Waspadai Pencurian Meteran Air PDAM di Denpasar, 11 Kasus Terjadi Hingga Agustus 2026

Waspadai Pencurian Meteran Air PDAM di Denpasar, 11 Kasus Terjadi Hingga Agustus 2026

Masyarakat Denpasar Diingatkan untuk Waspada terhadap Pencurian Meteran Air

Masyarakat di Kota Denpasar, Bali, diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi pencurian meteran air milik Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma. Kejadian ini belakangan marak terjadi, terutama dengan sasaran ruko dan rumah kosong yang sudah lama tidak dihuni atau tidak lagi beroperasi.

Hingga awal Agustus 2026, sedikitnya terdapat 11 unit meteran air yang dilaporkan hilang. Seluruh kasus tersebut diketahui masih terkonsentrasi di wilayah Denpasar Selatan. Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma Kota Denpasar, I Putu Yasa, mengatakan bahwa kasus pencurian tersebut mulai terdeteksi setelah kejadian serupa terjadi di wilayah Kabupaten Badung. Modus pencurian kemudian bergeser ke wilayah utara dan kini banyak menyasar bangunan yang dalam kondisi kosong.

"Yang menjadi sasaran kebanyakan toko kosong dan rumah kosong, terutama di wilayah Denpasar Selatan. Ada juga di kawasan pertokoan Jalan Diponegoro dan Jalan Bypass Ngurah Rai," kata Putu Yasa, Minggu, 9 Agustus 2026.

Meteran Hilang Tak Disadari Pemilik Ruko

Menurut Putu Yasa, aksi pencurian meteran air kerap tidak langsung diketahui pemilik bangunan. Hal ini karena sebagian pemilik ruko maupun rumah kosong masih rutin membayar rekening air setiap bulan. Kondisi tersebut membuat pemilik tidak menyadari bahwa meteran air di bangunan mereka telah dicuri.

Kasus baru diketahui ketika petugas Perumda melakukan pembacaan meter atau warga melihat adanya air yang terus mengalir dari sambungan tanpa meteran. Berdasarkan rekaman kamera pengawas atau CCTV yang diperoleh, aksi pencurian tersebut diduga dilakukan pada dini hari. Waktu pencurian diperkirakan sekitar pukul 04.00 WITA, ketika aktivitas masyarakat masih relatif sepi.

Perumda Koordinasi dengan Desa hingga Aparat Keamanan

Mengantisipasi semakin maraknya pencurian meteran air di Denpasar, Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak. Koordinasi dilakukan bersama pemerintah desa dan kelurahan, kepala dusun, kepala lingkungan, hingga aparat keamanan lingkungan.

Informasi mengenai maraknya pencurian meteran air juga telah disebarluaskan melalui berbagai platform media sosial. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat, khususnya pemilik rumah dan ruko kosong, lebih waspada.

"Kami sudah berkoordinasi dengan para kepala desa terkait mekanisme pelaporan, apakah dilakukan langsung oleh pelanggan atau melalui Perumda. Yang terpenting kejadian ini segera dilaporkan agar bisa segera ditindaklanjuti," katanya.

Putu Yasa mengatakan, dari 11 kasus kehilangan yang ditemukan, sebagian meteran air sudah dipasang kembali. Hal tersebut dilakukan karena meteran berkaitan dengan pencatatan pemakaian air dan administrasi pelanggan. Sementara untuk bangunan yang masih dalam kondisi kosong, sambungan air akan ditutup sementara. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya pencurian air maupun kehilangan meteran kembali.

Pemilik Rumah dan Ruko Kosong Diminta Pasang Pengaman

Perumda Air Minum Tirta Sewakadarma juga mengimbau pelanggan untuk memberikan pengamanan tambahan pada meteran air, terutama bagi pemilik rumah maupun ruko yang tidak dihuni. Selain memasang pengaman, pelanggan juga diminta segera melaporkan kepada pihak terkait apabila mengetahui meteran air miliknya hilang.

Pelaporan secara cepat diperlukan agar Perumda dapat segera melakukan penanganan dan mencegah munculnya persoalan administrasi maupun denda akibat pemakaian air yang tidak dapat terpantau.

"Laporan terakhir kami terima pada Jumat lalu. Sejak Senin sebelumnya kami sudah mengimbau kepada pemerintah desa, kepala dusun, dan kepala lingkungan agar meningkatkan kewaspadaan. Jangan sampai terlambat melapor karena bisa berdampak pada pelanggan," katanya.

Hingga awal Agustus 2026, seluruh laporan kehilangan meteran air tersebut masih terkonsentrasi di wilayah Denpasar Selatan. Sasaran utama pencurian adalah pertokoan, ruko, dan rumah yang sudah lama kosong. Masyarakat yang memiliki bangunan tidak berpenghuni diimbau rutin melakukan pengecekan kondisi meteran air untuk mencegah aksi pencurian.


0 Komentar