Mahasiswa Menangis Curhat Harga Beras Mahal di Alor, Dapat Apresiasi Kos Dibayari 2 Tahun

Mahasiswa Menangis Curhat Harga Beras Mahal di Alor, Dapat Apresiasi Kos Dibayari 2 Tahun

Mahasiswa Baru Undip Asal Alor Berani Bersuara Soal Harga Beras

Di tengah suasana haru yang terjadi dalam Kuliah Umum Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Diponegoro (Undip) Tahun Akademik 2026/2027, seorang mahasiswa baru asal Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), memberanikan diri untuk menyampaikan keluhan tentang kesulitan masyarakat di daerahnya mendapatkan beras dengan harga terjangkau. Mahasiswa tersebut adalah Adriano Jeconia Padama.

Adriano berbicara dengan suara bergetar dan menahan air mata saat menjelaskan kondisi masyarakat di Alor yang menghadapi kenaikan harga beras yang signifikan. Menurutnya, hampir 300 ribu warga di wilayah kepulauan ini terdampak oleh masalah ini. Ia menyebutkan bahwa harga beras di wilayah perkotaan Alor berkisar antara Rp13.000 hingga Rp15.000 per kilogram, sementara di pedalaman bisa mencapai Rp17.000 hingga Rp18.000 per kilogram. Bahkan, ketika cuaca buruk menghambat pengiriman, harga beras bisa melonjak hingga Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram.

Curahan hati Adriano di hadapan para peserta kuliah umum memicu reaksi cepat dari Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Di tengah sesi dialog, Amran langsung menghubungi Direktur Utama Perum Bulog dan memerintahkan pembangunan gudang serta pengiriman beras ke Alor. Ia juga memutuskan untuk terbang langsung ke daerah tersebut guna memastikan ketersediaan serta stabilitas harga beras.

"Pak Dirut, itu Kabupaten Alor, ada gak gudang di sana? Bangun satu gudang sana ya. Kirim utusannya, kirim beras di sana dulu hari ini. Saudara kita 300 ribu jiwa ini butuh beras murah. Kita kirim hari ini," ujar Amran melalui sambungan telepon.

Selain itu, Menteri Pertanian juga menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi Adriano sebagai mahasiswa perantau. Mengetahui bahwa Adriano tinggal di kos dan harus berjuang secara mandiri, Amran pun memberikan kejutan dengan menyatakan akan menanggung seluruh biaya sewa tempat tinggal Adriano selama dua tahun.

"Ini kos-kosanmu 2 tahun ya, Nak. Kamu monitor aja (harga beras), nanti lapor sama saya lagi," kata Mentan.

Sosok Adriano Padama

Adriano Jeconia Padama merupakan mahasiswa baru S1 Hubungan Internasional FISIP Universitas Diponegoro (Undip). Ia lahir dari pasangan Semuel Padama dan Ady Irma Retebana. Adriano tinggal di Kalabahi, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Aksi Adriano tidak hanya mendapat perhatian dari Menteri Pertanian, tetapi juga dari Wakil Gubernur (Wagub) Nusa Tenggara Timur (NTT) Johni Asadoma. Wagub Johni mengapresiasi keberanian Adriano dalam menyampaikan aspirasi masyarakat Alor kepada pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa perhatian Menteri Pertanian terhadap kondisi pertanian dan kebutuhan masyarakat di Kabupaten Alor berawal dari aspirasi yang disampaikan Adriano saat Mentan Amran Sulaiman memberikan pidato di Undip.

"Adriano sudah menuntun Bapak Menteri untuk datang ke Alor," ujar Johni.

Johni menilai bahwa keberanian Adriano menunjukkan bahwa generasi muda NTT yang menempuh pendidikan di luar daerah tetap dapat berkontribusi dan menyuarakan kepentingan serta kebutuhan daerah asalnya. Ia menegaskan bahwa hal ini menjadi bukti bahwa suara anak-anak Alor dan NTT bisa didengar sampai ke tingkat pemerintah pusat.

Respons Cepat dari Pemerintah

Keberanian Adriano tidak hanya mendapat apresiasi dari pejabat setempat, tetapi juga mendorong tindakan nyata dari pemerintah. Setelah mendengar keluhan masyarakat Alor, Menteri Pertanian langsung bertindak dengan memerintahkan Bulog untuk membangun gudang dan mengirim beras ke daerah tersebut. Selain itu, ia juga merencanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Alor untuk melihat langsung kondisi masyarakat dan potensi pertanian daerah tersebut.

Kunjungan ini diharapkan dapat membuka peluang lebih besar bagi masyarakat Alor dalam mengakses beras dengan harga yang lebih terjangkau. Selain itu, kebijakan yang diambil oleh pemerintah juga menjadi bentuk dukungan terhadap mahasiswa seperti Adriano yang berani menyampaikan aspirasi mereka.

Dukungan untuk Generasi Muda

Aksi Adriano telah menjadi contoh bagi generasi muda lainnya untuk tidak ragu bersuara dan menyampaikan kebutuhan daerahnya. Melalui inisiatifnya, ia berhasil memperkenalkan masalah yang dihadapi masyarakat Alor kepada pihak berwenang. Hal ini menunjukkan bahwa suara masyarakat, terutama dari daerah terpencil, tetap penting dan bisa menjadi dasar bagi kebijakan yang lebih inklusif.

Dengan dukungan pemerintah dan partisipasi aktif dari masyarakat, diharapkan masalah harga beras yang dihadapi Alor dapat segera terselesaikan. Adriano, sebagai salah satu tokoh muda yang berani, menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk terus berjuang demi kepentingan bersama.

0 Komentar