Desa Limbu Sedulun Tana Tidung tembus 15 besar nasional Desa Cantik 2026, jadi wakil tunggal Kaltara

Desa Limbu Sedulun Tana Tidung tembus 15 besar nasional Desa Cantik 2026, jadi wakil tunggal Kaltara
Ringkasan Berita:
  • Desa Limbu Sedulun masuk 15 besar nasional Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2026.
  • Limbu Sedulun menjadi satu-satunya wakil Kaltara sekaligus wakil Kabupaten Tana Tidung di tahapan nasional.
  • Penilaian mencakup tata kelola, inovasi, dan pemanfaatan data untuk mendukung pengambilan kebijakan di tingkat desa.

gubukinspirasi.id, TANA TIDUNG –Desa Limbu Sedulun, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung (KTT), Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), berhasil menembus 15 besar nasional Program Desa Cinta Statistik atau Desa Cantik 2026.

Capaian tersebut sekaligus menjadikan Limbu Sedulun sebagai satu-satunya wakil Kabupaten Tana Tidung dan Provinsi Kalimantan Utara yang berhasil melaju ke tahapan penilaian tingkat nasional.

Prestasi ini diraih setelah Desa Limbu Sedulun mengikuti serangkaian pembinaan, pendampingan, serta penguatan kapasitas aparatur desa dalam pengelolaan dan pemanfaatan data statistik.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Tana Tidung, Achmad Sani Setiawan yang akrab disapa Iwan, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan buah dari komitmen dalam membangun tata kelola data di tingkat desa sejak awal 2026.

"Setiap kegiatan harus menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi pembangunan. Desa Cantik bukan hanya tentang lomba, tetapi bagaimana desa mampu mengelola data dengan baik dan menggunakan data tersebut untuk mengambil keputusan," ujar Iwan dikutip dari TribunKaltara.com, Jumat (11/9/2026).

Iwan menjelaskan, penetapan lokus Desa Cantik di Tana Tidung sebenarnya dilakukan sejak April 2026 untuk tiga desa, yakni Desa Limbu Sedulun, Desa Sebawang, dan Desa Buong Baru.

Namun, Desa Limbu Sedulun mampu melangkah paling jauh hingga mewakili Kalimantan Utara di tingkat nasional.

Menurut Iwan, capaian tersebut tidak lepas dari proses pembinaan dan pendampingan yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan aparatur desa dalam mengelola data.

"Melalui pendampingan ini, aparatur desa diajak untuk mampu mengenali, mengelola, menyajikan, hingga memanfaatkan data secara mandiri. Salah satunya dengan menyusun publikasi Desa dalam Angka," jelas Iwan.

Libatkan Pemkab hingga Mahasiswa UBT

Iwan menambahkan, pembinaan statistik di tingkat desa tidak dapat berjalan sendiri tanpa adanya sinergi lintas sektor.

Program tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tana Tidung dan pemerintah kecamatan.

Selain itu, mahasiswa Universitas Borneo Tarakan (UBT) turut dilibatkan dalam pendampingan teknis di lapangan.

Dukungan dan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari proses penguatan tata kelola data di Desa Limbu Sedulun.

Capaian Desa Limbu Sedulun juga mengulang prestasi yang pernah ditorehkan desa lain di Tana Tidung.

Tiga tahun sebelumnya, Desa Mendupo berhasil menembus 10 besar nasional Desa Cantik pada 2023.

Kini, Limbu Sedulun kembali membawa nama KTT dan Kaltara bersaing di tingkat nasional.

Masuk Tahapan Evaluasi Daring

Pada Kamis (10/9/2026), Desa Limbu Sedulun memasuki tahapan penting dalam penilaian nasional, yakni Online Evaluation atau evaluasi daring bersama tim penilai pusat.

Dalam tahapan tersebut, tim Desa Limbu Sedulun mempresentasikan berbagai inovasi serta proses pembinaan yang telah dilakukan.

"Pada tahapan evaluasi daring ini, tim dari Desa Limbu Sedulun mempresentasikan berbagai inovasi, proses pembinaan, tata kelola data, hingga pemanfaatan statistik yang berorientasi pada pembenahan tata kelola pemerintahan desa," katanya.

Iwan menegaskan, terlepas dari hasil akhir penilaian, tujuan utama Program Desa Cantik bukan sekadar mengejar prestasi dalam sebuah kompetisi.

Program tersebut diarahkan untuk membangun budaya pengambilan kebijakan berbasis data atau data-driven decision making di tingkat pemerintahan desa.

"Data yang baik akan membantu pemerintah desa menentukan prioritas pembangunan secara tepat. Apapun hasil akhirnya nanti, proses ini diharapkan menjadi fondasi agar tata kelola pemerintahan desa di Tana Tidung semakin terukur," pungkas Iwan. (*)

0 Komentar