Pemadaman listrik bunuh 5.000 ekor ternak, rugi Rp 250 juta di HST

Pemadaman listrik bunuh 5.000 ekor ternak, rugi Rp 250 juta di HST

Kematian 5.000 Ekor Ayam Akibat Pemadaman Listrik yang Berlangsung Lama

Sebuah kejadian yang mengejutkan terjadi di Desa Aluan Sumur, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), setelah lebih dari 5.000 ekor ayam pedaging mati dalam kandang close house milik Saipul Hadi. Kejadian ini terjadi akibat pemadaman listrik yang berlangsung selama lebih dari lima jam. Pemadaman tersebut menyebabkan suhu di dalam kandang meningkat secara drastis hingga mengakibatkan kematian pada sebagian besar ayam yang dipelihara.

Sistem Ventilasi Gagal Bekerja

Pembakal Aluan Sumur, Nurul Adha, menjelaskan bahwa kandang tersebut sebenarnya memiliki generator cadangan. Namun, saat listrik padam, generator tersebut mengalami kerusakan dan tidak mampu menghidupkan seluruh kipas blower yang menjadi sistem ventilasi utama kandang. Akibatnya, ventilasi tidak berjalan dengan optimal, sehingga ayam mengalami kepanasan dan mati.

"Generator yang ada macet sehingga kipas blower tidak bisa menyala semuanya. Akibatnya ayam kepanasan dan mati," ujar Nurul Adha.

Ia juga menyebutkan bahwa dari total sekitar 8.000 ekor ayam yang dipelihara, lebih dari 5.000 ekor dilaporkan mati akibat suhu di dalam kandang yang meningkat drastis selama pemadaman berlangsung. Menurut Nurul Adha, lamanya pemadaman menjadi penyebab utama besarnya kerugian yang dialami peternak. Jadwal pemadaman juga disebut berubah dari pemberitahuan sebelumnya sehingga peternak tidak memiliki cukup waktu untuk mengantisipasi kondisi tersebut.

Kerugian Diperkirakan Capai Rp 250 Juta

Akibat kejadian itu, Saipul Hadi diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp 250 juta. Namun, hingga kini belum ada tindak lanjut dari pihak PLN terkait kerugian yang dialami peternak tersebut.

"Kami berharap ada perhatian dan tanggung jawab dari pihak terkait karena kerugian yang dialami peternak sangat besar," katanya.

Peristiwa ini menjadi pukulan berat bagi usaha peternakan ayam modern di Desa Aluan Sumur yang sangat bergantung pada pasokan listrik untuk menjaga sirkulasi udara dan suhu kandang tetap stabil.

Respons dari PLN

PT PLN (Persero) memastikan telah memonitor kasus kematian lebih dari 5.000 ekor ayam di kandang close house milik Saipul Hadi di Desa Aluan Sumur, Kecamatan Batu Benawa, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), yang diduga berkaitan dengan pemadaman listrik pada Jumat (24/7).

Manager Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Barabai Kota, Syarwani, mengatakan pihaknya telah berkomunikasi dengan pemilik usaha melalui aplikasi WhatsApp. Namun, karena pemilik kandang masih berada di Banjarmasin, PLN akan melakukan pertemuan langsung setelah yang bersangkutan tiba di Barabai.

"Kasus ini sudah kami monitor. Kami juga sudah berkomunikasi melalui WhatsApp. Nanti setelah pemilik usaha berada di Barabai, kami akan bertemu langsung untuk membahas permasalahan ini," ujar Syarwani.

Hal senada disampaikan Assistant Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Barabai, Kurnia Dany Hargyana. Menurutnya, PLN masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa tersebut sebelum menentukan tindak lanjut.

"Kami ingin bertemu langsung dengan pelanggan untuk memperoleh informasi secara lengkap sehingga penanganannya dapat dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Aturan Kompensasi dari PLN

Kurnia menjelaskan, apabila terdapat kompensasi kepada pelanggan, mekanismenya mengacu pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017 tentang Tingkat Mutu Pelayanan dan Biaya yang Terkait dengan Penyaluran Tenaga Listrik oleh PT PLN (Persero), sebagaimana telah diubah terakhir melalui Permen ESDM Nomor 2 Tahun 2025.

Dalam regulasi tersebut, kompensasi diberikan apabila PLN tidak memenuhi Tingkat Mutu Pelayanan (TMP). Bentuk kompensasinya berupa pengurangan tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar atau penambahan token listrik bagi pelanggan prabayar.

Adapun penggantian kerugian usaha, seperti kematian ternak atau kerusakan aset pelanggan, tidak diatur sebagai kompensasi otomatis sehingga setiap kasus memerlukan penanganan dan kajian tersendiri.

Potensi Kerugian Besar di Sektor Peternakan

Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Wilayah Kalimantan Selatan, Muhammad Rouf Sekertaris Pinsar Kalsel, mengakui jika adanya pemadaman listrik merugikan kondisi peternakan unggas. Namun pihaknya mengaku belum menginventarisasi totalnya.

"Yang jelas sudah miliaran. Tapi data fix-nya kami belum list semua," kata Muhammad Rouf.

Pihaknya pada saat rapat hari ini belum sempat membahas langkah lanjutan. "Nanti di rapat lanjutan akan kami sampaikan," janjinya.

Adapun Kadisbunak Kalsel, Suparmi mengaku masih akan mengumpulkan dampak kerugian di sektor ini.

"Belum, kami masih invetarisasi dulu," jelasnya.

0 Komentar