Tradisi Manusuk Sima Kembali Digelar di Taman Tirtayasa, Puncak Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147

Tradisi Manusuk Sima Kembali Digelar di Taman Tirtayasa, Puncak Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147

Upacara Tradisi Manusuk Sima di Taman Tirtayasa

Pemerintah Kota Kediri kembali menggelar Upacara Tradisi Manusuk Sima sebagai puncak peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, Senin (27/7/2026). Setelah tiga tahun diselenggarakan di Halaman Balai Kota Kediri, prosesi sakral tahun ini kembali digelar di Taman Tirtayasa, lokasi yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah lahirnya Kota Kediri. Pengembalian lokasi pelaksanaan dilakukan untuk memperkuat nilai historis dan filosofi Tradisi Manusuk Sima yang menjadi simbol penetapan tanah sima atau tanah perdikan sebagai penanda berdirinya Kota Kediri.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama lintas agama sebagai ungkapan rasa syukur atas bertambahnya usia Kota Kediri sekaligus memohon keberkahan, kedamaian, dan kemajuan bagi seluruh masyarakat. Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengatakan Tradisi Manusuk Sima merupakan bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi bagi tumbuh dan berkembangnya Kota Kediri.

Menurutnya, tradisi tersebut menjadi pengingat agar masyarakat tidak melupakan akar sejarah di tengah perkembangan zaman. "Hingga hari ini prosesi Manusuk Sima terus kita lestarikan sebagai bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah meletakkan fondasi bagi tumbuh dan berkembangnya Kota Kediri. Tradisi ini mengajarkan bahwa kemajuan sebuah kota tidak pernah lahir secara instan, melainkan tumbuh dari kerja keras, gotong royong, penghormatan terhadap alam, serta komitmen menjaga nilai-nilai yang diwariskan oleh generasi sebelumnya," kata Vinanda.

Tema Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147

Pada peringatan Hari Jadi ke-1.147, Kota Kediri mengangkat tema "Sinergi Lintas Generasi, Mengalir dengan Inovasi, Teguh dalam Tradisi." Tema tersebut menjadi arah pembangunan Kota Kediri yang memadukan nilai-nilai luhur warisan budaya dengan semangat inovasi generasi masa kini. Vinanda menjelaskan, sinergi lintas generasi dimaknai sebagai perpaduan pengalaman dan kebijaksanaan generasi terdahulu dengan kreativitas serta gagasan baru dari generasi muda.

Sementara itu, mengalir dengan inovasi mencerminkan kesiapan Kota Kediri menghadapi perubahan tanpa meninggalkan identitas budaya yang telah diwariskan. "Filosofi inilah yang kami yakini, bahwa inovasi akan memiliki arah ketika dibangun di atas fondasi tradisi, dan tradisi akan tetap hidup ketika diwariskan kepada generasi yang terus berinovasi," tuturnya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kolaborasi, merawat warisan sejarah, memelihara kerukunan dan keberagaman, serta menghadirkan inovasi demi mewujudkan Kota Kediri yang semakin MAPAN.

Manusuk Sima sebagai Living Museum

Direktur Direktorat Warisan Budaya Kementerian Kebudayaan RI, Agus Widiatmoko, menilai Tradisi Manusuk Sima menjadi contoh nyata bagaimana warisan budaya dapat dihidupkan kembali sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Menurutnya, Kota Kediri berhasil menginterpretasikan prasasti sejarah menjadi sebuah peristiwa budaya yang hidup. "Biasanya prasasti hanya disimpan di museum sebagai benda sejarah. Namun Kota Kediri mampu menginterpretasikan dan merekonstruksinya menjadi sebuah peristiwa budaya yang hidup. Dalam konsep pariwisata modern, ini disebut living museum. Saya yakin apabila terus dikembangkan, tradisi ini akan menjadi kekuatan besar bagi wisata budaya Kota Kediri sekaligus memperkuat identitas sejarah yang dimiliki," ungkap Agus.

Pengukuhan Cagar Budaya Nasional

Dalam kesempatan tersebut, Agus Widiatmoko menyerahkan secara simbolis Surat Keputusan Cagar Budaya Nasional Jembatan Brug Over Den Brantas te Kediri kepada Wali Kota Kediri. Selain itu, Pemerintah Kota Kediri juga menyerahkan:

  • Surat Keputusan Cagar Budaya tingkat Kota Kediri kepada empat bangunan bersejarah.
  • Santunan BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris penerima manfaat.
  • Penghargaan kepada atlet panjat tebing Putra Tri Ramadhani atas prestasinya sebagai juara dunia.


0 Komentar