
Ringkasan Berita:
- Arie Basuki (Arbas), pewarta foto Merdeka.com yang masih hilang, meraih penghargaan WAN-IFRA Award 2026 lewat trilogi foto “Resilient Indonesia: Humanity Beyond the Headlines”
- Tiga karyanya mengangkat demo ricuh, TPA Galuga, dan banjir Kali Angke, yang dinilai merekam isu kemanusiaan dan sosial
- Di tengah penghargaan tersebut, pencarian Arbas bersama 7 orang lainnya masih berlangsung dengan melibatkan kapal, nelayan, drone, dan pemantauan sejumlah pulau di sekitar Anak Krakatau
gubukinspirasi.id— Kabar membanggakan datang dari pewarta foto Merdeka.com, Arie Basuki, jurnalis yang hingga kini masih dalam pencarian setelah hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.
Di tengah operasi pencarian Arie Basuki atau yang akrab disapa Arbas bersama empat jurnalis lainnya dan tiga awak kapal yang masih berlangsung, tiga karya foto Arbas justru mendapat penghargaan dari World Association of News Publishers (WAN-IFRA).
Trilogi foto karya Arbas yang berjudul "Resilient Indonesia: Humanity Beyond the Headlines" dinyatakan sebagai salah satu pemenang dalam kategori Best in Human Interest Photography pada WAN-IFRA Award 2026.
Kabar tersebut disampaikan perwakilan WAN-IFRA, Wilson Leong, kepada Merdeka.com.
Wilson Leong juga menghubungi Merdeka.com untuk mengonfirmasi perwakilan media yang akan menerima penghargaan tersebut dalam malam Asian Media Awards di Singapura pada 26 Oktober 2026.
Penghargaan itu terasa berbeda bagi keluarga dan rekan-rekan Arbas.
Sebab, ketika kabar mengenai prestasi karyanya datang, Arbas justru belum diketahui keberadaannya.
Arbas bersama empat pewarta foto lainnya, yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Yudhistira dari iNews, Daus dari Anadolu Agency, dan Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, hilang kontak saat menjalankan tugas jurnalistik di kawasan Gunung Anak Krakatau.
Selain lima jurnalis tersebut, terdapat tiga awak kapal yang ikut dalam rombongan.
Mereka dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat menggunakan speedboat Arupadhatu untuk menuju kawasan Gunung Anak Krakatau.
Tiga Karya Foto Arbas Raih Penghargaan
Trilogi foto "Resilient Indonesia: Humanity Beyond the Headlines" merupakan karya Arbas yang diterbitkan Merdeka.com pada Juli hingga November 2025.
Tiga karya tersebut kemudian didaftarkan dalam kompetisi tahunan WAN-IFRA pada 24 Juli 2026.
Adapun tiga karya foto Arbas yang mendapat penghargaan tersebut yakni:
- Foto Demo Ricuh di Kwitang Usai Kematian Driver Ojol Tertabrak Rantis Brimob
- Foto TPA Galuga, Gunung Sampah di Tengah Keindahan Alam Bogor
- Foto Banjir Luapan Kali Angke, Pemuda Tangerang Bahu-membahu Evakuasi Warga
Karya-karya tersebut merekam berbagai persoalan kemanusiaan dan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Penghargaan WAN-IFRA itu sekaligus menambah deretan apresiasi yang pernah diterima Arbas sepanjang kariernya sebagai pewarta foto.
Pencarian rombongan jurnalis diperluas
Tim SAR gabungan menyusuri pantai sepanjang Pulau Sebesi dan Pulau Umang, Lampung Selatan, dalam pencarian 5 jurnalis dan 3 kru kapal yang hilang saat hendak meliput Gunung Anak Krakatau.
Penyusuran dalam pencarian hari keempat, Jumat (11/9/2026) ini, melibatkan personel Satpolairud Polres Lampung Selatan, Ditpolairud Polda Lampung, KSOP Kelas IV Bakauheni Pos Pulau Sebesi, serta masyarakat setempat.
Kasat Polairud Polres Lampung Selatan, Iptu Panpan Hermayadi, mengatakan tim bergerak menyusuri garis pantai mulai dari Dermaga Dusun Tejang, Pulau Sebesi, hingga Pulau Umang untuk mencari petunjuk keberadaan rombongan.
Pencarian dilakukan dengan mengembangkan setiap informasi yang diperoleh tim di lapangan, termasuk hasil koordinasi dengan Syahbandar, aparat desa dan masyarakat Pulau Sebesi.
"Kami terus bergerak dan menyisir setiap lokasi yang memungkinkan memberikan petunjuk. Koordinasi dengan Syahbandar, aparat desa, dan masyarakat juga terus dilakukan. Kami berharap setiap informasi yang masuk dapat membantu mempersempit area pencarian," ujar Panpan, Jumat.
Dia menambahkan, pencarian pada Jumat ini merupakan kelanjutan dari upaya yang dilakukan sehari sebelumnya.
Pada Kamis (10/9/2026), tim SAR yang dipimpin Panpan tiba di Pulau Sebesi dan berkoordinasi dengan Syahbandar serta aparat desa untuk menindaklanjuti informasi mengenai titik yang diduga berkaitan dengan perangkat seluler salah satu jurnalis.
Sekitar pukul 17.09 WIB, tim tiba di titik tersebut dan melakukan pengecekan.
Hasilnya, lokasi berada di sekitar menara BTS Telkomsel di Desa Tejang, Pulau Sebesi.
Namun, titik tersebut belum dapat memastikan keberadaan rombongan sehingga pencarian kemudian dikembangkan dengan menyisir kawasan pesisir.
Pada Jumat pagi, penyisiran kembali dilakukan mulai dari Dusun Tejang hingga Pulau Umang.
Hasil sementara masih nihil, tetapi tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian dan selanjutnya akan bergerak ke perairan sekitar Gunung Anak Krakatau.
Rombongan jurnalis ini sebelumnya melakukan perjalanan dari Pantai Carita, Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk mengambil dokumentasi.
Setelah mengalami hilang kontak, pencarian dilakukan tim SAR gabungan di wilayah perairan Selat Sunda.
Panpan mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan di sekitar Pulau Sebesi, Pulau Umang, hingga perairan Gunung Anak Krakatau segera melapor apabila melihat kapal, orang, atau tanda-tanda yang diduga berkaitan dengan rombongan tersebut.
"Kami berharap informasi sekecil apa pun dari masyarakat dapat membantu mempercepat proses pencarian dan membawa hasil yang baik sehingga seluruh rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat," kata Panpan.
Ikuti saluran Tribunnews Bogor di WhatsApp :
0 Komentar