
Logo HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang Menggambarkan Keberagaman Budaya
Logo HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia karya desainer asal Padang, Fajar Novario bersama tim Auman Design Bureau, dirancang dengan konsep pemaknaan ganda agar masyarakat dari berbagai daerah dapat menemukan keterwakilan budayanya masing-masing. Desain ini tidak hanya menjadi identitas visual perayaan kemerdekaan, tetapi juga mengandung makna mendalam yang mencerminkan semangat persatuan dan keberagaman bangsa.
Konsep Pemaknaan Ganda dalam Logo
Fajar Novario, seorang desainer grafis asal Sumatera Barat dan alumni Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Padang (UNP) angkatan 2017, menjelaskan bahwa salah satu gagasan utama dalam logo tersebut adalah bagaimana masyarakat dapat memiliki hubungan personal dengan identitas visual yang digunakan untuk merayakan kemerdekaan. Ia menyebutkan bahwa logo dirancang dengan ambiguitas agar masyarakat bisa melakukan self-claim terhadap logonya.
Menurutnya, masyarakat tidak harus melihat logo hanya dari satu sudut pandang. Setiap orang dapat menginterpretasikan bentuk-bentuk yang ada di dalamnya berdasarkan pengalaman dan budaya yang mereka miliki. Contohnya, bentuk angka delapan dalam logo HUT ke-81 RI mirip dengan motif tongkrongan di Kalimantan, sementara di daerah lain, bentuk tersebut bisa mengingatkan masyarakat pada motif budaya seperti itiak pulang petang.
Filosofi Gotong Royong dan Satu Tujuan Bersama
Selain pemaknaan melalui motif budaya, Fajar juga menjelaskan makna yang terdapat pada bentuk utama angka delapan dan satu. Bentuk angka delapan yang saling menopang menggambarkan semangat gotong royong antarlapisan masyarakat. Sementara angka delapan dan angka satu yang saling terhubung memiliki makna satu tujuan yang sama. Menurut Fajar, unsur integritas antarmasyarakat juga terkandung dalam bentuk angka delapan tersebut.
Ia berharap logo tidak hanya dilihat sebagai gambar yang digunakan dalam perayaan kemerdekaan. Bagi Fajar, sebuah logo pada dasarnya merupakan media komunikasi. Karena itu, logo HUT ke-81 RI juga diharapkan dapat menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pendapat, harapan, bahkan doa.
Proses Kreatif dan Riset Motif Budaya
Gagasan tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Fajar menjelaskan, proses kreatif logo dimulai dengan mencoba melihat kembali bagaimana para founding fathers Indonesia menyatukan keberagaman yang ada di Tanah Air. Indonesia yang terdiri dari banyak suku, budaya, bahasa, dan tradisi kemudian menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses perancangan.
Timnya melakukan riset terhadap berbagai motif yang berasal dari Sabang hingga Merauke. Dari riset tersebut, mereka menemukan adanya karakter tertentu yang muncul di berbagai motif daerah. Karakter tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam bentuk visual logo HUT ke-81 RI.
Hasil Polling Publik
Logo karya Fajar dan tim Auman Design Bureau akhirnya terpilih melalui mekanisme polling publik. Dari 68.569 pemilih daring, karya mereka memperoleh 44,73 persen suara. Fajar mengaku sangat bersyukur atas dukungan masyarakat tersebut. Ia berharap terpilihnya logo tersebut juga menjadi momentum bagi masyarakat untuk lebih aktif melihat dan memberikan makna terhadap sebuah karya desain.
Harapan untuk Ekosistem Desain di Indonesia
Bagi Fajar, keberhasilan tersebut bukan hanya tentang dirinya atau Auman Design Bureau. Ia berharap karya tersebut dapat menjadi pemicu berkembangnya ekosistem desain di berbagai daerah Indonesia, khususnya Sumatera Barat. Ia juga berharap desainer di daerah lain semakin berani berkarya dan pemerintah daerah turut mendorong perkembangan ekosistem desain grafis.
Kini, ketika logo tersebut mulai digunakan di berbagai tempat menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Fajar mengaku turut bangga. Ia merasa senang karena logonya tersebar di mana-mana, sehingga membuatnya merasa bangga akan karyanya.
0 Komentar