yang sedang berjalan di tengah masyarakat, seperti proyek pembangunan KDMP, Sekolah Rakyat, hingga proses rehab-rekon pascabencana. “Kemudian, mungkin juga masyarakat yang sudah mulai melihat suasananya sudah tidak ada kendala untuk membangun, itu kan secara hukum pasar permintaan naik ini.”
Produksi Berjalan Normal 24 Jam
Meskipun demikian, Adi memastikan bahwa saat ini proses produksi semen di PT SBA berjalan normal seperti biasa. Bahkan pihaknya kini melakukan penambahan jam kerja, di mana khusus untuk proses pengemasan berlangsung selama 24 jam. Hal itu dilakukan untuk mempercepat proses distribusi semen di tengah masyarakat, sehingga tidak terjadi kelangkaan dan harga bisa berangsur stabil.
“Intinya secara kapasitas kami sudah ada pada posisi tertinggi yang bisa kita produksi per hari ini. Harapannya apa yang kami lakukan ini bisa membantu mempercepat menyelesaikan proses kelangkaan semen di masyarakat,” jelasnya.
0 Komentar