
Final Piala Presiden 2026: Persebaya Surabaya Juara dengan Drama Adu Penalti
Kompetisi pramusim perebutan Piala Presiden 2026 telah usai, di mana pertandingan final antara Persib Bandung melawan Persebaya Surabaya berlangsung pada Kamis (6/8/2026) lalu. Dalam laga tersebut, Persebaya Surabaya berhasil menjadi juara setelah mengalahkan lawannya melalui drama adu penalti.
Persebaya tidak hanya meraih uang tunai sebesar Rp8 miliar, tetapi juga mendapatkan trofi Piala Presiden yang ikonik sejak tahun 2015. Trofi ini memiliki sejarah panjang dan unik, dipahat pertama kali oleh Joko Widodo saat masih menjabat sebagai presiden. Selanjutnya, seniman ukir asal Gianyar, Bali, Ida Bagus Ketut Lasem, melanjutkan pembuatan trofi tersebut.
Pada tahun 2015, trofi ini diperkenalkan dalam bentuk murni ukiran kayu jati yang berusia sekitar 80 tahun. Dua tahun kemudian, tambahan elemen perak diberikan untuk membuatnya lebih modern. Pada tahun 2019, trofi kembali diperindah dengan penambahan ornamen bebatuan. Keindahan trofi yang berasal dari tangan pengrajin Bali ini kini berada di Kota Pahlawan selama satu tahun ke depan.
Meski trofi ini berasal dari pulau Bali, ia tidak pernah menetap di sana. Bali United, klub sepak bola profesional asal Bali, dalam beberapa tahun terakhir masih absen dari kontestasi turnamen pramusim bergengsi ini. Namun, pada tahun 2018, mereka pernah mencapai partai final melawan Persija Jakarta yang akhirnya keluar sebagai juara musim itu.
Di tahun ini, Bali United hanya berkontribusi dalam penyediaan sarana fasilitas, seperti venue partai semifinal dan final serta lokasi latihan di Bali United Training Center, Gianyar. Penyelenggaraan Piala Presiden 2026 sebenarnya hanya menggunakan dua venue, yaitu Bandung dan Surabaya. Namun, ketika memasuki fase empat besar, keputusan penting harus diambil untuk memindahkan lokasi pertandingan.
Alasan utamanya adalah karena keempat tim terbaik memiliki basis suporter yang besar dengan intensitas dukungan yang fanatik. Untuk menjaga agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan, penyelenggara memilih lokasi netral.
Pertemuan empat tim legendaris Indonesia antara Persija Jakarta dengan Persib Bandung dan Persebaya Surabaya bersua dengan Arema FC menyajikan partai persaudaraan meskipun tanpa dihadiri oleh penonton. Meski berlangsung di Bali, proses perpindahan venue hingga pelaksanaannya berjalan sangat baik berkat dukungan sebuah superteam yang selalu disampaikan oleh Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2026, Maruarar Sirait.
Superteam ini terbentuk dari berbagai elemen, termasuk penyelenggara, aparat keamanan, suporter, klub, pelaku UMKM hingga sponsor pendukung. Konektivitas superteam inilah yang membuahkan hasil penyelenggaraan di Bali berlangsung tanpa hambatan.
Piala Presiden 2016 tidak menggunakan dana APBN, APBD maupun BUMN, melainkan sepenuhnya didukung oleh para sponsor yang mencapai total Rp100 miliar. Piala Presiden 2026 secara konsisten telah berlangsung sebanyak 8 kali sejak tahun 2015. Meski ada beberapa tahun yang tidak dapat diselenggarakan, seperti pada tahun 2016, 2020, 2021, dan 2023 karena berbagai faktor penyebab.
Pada edisi kali ini, 3 dari 8 kontestan berasal dari luar negeri, yaitu Tampines Rovers (Singapura), DPMM FC (Brunei Darussalam), dan juara bertahan musim lalu asal Thailand, Port FC. Hal ini menandai adanya persaingan internasional.
Fantastic four pun diisi oleh empat tim asal Indonesia yang memiliki basis suporter yang besar. Hal ini menunjukkan perkembangan sepak bola Indonesia yang terus berkembang, salah satunya melalui penyelenggaraan Piala Presiden ini.
Piala Presiden sendiri dilaksanakan bukan hanya untuk menemukan sang juara, tetapi juga memiliki pesan besar tentang perkembangan sepak bola Indonesia yang bisa tampil di panggung kompetisi terbesar antarnegara di masa mendatang.
Hal ini disampaikan langsung oleh Maruarar Sirait yang hadir dan menutup turnamen di Stadion Kapten I Wayan Dipta tersebut.
“Semoga Piala Presiden tidak hanya melahirkan seorang juara tetapi juga melahirkan harapan, karena kita doakan harapan seperti Bapak Presiden Prabowo dan harapan seluruh rakyat Indonesia, Timnas Merah Putih sampai di Piala Dunia."
"Mari kita berdoa dan berjuang untuk itu dan nilai-nilai yang kita bangun hari ini menjadi milik rakyat Indonesia. Maju terus sepak bola Indonesia,” tutup Ara, yang juga menjabat sebagai Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia.
0 Komentar