Piala Presiden 2026: Persebaya Ciptakan Sejarah, Bawa Trofi Kayu Jati ke Kota Pahlawan

Persebaya Surabaya Mengukir Sejarah dengan Juara Piala Presiden 2026

Persebaya Surabaya berhasil mencatatkan sejarah baru dalam sejarah sepak bola Indonesia. Untuk pertama kalinya, klub berjuluk Green Force itu mampu memenangkan Piala Presiden, sebuah gelar yang selama ini menjadi dambaan bagi banyak klub. Trofi kayu jati tua yang dianggap sebagai simbol kejayaan kini resmi berada di Kota Pahlawan setelah Persebaya mengalahkan Persib Bandung di partai final.

Perjalanan Menuju Juara

Perjalanan Persebaya Surabaya dalam Piala Presiden 2026 tergolong sempurna. Di fase grup, mereka tampil luar biasa dengan meraih sembilan poin dan menjadi juara Grup B. Kemenangan atas Persija Jakarta, PSMS Medan, dan Port FC (Thailand) membuktikan kekuatan tim asuhan Bernardo Tavares.

Di babak semifinal, Persebaya menghadapi Arema FC dan berhasil menang tipis 1-0 melalui gol Yuran Fernandes. Hasil ini memperkuat rekor kemenangan Persebaya atas Arema FC dalam pertemuan terakhir.

Di partai final, Persebaya Surabaya harus berjuang keras melawan Persib Bandung. Pertandingan berlangsung sangat sengit hingga 120 menit tanpa gol. Akhirnya, Persebaya menang lewat adu penalti dengan skor 6-5, mengakhiri perjalanan mereka dengan gelar juara.

Pesan Haru dari Rachmat Irianto

Juara Piala Presiden 2026 bukan hanya tentang gelar, tetapi juga momen emosional bagi pemain. Salah satunya adalah Rachmat Irianto, kapten Persebaya Surabaya. Ia menyampaikan pesan haru kepada mendiang ayahnya, Bejo Sugiantoro, legenda klub.

“Terima kasih sudah menjadi bagian dalam hidupku. Saya akan selalu menikmati anak tangganya. Saya datang, saya berucap, dan saya akan tepati,” tulis Rachmat Irianto di akun media sosialnya. Pesan tersebut menjadi momen yang sangat berharga bagi para penggemar Persebaya.

Trofi Kayu Jati Tua yang Bersejarah

Trofi Piala Presiden memiliki cerita unik di baliknya. Dibuat oleh seniman Bali, Ida Bagus Ketut Lasem, menggunakan kayu jati tua yang berusia sekitar 80 tahun. Awalnya, trofi hanya berbentuk ukiran kayu. Namun, seiring waktu, trofi terus dipercantik dengan elemen perak dan ornamen batu.

Sebelumnya, trofi telah berpindah tangan dari satu juara ke juara lainnya. Arema FC, Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Port FC (Thailand) pernah menyimpannya di lemari gelar masing-masing. Kini, untuk pertama kalinya, trofi tersebut berada di tangan Persebaya Surabaya.

Masa Depan Piala Presiden

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, menyebut bahwa penyelenggaraan Piala Presiden 2027 akan menjadi agenda Timnas Indonesia. Hal ini dilakukan karena kompetisi antarklub semakin padat, terutama setelah hadirnya Piala Liga.

Erick menjelaskan bahwa Piala Presiden awalnya dibuat pada 2015 saat PSSI sedang disanksi. Turnamen ini memberikan kesempatan bagi klub-klub untuk berpartisipasi dalam kegiatan olahraga.

Rencana perubahan format turnamen ini menimbulkan pertanyaan tentang nasib trofi kayu jati tua. Jika format berubah, apakah trofi tersebut masih digunakan? Hingga kini, belum ada kepastian. Namun, jika trofi tak lagi diperebutkan, maka Persebaya Surabaya bisa jadi klub terakhir yang menyimpannya di lemari gelar.

Kesimpulan

Kemenangan Persebaya Surabaya dalam Piala Presiden 2026 bukan hanya tentang gelar pertama, tetapi juga tentang akhir dari perjalanan trofi yang telah berpindah tangan selama bertahun-tahun. Ini menjadi momen penting dalam sejarah klub dan sepak bola Indonesia secara keseluruhan.

0 Komentar